Selasa, 31 Januari 2012

Reguk Manisnya, Nikmati Manfaatnya


Oleh : ICHSAN KURNIAWAN
Beberapa bulan lalu saat mengikuti penilaian lomba nagari/ desa di Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, pihak nagari selaku tuan rumah menyajikan minuman khas produk nagari tersebut yakni tebu asam. Minuman tersebut memang menjadi ciri khas karena potensi wilayah nagari/desa Sungai Landia adalah komoditi tebu. Produk utama nagari ini yakni gula merah (saka). Walaupun masih diolah dengan kilangan tradisional, namun produk saka masih merupakan produk unggulan wilayah ini.
 Akhir-akhir ini muncul varian produk olahan komoditi tebu. Produk tersebut berupa minuman tebu panggang atau tebu asam. Minuman ini menjadi minuman kesehatan bagi masyarakat umum yang katanya bisa mengobati penyakit seperti radang tenggorokan dan batuk. Sebenarnya produk tersebut bukanlah produk yang sepenuhnya baru dari komoditi tebu, namun merupakan modifikasi dari bentuk usaha minuman air tebu yang telah biasa dijumpai. Saya ingat sekali waktu saya kecil, orang tua sering membelikan minuman air perasan tebu (air tebu) yang dijajakan di pasar. Air tebu tersebut dicampur dama atau juga daun kacang.
Sebenarnya manfaat tebu sangat beragam. “Orang tua tua” kita zaman dahulu sebenarnya juga telah mewariskan secara turun temurun pengetahuan tentang manfaat tebu/ “air perasan tebu” kepada kita. Contohnya saja saat ini diwaktu anak-anak demam, ibu selalu menganjurkan saya untuk membeli  dan memberikan minuman tebu sebagai obat penurun demam/ panas badan anak. Dan sampai hari ini hal itu cukup terbukti karena sebelum mengambil keputusan memberikan obat panas dari produk medis sintetis, saya selalu mencoba meredakan panasnya secara alami misalnya dengan minuman tebu tersebut.
Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan komoditi tebu ternyata menyimpan segudang manfaat. Berikut beberapa manfaat dari tebu dalam membantu mengatasi masalah penyakit sehari-hari :
-       Obat Demam/ Pereda Panas, bentuk konsumsinya adalah air perasan tebu. Jika kita mempunyai atau justru berkebun tebu, tinggal ambil beberapa ruas tebu untuk diperas dan diminum airnya.
-       Obat Batuk, juga sama dengan obat demam/ pereda panas.
-       Obat Mimisan, untuk obat mimisan bagian yang diambil adalah bagian ujungnya dan direbus dalam air. Air rebusan tersebut diminum.
-       Obat Masuk Angin, untuk obat masuk angin ini bagian yang diambil bukan batang tebunya melainkan daunnya 3-5 helai yang kemudian direbus dalam air. Air rebusan tersebut disaring dan diminum sehari 3 kali.
-       Penguat Gigi, untuk memelihara kesehatan gigi, air perasan tebu yang disajikan dalam bentuk minuman dan ditambahkan air jeruk nipis dapat membantu dalam menguatkan gigi.
-       Pereda jantung berdebar dan susah tidur, selain air tebu, untuk permasalahan jantung berdebar meminum bagian 3 genggam akar tebu yang direbus dengan 2 gelas air dan disaring dapat menormalkan pacuan denyut jantung.
Selain beberapa manfaat di atas, komoditi ini juga “manis” untuk memelihara tubuh dari penyakit-penyakit yang agak tergolong berat di antaranya : kanker payudara, prostat, dan pencegah penyakit stroke. Hal ini tentu saja dilakukan dengan meminum/ konsumsi air tebu secara rutin dalam membantu menjaga metabolisme dan aktivitas tubuh agar tetap normal dan berjalan baik.

