Jumat, 28 Maret 2014

Arahan Kebijakan Dan Program Kementan Tahun 2014

Menteri Pertanian Suswono mepaparkan tantangan dalam pembangunan pertanian ke depan yang tidaklah mudah dan sangat dipengaruhi kondisi perekonomian nasional yang belum menggembirakan.

Selain itu, Saat ini pemerintah sedang melaksanakan penghematan anggaran, direncanakan pemotongan anggaran Kementerian Pertanian sebesar Rp. 1,44 Trilyun pada tahun 2013. Sementara itu, berdasarkan pagu indikatif tahun 2014 anggaran Kementerian Pertanian juga mengalami penurunan yang cukup besar  (17,6%) dibandingkan tahun 2013, dimana pada pagu indikatif tahun 2014 anggaran pembangunan pertanian ditetapkan sebesar Rp 15,40 Trilyun.

Di hadapan 1.239 orang peserta Musrenbangtan Tahun 2013, Mentan menyampaikan arahan kebijakan dan program Kementan tahun 2014. Dengan kondisi keterbatasan yang ada, agar dalam merancang kegiatan tahun 2014, kita dituntut untuk lebih fokus dan memprioritaskan pada pencapaian target-target nasional, yaitu: (1) penuhi kebutuhan program untuk pencapaian swasembada padi, jagung, kedelai, tebu dan sapi; (2) arahkan untuk pencapaian percepatan diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor; (3) jangan kurangi sasaran Prioritas Nasional 2014 antara lain kegiatan SL-PTT, SRI, cetak sawah, optimasi lahan, pengembangan irigasi, perluasan areal kedelai, bongkar dan rawat ratoon tebu; dan (4) tetap mendukung program tematik nasional seperti kegiatan pengembangan Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular; pengembangan koridor ekonomi; percepatan pengentasan kemiskinan,  pencapaian target MDG’s; pembangunan daerah tertinggal dan wilayah perbatasan, serta percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Link Sumber : Perencanaan Setjen Deptan

