Rabu, 10 September 2014

Tahun 2014, UPT BP4K2P Kecamatan IV Koto Raih 3 Kategori



Penyerahan Penghargaan Pemenang Lomba kategori Penyuluh PNS, Penyuluh Swadaya, THL-TB PP, Petani, Gapoktan, BPK, Kelompok Tani SL-PTT dan Poklahsar Tahun 2014 pada Bidang Kelembagaan dan PSDM- BP4K2P Kab. Agam Tahun 2014 dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Agam. Penyerahan tersebut langsung dilakukan oleh Bupati Agam Bapak Indra Catri Dt Malako Nan Putiah didampingi Kepala BP4K2P Kab. Agam Bapak Monisfar Kayo, S.Sos serta Sekretaris Bakoorluh Prov. Sumbar Bapak Ir. Yeflin Luandri, M.Si. 



Dok. BP4K2P Agam : Laporan Kepala BP4K2P Bpk Monisfar,S.Sos (kiri) dan sambutan Sek. Bakorluh Sumbar Bapak Ir. Yeflin Luandri, M.Si  (kanan)


Dok.BP4K2P Agam : Tim Penyelenggara dari BP4K2P Agam

Dalam sambutannya Bupati Agam mengungkapkan kebahagiaan tiada tara yang dirasakannya atas prestasi yang diraih oleh Penyuluh dan Petani yang telah mampu bersaing di Tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional yang berkesempatan ke Istana Negara pada Hari Kemerdekaan kemarin menerima penghargaan langsung dari Presiden RI. Beliau mengibaratkan sebagai orang tua yang bangga dengan kebahagiaan yang dirasakannya melihat kemajuan yang ditunjukkan seorang anak, apalagi sampai meraih suatu prestasi.
Untuk kategori yang sampai ke tingkat Nasional sendiri yaitu kategori Penyuluh THL-TB Wira Nofalia,STP dari UPT BP4K2P Kecamatan Ampek Angkek dan Gapoktan Kamek dari Kamang Magek. Sementara untuk tingkat provinsi selain penyuluh THL-TBPP dan Gapoktan yang mendapatkan peringkat I di Provinsi Sumatera Barat, Kategori Penyuluh Pertanian PNS Agam juga mendapatkan peringkat II di Provinisi Sumbar dari Kecamatan IV Koto.

Dok. BP4K2P Agam : Sambutan Bupati Agam Bpk.Indra Catri Dt.Malako Nan Putiah

Selain itu untuk tingkat Kabupaten Agam, Bapak Bupati Agam Indra Catri Dt.Malako Nan Putiah menyerahkan penghargaan kepada 42 orang yang menurut penilaian yang dilakukan BP4K2P Kabupaten Agam berprestasi seperti Petani Berprestasi, Penyuluh Swadaya, Penyuluh THL-TBPP, Gapoktan Berprestasi, Balai Penyuluhan Berprestasi, PNS baik sector pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan dan beberapa kategori lain yang hampir meliputi semua kecamatan di Kabupaten Agam. Alhamdulillah.





Dok. BP4K2P Agam : Penyerahan Penghargaan oleh Bupati Agam

UPT BP4K2P Kecamatan IV Koto sendiri Alhamdulillah mendapatkan tiga kategori yakni Penyuluh Pertanian PNS Teladan I (peringkat II Provinsi Sumbar), Penyuluh Perikanan Teladan II dan Gapoktan Koto Tuo yang meraih peringkat II.

Dok.UPT BP4K2P Kecamatan IV Koto :
Ichsan Kurniawan,SP dan Yoliza Atharis,S.Pi, M.Si dari UPT BP4K2P IV Koto

Alhamdulillah. Bersyukur kita semua atas prestasi ini. Dan Alhamdulillah sekali lagi Kecamatan IV Koto kembali mendapatkan kesempatan memperoleh penghargaan bahkan untuk 3 kategori. Semoga prestasi yang diperoleh dapat menjadi motivasi dalam melakukan penyuluhan, dalam mengembangkan usaha tani, dalam meningkatkatkan fungsi pelayanan informasi dan teknologi. Lebih baik dan lebih baik lagi. Aamiin.