Pak Tani

by SLANK


Sang kancil curi laser discnya
Pak tani lupa pasang alarm
Untung TV warnanya nggak ilang
Untung Mobil BMW nya juga nggak dibawa

Kapan-kapan ? semua itu akan terjadi
Entah kapan ? para petani hidup bagai orang di kota

Nggak mungkin, nggak mungkin
Semua itu akan terjadi
103 tahun mungkin
Nggak mungkin, nggak mungkin
Semua itu terjadi
100 tahun lagi mungkin

Petani bajak sawah pake traktor
Kerja rutin kontrol sawah
Numpak harley ngitung laba panen pake komputer
Ngirim order beras pake helikopter

Potret Panen


(songs 'n lyrics by Iwan Fals)

Panen tiba petani desa
Memetik harapan
Bocah bocah berlari lincah
Dipematang sawah

Padi menguning lambai menjuntai
Ramai dituai
Riuh berlagu lesung bertalu
Irama merdu

Senja datang mereka pulang
Membawa harapan
Pesta pora hama dilumbung
Nyanyikan tralala

Balai reot bambu rapuh
Menyambut tubuh
Penat raga
Sarat peluh luruh

Mata belum sempat pejam
Terbayang cemas
Gaung hama
Semakin mengganas

Senin, 30 Januari 2012

Petunjuk Pembuatan Kompos Trichoderma

oleh : ICHSN KURNIAWAN,SP


Organisme Penganggu Tanaman (OPT) merupakan salah satu ancaman utama dalam sistem usaha tani dapat merusak kualitas maupun kuantitas produk usaha tani. Untuk mengatasi OPT tersebut umumnya petani menggunakan cara kimiawi yaitu dengan pestisida.
Foto : Perbanyakan Trichoderma by Ichsan

Disamping itu dalam usaha peningkatan produksi, petani pada umumnya menggunakan pupuk buatan, seperti Urea, SP 36, ZA, NPK, KCl dan lain-lain dimana pupuk buatan pabrik tersebut harganya semakin mahal dan kadang-kadang sulit didapat (langka).

Pestisida dan pupuk pabrik adalah merupakan bahan kimia yang apabila digunakan terus menerus untuk usaha budidaya tanaman akan terjadi dampak yang tidak kita ingini seperti :



-
-
-
-
Pencemaran lingkungan
Hama dan penyakit tanaman
Tanah menjadi keras
Tanaman mengandung residu pestisida dan residu kimia dari pupuk pabrik



Untuk mengantisipasi keadaan tersebut di atas, maka salah satu jalan yang dapat ditempuh adalah dengan penggunaan Agent Hayati, untuk pengendalian hama dan penyakit dan penggunaan kompos jerami dengan menggunakan agent hayati Trichoderma.


Manfaat Kompos Jerami dengan Trichoderma


1.
Kompos jerami
Sebagai pupuk alami yang dapat menyuburkan tanaman padi.


2.
Trichoderma


-

-
Sebagai media untuk mempercepat proses pelapukan jerami dan pupuk kandang.

Sebagai media/bahan untuk pengendali penyakit tular tanah.







Cara Pembuatan


A.
Bahan-bahan yang diperlukan :
Jerami, pupuk kandang, kapur pertanian, pupuk urea, SP 36, air, cendawan trichoderma dan plastik.


B.
Dosis/ jumlah bahan yang diperlukan setiap 1 meter bujur sangkar (1m3) adalah :


1.
2.
3.
4.
Jerami = 1 m3
Pupuk kandnag = 20 Kg
Pupuk urea = 0,3 Kg
Pupuk SP36 = 0,15 Kg
5.
6.
7.
8.
Trichoderma = 1 Kg (1 bungkus)
Kapur pertanian = 0,5 Kg
Air secukupnya
Plastik hitam = 1,5 m2


Untuk luas 1 ha diperlukan bahan-bahan sebagai berikut :


1.
2.
3..
4.
5.
6.
7.
8.
Jerami = 50-60 m3
Pupuk kandang = 1,2-1,5 ton
Pupuk urea = 18 Kg
Pupuk SP 36 = 9 Kg
Kapur pertanian = 30 Kg
Trichoderma = 50-60 Kg
Air + 60 ember (secukupnya)
Plastik hitam + 65 meter



C.
Langakah kerja dalam pembuatan kompos jerami dengan cendawan trichoderma untuk luas 1 m3 sebagai berikut :
  1. jerami 1 m3 diambil/dijadikan 4 bagian
  2. pupuk kandnag 20 Kg + urea = 0,3 Kg + SP 36 = 0,15 Kg + Kapur = 0,5 Kg diaduk sampai rata dan dibuat 4 bagian
  3. 1 (satu) bagian jerami disusun setinggi 25 cm/sampai rata, kemudian ditaburkan 1 bagian pupuk kandang sampai rata dan ditaburkan 0,25 Kg trichoderma (1/4 bungkus) sampai rata dan disiram dengan air secukupnya sampai rata, di atasnya disusun lagi jerami setinggi 25 cm, ditaburkan lagi 1 bagian pupuk kandang.
Sampai rata dan ditaburkan lagi 0,25 Kg Trichoderma sampai rata dan disiram lagi dengan air secukupnya.