Kamis, 27 Maret 2014

PERAN KELOMPOKTANI/GAPOKTAN DALAM PENGEMBANGAN LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT


Untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan akan pangan bagi seluruh penduduk di suatu wilayah, maka ketersediaan pangan menjadi sasaran utama dalam kebijakan pangan bagi pemerintahan suatu negara. Ketersediaan pangan tersebut dapat dipenuhi dari tiga sumber, yaitu: (1) produksi dalam negeri; (2) pemasukan pangan; dan (3) cadangan pangan. Bila terjadi kondisi rawan pangan yaitu kesenjangan antara produksi dengan kebutuhan pangan di suatu wilayah dapat diatasi dengan melepas cadangan pangan, oleh sebab itu cadangan pangan merupakan salah satu komponen penting dalam ketersediaan pangan.
Pemberdayaan dan perlindungan masyarakat dari kerawanan pangan dilakukan melalui upaya Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat, yaitu dengan memfasilitasi pembangunan fisik lumbung, pengisian cadangan pangan dan penguatan kelembagaan kelompoktani/gapoktan (gabungan kelompoktani).
Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan volume stok cadangan pangan di kelompok lumbung pangan untuk menjamin akses dan kecukupan pangan bagi anggotanya terutama yang mengalami kerawanan pangan; (2) meningkatkan kemampuan pengurus dan anggota kelompok dalam pengelolaan cadangan pangan; (3) meningkatkan fungsi kelembagaan cadangan pangan masyarakat dalam penyediaan pangan secara optimal dan berkelanjutan.
Upaya Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat dilaksanakan melalui : (1) pemberdayaan kelompoktani/gapoktan untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia dalam pengelolaan cadangan pangan; (2) optimalisasi sumberdaya yang tersedia; dan (3) penguatan kapasitas kelembagaannya. Dengan pemberdayaan tersebut diharapkan dapat dikembangkan cadangan pangan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
Organisasi dan pembinaan
Pengorganisasian dan pembinaan Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat dilaksanakan mulai dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten yang berada di bawah koordinasi Badan Ketahanan Pangan/instansi yang menangani ketahanan pangan.
Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat dilakukan selama tiga tahun melalui 3 (tiga) tahapan, yaitu tahap penumbuhan, tahap pengembangan, dan tahap kemandirian.
Tahap Penumbuhan, mencakup kegiatan : (1) identifikasi desa dan kelompoktani (2) Sosialisasi; (3) seleksi (4) penetapan; (5) pembangunan fisik lumbung yang difasilitasi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pertanian yang dibangun di atas lahan milik kelompok atau lahan yang sudah dihibahkan kepada kelompok. (6) inventarisasi.
Tahap pengembangan, mencakup kegiatan: (1) verifikasi; (2) penetapan lokasi dan kelompoktani ; (3) sosialisasi kegiatan; (4) pelatihan; (5) penyusunan RUK ( Rencana Usaha kelompok); (6) penyaluran Dana Bantuan Sosia untuk pengisian cadangan pangan; (7) pengisian cadangan pangan; (8) penguatan kelembagaan kelompoktani; (9) penguatan cadangan pangan; (10) pembinaaan.
Tahap Kemandirian, mencakup kegiatan: (1) penyaluran dana Bantuan Sosial untuk penguatan modal; (2) pemantapan kelembagaan lumbung pangan; (3) pemantapan cadangan pangan;(4) pelatihan dalam rangka menunjang keberlanjutan; (5) pendampingan
Pelaksanaan
Kelompoktani/gapoktan sebagai pelaksana pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) melaksanakan pertemuan rutin kelompok secara berkala dan terjadwal, minimal satu bulan sekali, dengan membuat daftar hadir peserta rapat dan notulen rapat; (2) membuat aturan dan sanksi tertulis yang disepakati dan mengikat seluruh anggota kelompok sebagai organisasi kelembagaan lumbung pangan yang dituangkan dalam AD/ART; (3) menyusun RUK dan rencana pelaksanaan kegiatan secara musyawarah mufakat yang melibatkan seluruh anggota; (4) melaksanakan seluruh kegiatan secara swakelola dan swadaya masyarakat dalam pengadaan cadangan pangan. Dalam pembelian cadangan pangan gabah/beras/pangan spesifik lain dapat bersumber dari hasil panen anggotanya atau desa sekitarnya; (5) melakukan pengembangan cadangan pangan melalui iuran kelompok yang besarnya disepakati oleh kelompok; (6) membangun kerja sama pengelolaan lumbung pangan yang transparan dan akuntabel antara pengurus dan anggotanya; (7) memanfaatkan dana bantuan Sosial sesuai dengan RUK yang telah disepakati dan disetujui oleh kabupaten/provinsi dan dana bantuan sosial tersebut tidak dapat dialokasikan untuk kegiatan lainnya. Dana Bantuan Sosial yang belum dimanfaatkan harus tersimpan di rekening kelompok, bukan di rekening salah satu pengurus kelompok; (8) melakukan pengelolaan dan pengembangan cadangan pangan dengan aturan yang jelas dan tertulis termasuk besaran jasa pinjaman diatur sesuai dengan kesepakatan kelompok; (9) memiliki cadangan pangan yang selalu tersedia sepanjang tahun dalam lumbung kelompok sebagai iron stock. Jumlah/volume iron stock merupakan hasil perhitungan banyaknya jumlah anggota dan keluarganya dikalikan dengan kebutuhan konsumsi pangan selama 3 (tiga) bulan. Apabila iron stock sudah terpenuhi, pangan selebihnya dapat dikelola oleh kelompok untuk mendukung keperluan operasional pengelolaan lumbung. Kegiatan tersebut dapat berupa pelayanan simpan-pinjam atau jasa lain yang diatur dalam kesepakatan kelompok; (10) melakukan penggantian dan penyegaran cadangan pangan secara periodik sesuai dengan daya tahan simpan (beras mempunyai daya tahan simpan 3 bulan tanpa perlakuan sedangkan gabah mempunyai daya tahan simpan mencapai 1 (satu) tahun setelah dilakukan pengeringan dengan kadar air 14 - 18 %); (11) melakukan peningkatan kemampuan manajemen kelompok; (12) melakukan pencatatan dan pembukuan secara baik, rapi dan teratur, baik pembukuan keuangan maupun pembukuan arus keluar masuk cadangan pangan; (13) melaporkan kondisi cadangan pangan ke kabupaten/kota secara rutin setiap bulan
Sumber: Peraturan Menteri Pertanian nomor : 15/permentan/ot.140/2/2013 tentang pedoman pengembangan lumbung pangan masyarakat
Penulis : Marwati (Penyuluh, Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP, Kementan)