Aneka Manfaat Kulit Pisang



oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP

Pisang merupakan tanaman yang mungkin hampir semua orang kenal karena buah ini merupakan buah umum yang aneka manfaat dan dikonsumsi oleh seluruh lapis kalangan. Namun, ada hal yang sering dan pada umumnya tidak kita sadari saat mengkonsumsi buah ini. Hampir semua orang membuang kulit pisang setelah mengkonsumsi buah pisang. Hal ini bias saja dikarenakan kita tidak mengetahui manfaat apa yang terkandung dalam kulit pisang yang bagi sebagian orang terlihat jelek sehingga muncul anggapan tidak ada manfaatnya.

Ternyata dewasa ini banyak penelitian yang justru mematahkan anggapan tersebut. Tidak hanya pada buah pisang, banyak aneka buah yang ternyata kulit buahnya bermanfaat sehingga justru sekarang malah diburu misalnya manggis, delima, dan lainnya.

Mungkin kita tidak akan menyangka bahwa kulit pisang hampir sama dahsyatnya dengan kulit manggis maupun delima. Mungkin sebgaian besar kita akan terkejut saat mendengar bahwa kulit pisang yang terlihat jelek itu justru bermanfaat untuk mempercantik dan mengobati penyakit kulit. Selain itu juga manfaatnya juga dapat digunakan untuk tanaman yakni sebagai kompos.

Pisang sendiri merupakan tanaman yang beberapa bagian tanamannya bermanfaat multi. Mulai dari batang, daun hingga seluruh bagian buahnya berfaedah untuk kesehatan misalnya ternyata dapat dimanfaatkan untuk mereduksi risiko kanker, bahkan kulitnya tersebut.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam blog “manfaat dan kandungan” bahwa
pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. ×paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir.
Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam.
Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.

Buah berwarna kuning cerah ini memiliki rasa yang khas dan istimewanya bisa mengganjal perut sebab kaya akan karbohidrat sehat. Pisang termasuk salah satu buah yang mudah dijumpai di mana-mana. Indonesia memang Negara tropis dan buah pisang adalah salah satu komoditas tanaman yang tumbuh subur di daerah tropis. Karena melimpah, buah pisang dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Khasiat pisang tak hanya sebagai sumber karbohidrat tetapi juga sumber vitamin, serat dan juga beta karoten. Kabarnya, konsumsi 1 pisang sehari akan menjauhkan Anda dari serangan jantung!

Kulit pisang dikenal memiliki sifat antijamur dan antibiotik. Kulit pisang sarat akan vitamin, mineral, dan serat. Lengkapnya, inilah 10 manfaat kulit pisang sebagaimana yang dirilis situs “apakabardunia.com”.
1.      Obat Alami untuk Psoriasis
Menurut dr.Yuliwaty dalam situs “majalahkesehatan.com” psoriasis ialah penyakit kulit di mana penderitanya mengalami proses pergantian kulit yang terlalu cepat. Kemunculan penyakit ini terkadang untuk jangka waktu lama atau hilang timbul. Penyakit ini secara klinis sifatnya tidak mengancam jiwa dan tidak menular, akan tetapi karena dapat muncul di bagian tubuh mana saja, penyakit ini dapat berdampak pada kualitas hidup penderitanya bila tidak dirawat dengan baik. Psoriasis dialami oleh banyak orang. Menurut situs “apakabardunia.com” kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagai obat alami untuk menyingkirkan psoriasis. Gosokkan bagian dalam kulit pisang di area yang terkena psoriasis.

Awalnya area tersebut akan menjadi merah, namun dengan penggunaan secara terus-menerus akan terlihat perbedaan hasilnya.

2.      Mengobati Jerawat
Kulit pisang juga bisa dimanfaatkan untuk kondisi kulit lainnya yaitu sebagai obat jerawat. Gosokkan bagian dalam kulit pisang pada jerawat. Setelah penggunaan rutin, jerawat tidak akan lagi terlihat. Untuk mendapatkan hasil terbaik, disarankan mengoleskan kulit pisang pada jerawat di malam hari.

3. Mengobati Kutil
Manfaat lain dari kulit pisang adalah mengobati kutil. Gosok bagian dalam kulit pisang pada kutil setiap malam, efeknya akan terlihat pada hari ke 7-10.
Sebagai alternatif, kulit pisang bisa dilekatkan pada kutil selama semalaman. Lihat hasilnya dalam 15 hari.