Kemudian disusun lagi dengan perlakuan yang sama sehingga mencapai tinggi jerami.
100 cm dan akhirnya ditutup kembali dengan plastik hitam.
Setiap 2 hari sekali disiram dengan air secukupnya, dan setiap 10 hari jerami harus dibalik agar proses pelapukan merata.
Setelah kompos berumur 21-30 hari sudah dapat untuk pemukukan padi sawah (sebagai pupuk dasar). Penggunaan pupuk kompos dilaksankan pada pengolahan tanah terakhir dan dapat juga digunakan untuk pemukukan ulangan (susulan).

Pembuatan kompos jerami sebaliknya ditempatkan pada tempat yang teduh agar plastik hitam yang dipakai tidak cepat rusak. Plastik hitam yang sudah dipakai, dapat dipakai lagi selama 3 kali pembuatan kompos.





Minggu, 29 Januari 2012

Mengenal Peranan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)

oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP
 
Apa itu Zat Pengatur Tumbuh ? Dan sebenarnya bagaimana peran ZPT- istilah populernya dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Mungkin bagi mahasiswa dengan disiplin ilmu pertanian atau biologi, istilah ini tidak asing bagi kita. Saya ingat, di masa saya menjalani pendidikan di Bogor dulu, istilah ini merupakan istilah yang menjadi makanan wajib. Namun untuk lebih dekatnya, berikut pengenalan terhadap ZPT, tipe dan fungsinya terhadap tanaman dari himpunan beberapa literatur.

1. Lima tipe utama ZPT

Ahli biologi tumbuhan telah mengidentifikasi 5 tipe utama ZPT yaitu auksin, sitokinin, giberelin, asam absisat dan etilen (Tabel 1). Tiap kelompok ZPT dapat menghasilkan beberapa pengaruh yaitu kelima kelompok ZPT mempengaruhi pertumbuhan, namun hanya 4 dari 5 kelompok ZPT tersebut yang mempengaruhi perkembangan tumbuhan yaitu dalam hal diferensiasi sel.

Seperti halnya hewan, tumbuhan memproduksi ZPT dalam jumlah yang sangat sedikit, akan tetapi jumlah yang sedikit ini mampu mempengaruhi sel target. ZPT menstimulasi  pertumbuhan dengan memberi isyarat kepada sel target untuk membelah atau memanjang, beberapa ZPT menghambat pertumbuhan dengan cara menghambat pembelahan atau pemanjangan sel. Sebagian besar molekul ZPT dapat mempengaruhi metabolisme dan perkembangan sel-sel tumbuhan. ZPT melakukan ini dengan cara mempengaruhi lintasan sinyal tranduksi pada sel target. Pada tumbuhan seperti halnya pada hewan, lintasan ini menyebabkan respon selular seperti mengekspresikan suatu gen, menghambat atau mengaktivasi enzim, atau mengubah membran.

Pengaruh dari suatu ZPT bergantung pada spesies tumbuhan, situs aksi ZPT pada tumbuhan, tahap perkembangan tumbuhan dan konsentrasi ZPT. Satu ZPT tidak bekerja sendiri dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, pada umumnya keseimbangan konsentrasi dari beberapa ZPT-lah yang akan mengontrol pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan

Auksin : Mempengaruhi pertambahan panjang batang, pertumbuhan, diferensiasi dan percabangan akar; perkembangan buah; dominansi apikal; fototropisme dan geotropisme.

Sitokinin : Mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar; mendorong pembelahan sel dan pertumbuhan secara umum, mendorong perkecambahan; dan menunda penuaan.

Giberelin : Mendorong perkembangan biji, perkembangan kuncup, pemanjangan batang dan pertumbuhan daun; mendorong pembungaan dan perkembangan buah; mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar.

Asam absisat (ABA) : Menghambat pertumbuhan; merangsang penutupan stomata pada waktu kekurangan air, memper-tahankan dormansi.