Sumber Link : Cyber Extention


Rabu, 23 Oktober 2013

Baa, Baa, Black Sheep

Baa, baa, black sheep

Baa, baa, black sheep
Have you any wool?
Yes sir, yes sir,
Three bags full

One for my master,
One for my dame,
One for the little boy
Who lives down the lane

Baa, baa, black sheep
Have you any wool?
Yes sir, yes sir,
Three bags full

Selasa, 08 Oktober 2013

Old MacDonald Had a Farm

Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had a cow
E-I-E-I-O
With a moo moo here
And a moo moo there
Here a moo, there a moo
Everywhere a moo moo
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-O

Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had a pig
E-I-E-I-O
With a oink oink here
And a oink oink there
Here a oink, there a oink
Everywhere a oink oink
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-O

Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had a duck
E-I-E-I-O
With a quack quack here
And a quack quack there
Here a quack, there a quack
Everywhere a quack quack
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-O

Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had a horse
E-I-E-I-O
With a neigh neigh here
And a neigh neigh there
Here a neigh, there a neigh
Everywhere a neigh neigh
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-O

Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had a lamb
E-I-E-I-O
With a baa baa here
And a baa baa there
Here a baa, there a baa
Everywhere a baa baa
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-O

Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had some chickens
E-I-E-I-O
With a cluck cluck here
And a cluck cluck there
Here a cluck, there a cluck
Everywhere a cluck cluck
With a baa baa here
And a baa baa there
Here a baa, there a baa
Everywhere a baa baa
With a neigh neigh here
And a neigh neigh there
Here a neigh, there a neigh
Everywhere a neigh neigh
With a quack quack here
And a quack quack there
Here a quack, there a quack
Everywhere a quack quack
With a oink oink here
And a oink oink there
Here a oink, there a oink
Everywhere a oink oink
With a moo moo here
And a moo moo there
Here a moo, there a moo
Everywhere a moo moo

Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-OOOOOOO.........

Jumat, 16 Agustus 2013

Mary Had a Little Lamb

Mary had a little lamb,
Little lamb, little lamb,
Mary had a little lamb,
Its fleece was white as snow

And everywhere that Mary went,
Mary went, Mary went,
Everywhere that Mary went
The lamb was sure to go

It followed her to school one day
School one day, school one day
It followed her to school one day
Which was against the rules.

It made the children laugh and play,
Laugh and play, laugh and play,
It made the children laugh and play
To see a lamb at school

And so the teacher turned it out,
Turned it out, turned it out,
And so the teacher turned it out,
But still it lingered near

And waited patiently about,
Patiently about, patiently about,
And waited patiently about
Till Mary did appear

"Why does the lamb love Mary so?"
Love Mary so? Love Mary so?
"Why does the lamb love Mary so?"
The eager children cry

"Why, Mary loves the lamb, you know."
Loves the lamb, you know, loves the lamb, you know
"Why, Mary loves the lamb, you know."
The teacher did reply

Selasa, 06 Agustus 2013

The Farmer In The Dell

The farmer in the dell
The farmer in the dell
Heigh ho the derry-o
The farmer in the dell

The farmer takes a wife
The farmer takes a wife
Heigh ho the derry-o
The farmer takes a wife
The wife takes the child
The wife takes the child
Heigh ho the derry-o
The wife takes the child
The child takes the cow
The child takes the cow
Heigh ho the derry-o
The child takes the cow

The cow takes the pig
The cow takes the pig
Heigh ho the derry-o
The cow takes the pig
The pig takes the dog
The pig takes the dog
Heigh ho the derry-o
The pig takes the dog

The dog takes the cat
The dog takes the cat
Heigh ho the derry-o
The dog takes the cat
The cat takes a mouse
The cat takes a mouse
Heigh ho the derry-o
The cat takes a mouse

The mouse takes the cheese
The mouse takes the cheese
Heigh ho the derry-o
The mouse takes the cheese
The cheese stands alone
The cheese stands alone
Heigh ho the derry-o
The cheese stands alone
Heigh ho the derry-o
The cheese stands alone

Senin, 24 Juni 2013

Mengkaji Ulang tentang Predikat Haram si Mr.Gele


Judul buku    : Hikayat Pohon Ganja; 12000 Tahun Menyuburkan Peradaban Manusia
Penulis         : Tim LGN (Lingkar Ganja Nusantara)
Penerbit        : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan        : Pertama, Desember 2011
Tebal buku    : 386 halaman
Harga        : Rp. 75,000

Saya ingat ketika baru-baru saja buku ini dilaunching, saya hunting buku ini di salah satu toko buku besar di Kota Padang. Dalam searching engine computernya, bukunya distok sebanyak 8 buah tapi persediaan tinggal 2 buah buku. Tetapi ketika dicari oleh petugas toko buku, buku ini tidak ditemukan. Hampir beberapa jam saya menunggu untuk buku ini,namun tetap tidak ditemukan.