4. Mempercantik Kulit
Untuk kulit kenyal yang indah, gosokkan bagian dalam kulit pisang pada wajah sebelum tidur. Biarkan semalaman, cuci keesokan harinya dengan air hangat.

5. Mengatasi Iritasi & Gatal
Alergi, iritasi kulit, dan memar kulit juga dapat diobati dengan kulit pisang.
Jika kulit gatal, tempelkan bagian dalam kulit pisang pada area yang terkena gatal dan biarkan semalaman. Bahan kimia dalam kulit pisang akan membantu menyingkirkan rasa gatal.

6. Mengobati Luka
Luka karena cedera, terutama pada lutut dapat disembuhkan dengan kulit pisang.
Gosok lutut dengan bagian dalam kulit pisang dan lihat efek penyembuhannya.

7. Memutihkan Gigi
Beberapa orang mengklaim bahwa menggosokkan bagian dalam kulit pisang pada gigi secara teratur bisa membantu memutihkan gigi. Kulit pisang harus digosok pada gigi dengan gerakan melingkar. Jika kulit pisang digunakan setiap hari, efek pemutihan gigi akan terlihat dalam waktu sekitar dua minggu.

8. Mengatasi Gigitan Nyamuk
Bila terkena gigitan nyamuk, kulit menjadi teriritasi dan gatal.
Kulit pisang bisa digunakan untuk mengurangi pembengkakan, gatal, serta iritasi yang disebabkan oleh gigitan nyamauk.

9. Mengkilapkan Aksesoris Perak & Kulit
Kulit pisang ternyata bisa membuat aksesoris yang terbuat dari perak dan kulit kembali mengkilap. Sebelum digunakan, disarankan untuk melakukan pengujian dengan menempelkan sedikit kulit pisang di tempat yang tidak mudah terlihat pada aksesoris tersebut.

10. Pupuk Kompos & Pupuk Organik
Kulit pisang bisa juga digunakan sebagai pupuk kompos untuk tanaman.
Kadar kalium dan fosfor yang tinggi pada kulit pisang terbukti sangat membantu saat digunakan sebagai pupuk kompos.

  

      Selain itu beberapa manfaatnya yakni :

·         Sebagai sumber tenaga alternatif. Penelitian terbaru membuktikan kulit pisang mengandung tenaga listrik sehingga bisa menjadi tenaga batu batre. 

·         Sebagai pakan hewan ternak. Manfaat ini sudah banyak diketahui tentunya.

·         Pengganti semir sepatu. caranya cukup mudah, kupas kulit pisang dan gunakan kulit tersebut ke sepatu Anda.

·         Sebagai penjernih Air dan minyak. Kulit pisang yang paling baik adalah jenis pisang emas. Caranya, cukup masukkan ke dalam air dan juga minyak yang hendak dijernihkan.

Untuk dikonsumsi. Tahukah Anda bahwa saat ini telah banyak dikembangkan tepung terigu bernbahan dasar kulit pisang khususnya pisang ambon? Kualitasnya, tak kalah dibandingkan jenis tepung lainnya.


Nah, bila dikaitkan dengan budidaya pertanian, selain dapat dimanfaatkan sebagai kompos dan pakan ternak, maka hal ini menjadi peluang bisnis juga bagi petani atau agribis komoditi pisang ini dalam menghasilkan produk yang manfaatnya sangat banyak sebagaimana diuraikan di atas.

Referensi :
Situs Apa Kabar Dunia 
Blog Manfaat dan Kandungan 
Situs Majalah Kesehatan 

Jumat, 28 Maret 2014

Arahan Kebijakan Dan Program Kementan Tahun 2014

Menteri Pertanian Suswono mepaparkan tantangan dalam pembangunan pertanian ke depan yang tidaklah mudah dan sangat dipengaruhi kondisi perekonomian nasional yang belum menggembirakan.

Selain itu, Saat ini pemerintah sedang melaksanakan penghematan anggaran, direncanakan pemotongan anggaran Kementerian Pertanian sebesar Rp. 1,44 Trilyun pada tahun 2013. Sementara itu, berdasarkan pagu indikatif tahun 2014 anggaran Kementerian Pertanian juga mengalami penurunan yang cukup besar  (17,6%) dibandingkan tahun 2013, dimana pada pagu indikatif tahun 2014 anggaran pembangunan pertanian ditetapkan sebesar Rp 15,40 Trilyun.