Etilenn : Mendorong pematangan; memberikan pengaruh yang berlawanan dengan beberapa pengaruh auksin; mendorong atau menghambat pertumbuhan dan perkembangan akar, daun, batang dan bunga.      Meristem apikal tu-nas ujung, daun muda, embrio dalam biji.

2. Peranan ZPT

2.1. Auksin

Istilah auksin diberikan pada sekelompok senyawa kimia yang memiliki fungsi utama mendorong pemanjangan kuncup yang sedang berkembang. Beberapa auksin dihasikan secara alami oleh tumbuhan, misalnya IAA (indoleacetic acid), PAA (Phenylacetic acid), 4-chloroIAA (4-chloroindole acetic acid) dan IBA (indolebutyric acid) dan beberapa lainnya merupakan auksin  sintetik, misalnya NAA (napthalene acetic acid), 2,4 D (2,4 dichlorophenoxyacetic acid) dan MCPA (2-methyl-4 chlorophenoxyacetic acid) .

Gambar 2 menunjukkan pengaruh IAA terhadap pertumbuhan batang dan akar tanaman kacang kapri. Kecambah yang diberi perlakuan IAA menunjukkan pertambahan tinggi yang lebih besar (kanan) dari tanaman kontrol (kurva hitam). Tempat sintesis utama auksin pada tanaman yaitu di daerah meristem apikal tunas ujung. IAA yang diproduksi di tunas ujung tersebut diangkut ke bagian bawah dan berfungsi mendorong pemanjangan sel batang. IAA mendorong pemanjangan sel batang hanya pada konsentrasi tertentu yaitu 0,9 g/l. Di atas konsentrasi tersebut IAA akan menghambat pemanjangan sel batang. Pengaruh menghambat ini kemungkinan terjadi karena konsentrasi IAA yang tinggi mengakibatkan tanaman mensintesis ZPT lain yaitu etilen yang memberikan pengaruh berlawanan dengan IAA. Berbeda dengan pertumbuhan batang, pada akar (kurva merah), konsentrasi IAA yang rendah (<10-5 g/l) memacu pemanjangan sel-sel akar, sedangkan konsentrasi IAA yang tinggi menghambat pemanjangan sel akar. Dari Gambar 2 dapat disimpulkan :

1.  Pemberian ZPT yang sama tetapi dengan konsentrasi yang berbeda menimbulkan pengaruh yang berbeda pada satu sel target.

2.  Pemberian ZPT dengan konsentrasi tertentu dapat memberikan pengaruh yang berbeda pada sel-sel target yang berbeda.



Mekanisme kerja auksin dalam mempengaruhi pemanjangan sel-sel tanaman di atas dapat dijelaskan dengan hipotesis sebagai berikut : auksin menginisiasi pemanjangan sel dengan cara mempengaruhi pengendoran /pelenturan dinding sel. Seperti terlihat pada Gambar 3, auksin memacu protein tertentu yang ada di membran plasma sel tumbuhan untuk memompa ion H+ ke dinding sel. Ion H+ ini mengaktifkan enzim tertentu sehingga memutuskan beberapa ikatan silang hidrogen rantai molekul selulosa penyusun dinding sel. Sel tumbuhan kemudian  memanjang akibat air yang masuk secara osmosis. Setelah pemanjangan ini, sel terus tumbuh dengan mensintesis kembali material dinding sel dan sitoplasma.

Selain memacu pemanjangan sel yang menyebabkan pemanjangan batang dan akar, peranan auksin lainnya adalah kombinasi auksin dan giberelin (Gambar 1) memacu perkembangan  jaringan pembuluh dan mendorong pembelahan sel pada kambium pembuluh sehingga mendukung pertumbuhan diameter batang. Selain itu auksin (IAA) sering dipakai pada budidaya tanaman antara lain : untuk menghasilkan buah tomat, mentimun dan terong tanpa biji; dipakai pada pengendalian pertumbuhan gulma berdaun lebar dari tumbuhan dikotil di perkebunan jagung ; dan memacu perkembangan meristem akar adventif dari stek mawar dan bunga potong lainnya.