Hunting saya lanjutkan di toko buku lain di Padang dan keesokan harinya saya lanjutkan di Bukittinggi. Ternyata setelah sekian hari buku tersebut tidak ditemukan. Entah rasa apa yang membuat saya "ngebet" ingin membaca buku ini. Mungkin daya tarik dari inti buku ini yang secara gambalang menguak rahasia dan konspirasi yang membuat si Mr.Gele ini dijatuhi predikat "Haram".

Hampir semua melaknat daun ini yang dianggap merusak moral. Ganja dituding membuat ketergantungan walaupun itu tergantung pada beberapa faktor termasuk mental dan kontrol diri sang pengguna. Penelitian mengatakan 8- 9 % dari pengguna akan menjadi ketergantungan.  Penelitian tentang pemakaian akan menimbulkan gangguan persepsi dan pemikiran, atau paranoid

Tetapi benarkah demikian riilnya? Dan apakah hanya itu yang dapat dimanfaatkan dari si cimeng? Kenapa penelitian mengatakan bahwa si Mr. Gele ini justru disebut :"pohon kehidupan" atau "pohon pengetahuan" dengan ragam manfaat yang dahsyat? Lantas kenapa ternyata si cimeng telah dimanfaatkan bahkan sejak tahun 1200 sebelum Masehi. Lalu, ada apa dengan konspirasi ini? Kenapa ganja dikonspirasi sehingga dilarang? Nah, hal inilah yang berlalulintas ria di pikiran saya selama sebulan lebih ketika buku ini belum saya dapatkan. Buku ini dapat menjadi literatur yang dapat meluruskan tentang fakta, manfaat serta jati diri si Mr.Gele.

Kita bisa berangkat dari ajaran Rasulullah bahwa tak satu pun diciptakan oleh Allah dimuka bumi ini yang hanya sia-sia. Melainkan pasti ada manfaat yang dibawanya kecuali Ganja adalah buatan manusia seperti zat aditif lain. Lalu kenapa manusia menjustifikasi ciptaan Allah ini dengan predikat yang buruk.

(by Ichsan Kurniawan,SP)



ganja lebih dikenal sebagai pohon kehidupan karena manfaatnya untuk menopang peradaban manusia; seratnya untuk pakaian dan kertas, bijinya sebagai sumber protein dan minyak nabati, bunga dan daunnya sebagai obat dan sarana rekreasi maupun spiritual. Lalu, mengapa pohon sejuta manfaat ini dilarang? Mengapa kita semua terkena tipu. - See more at: http://www.legalisasiganja.com/buku-hikayat-pohon-ganja-bisa-dipesan-online-di-website-gramedia/#sthash.RZ3H1D5U.dpuf
ganja lebih dikenal sebagai pohon kehidupan karena manfaatnya untuk menopang peradaban manusia; seratnya untuk pakaian dan kertas, bijinya sebagai sumber protein dan minyak nabati, bunga dan daunnya sebagai obat dan sarana rekreasi maupun spiritual. Lalu, mengapa pohon sejuta manfaat ini dilarang? Mengapa kita semua terkena tipu. - See more at: http://www.legalisasiganja.com/buku-hikayat-pohon-ganja-bisa-dipesan-online-di-website-gramedia/#sthash.RZ3H1D5U.dpuf
ganja lebih dikenal sebagai pohon kehidupan karena manfaatnya untuk menopang peradaban manusia; seratnya untuk pakaian dan kertas, bijinya sebagai sumber protein dan minyak nabati, bunga dan daunnya sebagai obat dan sarana rekreasi maupun spiritual. Lalu, mengapa pohon sejuta manfaat ini dilarang? Mengapa kita semua terkena tipu. - See more at: http://www.legalisasiganja.com/buku-hikayat-pohon-ganja-bisa-dipesan-online-di-website-gramedia/#sthash.RZ3H1D5U.dpuf