Di hadapan 1.239 orang peserta Musrenbangtan Tahun 2013, Mentan menyampaikan arahan kebijakan dan program Kementan tahun 2014. Dengan kondisi keterbatasan yang ada, agar dalam merancang kegiatan tahun 2014, kita dituntut untuk lebih fokus dan memprioritaskan pada pencapaian target-target nasional, yaitu: (1) penuhi kebutuhan program untuk pencapaian swasembada padi, jagung, kedelai, tebu dan sapi; (2) arahkan untuk pencapaian percepatan diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor; (3) jangan kurangi sasaran Prioritas Nasional 2014 antara lain kegiatan SL-PTT, SRI, cetak sawah, optimasi lahan, pengembangan irigasi, perluasan areal kedelai, bongkar dan rawat ratoon tebu; dan (4) tetap mendukung program tematik nasional seperti kegiatan pengembangan Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular; pengembangan koridor ekonomi; percepatan pengentasan kemiskinan,  pencapaian target MDG’s; pembangunan daerah tertinggal dan wilayah perbatasan, serta percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Link Sumber : Perencanaan Setjen Deptan

Kamis, 27 Maret 2014

PERAN KELOMPOKTANI/GAPOKTAN DALAM PENGEMBANGAN LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT


Untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan akan pangan bagi seluruh penduduk di suatu wilayah, maka ketersediaan pangan menjadi sasaran utama dalam kebijakan pangan bagi pemerintahan suatu negara. Ketersediaan pangan tersebut dapat dipenuhi dari tiga sumber, yaitu: (1) produksi dalam negeri; (2) pemasukan pangan; dan (3) cadangan pangan. Bila terjadi kondisi rawan pangan yaitu kesenjangan antara produksi dengan kebutuhan pangan di suatu wilayah dapat diatasi dengan melepas cadangan pangan, oleh sebab itu cadangan pangan merupakan salah satu komponen penting dalam ketersediaan pangan.
Pemberdayaan dan perlindungan masyarakat dari kerawanan pangan dilakukan melalui upaya Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat, yaitu dengan memfasilitasi pembangunan fisik lumbung, pengisian cadangan pangan dan penguatan kelembagaan kelompoktani/gapoktan (gabungan kelompoktani).
Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan volume stok cadangan pangan di kelompok lumbung pangan untuk menjamin akses dan kecukupan pangan bagi anggotanya terutama yang mengalami kerawanan pangan; (2) meningkatkan kemampuan pengurus dan anggota kelompok dalam pengelolaan cadangan pangan; (3) meningkatkan fungsi kelembagaan cadangan pangan masyarakat dalam penyediaan pangan secara optimal dan berkelanjutan.
Upaya Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat dilaksanakan melalui : (1) pemberdayaan kelompoktani/gapoktan untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia dalam pengelolaan cadangan pangan; (2) optimalisasi sumberdaya yang tersedia; dan (3) penguatan kapasitas kelembagaannya. Dengan pemberdayaan tersebut diharapkan dapat dikembangkan cadangan pangan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
Organisasi dan pembinaan
Pengorganisasian dan pembinaan Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat dilaksanakan mulai dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten yang berada di bawah koordinasi Badan Ketahanan Pangan/instansi yang menangani ketahanan pangan.
Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat dilakukan selama tiga tahun melalui 3 (tiga) tahapan, yaitu tahap penumbuhan, tahap pengembangan, dan tahap kemandirian.
Tahap Penumbuhan, mencakup kegiatan : (1) identifikasi desa dan kelompoktani (2) Sosialisasi; (3) seleksi (4) penetapan; (5) pembangunan fisik lumbung yang difasilitasi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pertanian yang dibangun di atas lahan milik kelompok atau lahan yang sudah dihibahkan kepada kelompok. (6) inventarisasi.