2.2. Sitokinin

Sitokinin merupakan ZPT yang mendorong pembelahan (sitokinesis). Beberapa macam sitokinin merupakan sitokinin alami (misal : kinetin, zeatin) dan beberapa lainnya merupakan sitokinin sintetik. Sitokinin alami dihasilkan pada jaringan yang tumbuh aktif terutama pada akar, embrio dan buah. Sitokinin yang diproduksi di akar selanjutnya diangkut oleh xilem menuju sel-sel target pada batang.

Ahli biologi tumbuhan juga menemukan bahwa sitokinin dapat meningkatkan pembelahan, pertumbuhan dan perkembangan kultur sel tanaman. Sitokinin juga menunda penuaan daun,  bunga dan buah dengan cara mengontrol dengan baik proses kemunduran yang menyebabkan kematian sel-sel tanaman. Penuaan pada daun melibatkan penguraian klorofil dan protein- protein, kemudian produk tersebut diangkut oleh floem ke jaringan meristem atau bagian lain dari tanaman yang membutuhkannya. Daun kacang jogo (Phaseolus vulgaris) yang ditaruh dalam wadah berair dapat ditunda penuaannya beberapa hari apabila disemprot dengan sitokinin (Gambar 5b). Sitokinin juga dapat menghambat penuaan bunga dan buah. Penyemprotan sitokinin pada bunga potong dilakukan agar bunga tersebut tetap segar.
                                             

Pada tumbuhan, efek sitokinin sering dipengaruhi oleh keberadaan auksin. Gambar 6 menunjukkan percobaan sederhana tentang interaksi pengaruh auksin dan sitokinin. Kedua tanaman pada Gambar 6 ini memiliki umur yang sama. Tanaman di sebelah kiri memiliki tunas ujung (tunas terminal); sedangkan tanaman di sebelah kanan kuncup terminalnya sudah dipotong. Pada tanaman di sebelah kiri, auksin yang diangkut dari kuncup terminal ke batang memacu pertumbuhan memanjang batang sehingga tanaman menjadi bertambah tinggi. Pada tanaman ini auksin menghambat pertumbuhan tunas samping (tunas lateral/aksilar). Pada tanaman di sebelah kanan karena tidak memiliki kuncup terminal, pengaruh menghambat dari auksin terhadap pertumbuhan tunas aksilar tidak terjadi. Sitokinin yang ditransportasikan dari akar ke batang mampu mengaktifkan pertumbuhan tunas-tunas samping sehingga tanaman memiliki cabang yang banyak dan menjadi rimbun. Pengetahuan tentang penggunaan sitokinin ini dimanfaatkan oleh petani yang memproduksi pohon natal untuk menghasilkan cabang-cabang yang menarik pada pohon tersebut.

Sebagian besar tumbuhan memiliki pola pertumbuhan yang kompleks yaitu tunas lateralnya tumbuh bersamaan dengan tunas terminalnya. Pola pertumbuhan ini merupakan hasil interaksi antara auksin dan sitokinin dengan perbandingan tertentu. Sitokinin diproduksi dari akar dan diangkut ke tajuk, sedangkan auksin dihasilkan di kuncup terminal kemudian diangkut ke bagian bawah tumbuhan. Auksin cenderung menghambat aktivitas meristem lateral yang letaknya berdekatan dengan meristem apikal sehingga membatasi pembentukan tunas-tunas cabang dan fenomena ini disebut dominasi apikal. Kuncup aksilar yang terdapat di bagian bawah tajuk (daerah yang berdekatan dengan akar) biasanya akan tumbuh memanjang dibandingkan dengan tunas aksilar yang terdapat dekat dengan kuncup terminal. Hal ini menunjukkan ratio sitokinin terhadap auksin yang lebih tinggi pada bagian bawah tumbuhan.

Interaksi antagonis antara auksin dan sitokinin juga merupakan salah satu cara tumbuhan dalam mengatur derajat pertumbuhan akar dan tunas, misalnya jumlah akar yang banyak akan menghasilkan sitokinin dalam jumlah banyak. Peningkatan konsentrasi sitokinin ini akan menyebabkan sistem tunas membentuk cabang dalam jumlah yang lebih banyak. Interaksi  antagonis ini umumnya juga terjadi di antara ZPT tumbuhan lainnya.