Tahap pengembangan, mencakup kegiatan: (1) verifikasi; (2) penetapan lokasi dan kelompoktani ; (3) sosialisasi kegiatan; (4) pelatihan; (5) penyusunan RUK ( Rencana Usaha kelompok); (6) penyaluran Dana Bantuan Sosia untuk pengisian cadangan pangan; (7) pengisian cadangan pangan; (8) penguatan kelembagaan kelompoktani; (9) penguatan cadangan pangan; (10) pembinaaan.
Tahap Kemandirian, mencakup kegiatan: (1) penyaluran dana Bantuan Sosial untuk penguatan modal; (2) pemantapan kelembagaan lumbung pangan; (3) pemantapan cadangan pangan;(4) pelatihan dalam rangka menunjang keberlanjutan; (5) pendampingan
Pelaksanaan
Kelompoktani/gapoktan sebagai pelaksana pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) melaksanakan pertemuan rutin kelompok secara berkala dan terjadwal, minimal satu bulan sekali, dengan membuat daftar hadir peserta rapat dan notulen rapat; (2) membuat aturan dan sanksi tertulis yang disepakati dan mengikat seluruh anggota kelompok sebagai organisasi kelembagaan lumbung pangan yang dituangkan dalam AD/ART; (3) menyusun RUK dan rencana pelaksanaan kegiatan secara musyawarah mufakat yang melibatkan seluruh anggota; (4) melaksanakan seluruh kegiatan secara swakelola dan swadaya masyarakat dalam pengadaan cadangan pangan. Dalam pembelian cadangan pangan gabah/beras/pangan spesifik lain dapat bersumber dari hasil panen anggotanya atau desa sekitarnya; (5) melakukan pengembangan cadangan pangan melalui iuran kelompok yang besarnya disepakati oleh kelompok; (6) membangun kerja sama pengelolaan lumbung pangan yang transparan dan akuntabel antara pengurus dan anggotanya; (7) memanfaatkan dana bantuan Sosial sesuai dengan RUK yang telah disepakati dan disetujui oleh kabupaten/provinsi dan dana bantuan sosial tersebut tidak dapat dialokasikan untuk kegiatan lainnya. Dana Bantuan Sosial yang belum dimanfaatkan harus tersimpan di rekening kelompok, bukan di rekening salah satu pengurus kelompok; (8) melakukan pengelolaan dan pengembangan cadangan pangan dengan aturan yang jelas dan tertulis termasuk besaran jasa pinjaman diatur sesuai dengan kesepakatan kelompok; (9) memiliki cadangan pangan yang selalu tersedia sepanjang tahun dalam lumbung kelompok sebagai iron stock. Jumlah/volume iron stock merupakan hasil perhitungan banyaknya jumlah anggota dan keluarganya dikalikan dengan kebutuhan konsumsi pangan selama 3 (tiga) bulan. Apabila iron stock sudah terpenuhi, pangan selebihnya dapat dikelola oleh kelompok untuk mendukung keperluan operasional pengelolaan lumbung. Kegiatan tersebut dapat berupa pelayanan simpan-pinjam atau jasa lain yang diatur dalam kesepakatan kelompok; (10) melakukan penggantian dan penyegaran cadangan pangan secara periodik sesuai dengan daya tahan simpan (beras mempunyai daya tahan simpan 3 bulan tanpa perlakuan sedangkan gabah mempunyai daya tahan simpan mencapai 1 (satu) tahun setelah dilakukan pengeringan dengan kadar air 14 - 18 %); (11) melakukan peningkatan kemampuan manajemen kelompok; (12) melakukan pencatatan dan pembukuan secara baik, rapi dan teratur, baik pembukuan keuangan maupun pembukuan arus keluar masuk cadangan pangan; (13) melaporkan kondisi cadangan pangan ke kabupaten/kota secara rutin setiap bulan
Sumber: Peraturan Menteri Pertanian nomor : 15/permentan/ot.140/2/2013 tentang pedoman pengembangan lumbung pangan masyarakat
Penulis : Marwati (Penyuluh, Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP, Kementan)

Sumber Link : Cyber Extention


Rabu, 23 Oktober 2013

Baa, Baa, Black Sheep

Baa, baa, black sheep

Baa, baa, black sheep
Have you any wool?
Yes sir, yes sir,
Three bags full

One for my master,
One for my dame,
One for the little boy
Who lives down the lane

Baa, baa, black sheep
Have you any wool?
Yes sir, yes sir,
Three bags full