2.3. Giberelin

Gambar 5 menunjukkan 2 kelompok tanaman padi yang sedang tumbuh. Kelompok di sebelah kiri adalah tanaman padi dengan pertumbuhan normal; sedangkan tanaman di sebelah kiri adalah tanaman padi dengan tinggi tanaman yang lebih besar tetapi memiliki daun yang berwarna kuning. Tanaman padi ini telah terinfeksi oleh cendawan Gibberella fujikuroi. Bibit padi yang telah terinfeksi akan rebah dan mati sebelum sempat menjadi dewasa dan berbunga. Selama berabad-abad petani padi di Asia mengalami kerugian akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh cendawan ini. Di Jepang, pola pertumbuhan yang menyimpang ini disebut juga dengan “bakanae” atau “foolish seedling disease” atau “penyakit rebah anakan/kecambah“ .

Pada tahun 1926, ilmuwan Jepang (Eiichi Kurosawa) menemukan bahwa cendawan Gibberella fujikuroi mengeluarkan senyawa kimia yang menjadi penyebab penyakit tersebut. Senyawa kimia tersebut dinamakan Giberelin. Belakangan ini, para peneliti menemukan bahwa giberelin dihasilkan secara alami oleh tanaman yang memiliki fungsi sebagai ZPT. Penyakit rebah kecambah ini akan muncul pada saat tanaman padi terinfeksi oleh cendawan Gibberella fujikuroi yang menghasilkan senyawa giberelin dalam jumlah berlebihan.

Pada saat ini dilaporkan terdapat lebih dari 110 macam senyawa giberelin yang biasanya disingkat sebagai GA. Setiap GA dikenali dengan angka yang terdapat padanya, misalnya GA6 . Giberelin dapat diperoleh dari biji yang belum dewasa (terutama pada tumbuhan dikotil), ujung akar dan tunas , daun muda dan cendawan. Sebagian besar GA yang diproduksi oleh tumbuhan adalah dalam bentuk  inaktif, tampaknya memerlukan prekursor untuk menjadi bentuk aktif. Pada spesies tumbuhan dijumpai kurang lebih 15 macam GA. Disamping terdapat pada tumbuhan ditemukan juga pada alga, lumut dan paku, tetapi tidak pernah dijumpai pada bakteri. GA ditransportasikan melalui xilem dan floem, tidak seperti auksin pergerakannya bersifat tidak polar.

Asetil koA, yang berperan penting pada proses respirasi berfungsi sebagai prekursor pada sintesis GA. Kemampuannya untuk meningkatkan pertumbuhan pada tanaman lebih kuat dibandingkan dengan pengaruh yang ditimbulkan oleh auksin apabila diberikan secara tunggal. Namun demikian auksin dalam jumlah yang sangat sedikit tetap dibutuhkan agar GA dapat memberikan efek yang maksimal.

Sebagian besar tumbuhan dikotil dan sebagian kecil tumbuhan monokotil akan tumbuh cepat jika diberi GA, tetapi tidak demikian halnya pada tumbuhan konifer misalnya pinus. Jika GA diberikan pada tanaman kubis tinggi tanamannya bisa mencapai 2 m. Banyak tanaman yang secara genetik kerdil akan tumbuh normal setelah diberi GA.

Efek giberelin tidak hanya mendorong perpanjangan batang, tetapi juga terlibat dalam proses regulasi perkembangan tumbuhan seperti halnya auksin (Gambar 4). Pada beberapa tanaman pemberian GA bisa memacu pembungaan dan mematahkan dormansi tunas-tunas serta biji.
    
Disintesis pada ujung batang dan akar, giberelin menghasilkan pengaruh yang cukup luas. Salah satu efek utamanya adalah mendorong pemanjangan batang dan daun. Pengaruh GA  umumnya meningkatkan kerja auksin, walaupun mekanisme interaksi kedua ZPT tersebut belum diketahui secara pasti. Demikian juga jika dikombinasikan dengan auksin, giberelin akan  mempengaruhi perkembangan buah misalnya menyebabkan tanaman apel, anggur, dan terong menghasilkan buah walaupun tanpa fertilisasi. Diketahui giberelin digunakan secara luas untuk menghasilkan buah anggur tanpa biji pada varietas Thompson. Giberelin juga menyebabkan ukuran buah anggur lebih besar dengan jarak antar buah yang lebih renggang di dalam satu gerombol

Giberelin juga berperan penting dalam perkecambahan biji pada banyak tanaman. Biji-biji yang membutuhkan kondisi lingkungan khusus untuk berkecambah seperti suhu rendah akan segera berkecambah apabila disemprot dengan giberelin. Diduga giberelin yang terdapat di dalam biji merupakan penghubung antara isyarat lingkungan dan proses metabolik yang menyebabkan pertumbuhan embrio. Sebagai contoh, air yang tersedia dalam jumlah cukup akan menyebabkan embrio pada biji rumput-rumputan mengeluarkan giberelin yang mendorong perkecambahan dengan memanfaatkan cadangan makanan yang terdapat di dalam biji. Pada beberapa tanaman, giberelin menunjukkan interaksi antagonis dengan ZPT lainnya misalnya dengan asam absisat yang menyebabkan dormansi biji.

2.4. Asam absisat (ABA)

Musim dingin atau masa kering merupakan waktu dimana tanaman beradaptasi menjadi dorman (penundaan pertumbuhan). Pada saat itu, ABA yang dihasilkan oleh kuncup menghambat pembelahan sel pada jaringan meristem apikal dan pada kambium pembuluh sehingga menunda pertumbuhan primer maupun sekunder. ABA juga memberi sinyal pada kuncup untuk membentuk sisik yang akan melindungi kuncup dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Dinamai dengan asam absisat karena diketahui bahwa ZPT ini menyebabkan absisi/ rontoknya daun tumbuhan pada musim gugur. Nama tersebut telah popular walaupun para peneliti tidak pernah membuktikan kalau ABA terlibat dalam gugurnya daun.

Pada kehidupan suatu tumbuhan, merupakan hal yang menguntungkan untuk menunda/menghentikan pertumbuhan sementara. Dormansi biji sangat penting terutama bagi tumbuhan setahun di daerah gurun atau daerah semiarid, karena proses perkecambahan dengan suplai air terbatas akan mengakibatkan kematian. Sejumlah faktor lingkungan diketahui mempengaruhi dormansi biji, tetapi pada banyak tanaman ABA tampaknya bertindak sebagai penghambat utama perkecambahan. Biji-biji tanaman setahun tetap dorman di dalam tanah sampai air hujan mencuci ABA keluar dari biji. Sebagai contoh, tanaman dune primroses (bunga putih) dan tanaman matahari (bunga kuning) di gurun Anza - Borrego (California), biji- bijinya akan berkecambah setelah hujan deras .

Sebagamana telah dibahas di atas bahwa giberelin juga berperan dalam perkecambahan biji. Pada banyak tumbuhan, rasio ABA terhadap giberelin menentukan apakah biji akan tetap dorman atau berkecambah. Hal yang sama juga terdapat pada kasus dormansi kuncup yang pertumbuhannya dikontrol oleh keseimbangan konsentrasi antar ZPT. Sebagai contoh pada pertumbuhan kuncup dorman tanaman apel, walaupun konsentrasi ABA pada kenyataannya lebih tinggi, tetapi gibberellin dengan konsentrasi yang tinggi pada kuncup yang sedang tumbuh menunjukkan pengaruh yang sangat kuat pada penghambatan pertumbuhan tunas dorman.

Selain perannya pada dormansi, ABA berperan juga sebagai “ stress plant growth hormon” yang membantu tanaman tersebut menghadapi kondisi yang tidak menguntungkan, misalnya pada saat tumbuhan mengalami dehidrasi, ABA diakumulasikan di daun dan menyebabkan stomata menutup. Hal ini walaupun mengurangi laju fotosintesis, tumbuhan akan terselamatkan dari kehilangan air lebih banyak melalui proses transpirasi.

2.5. Etilen

Di awal abad 20, buah jeruk dan anggur diperam di dalam gudang yang dilengkapi dengan kompor minyak tanah. Semula petani buah mengira bahwa hawa panas itu yang  mematangkan buah, tetapi dugaan tersebut tidak terbukti ketika mereka mencoba metode baru menggunakan kompor yang dilengkapi dengan pembersih (tanpa polusi) yang menghasilkan buah-buah yang tidak cepat matang. Ahli biologi tumbuhan menduga bahwa pematangan buah yang disimpan di dalam gudang tersebut sebenarnya berkaitan dengan produksi etilen yaitu gas hasil pembakaran minyak tanah. Sekarang diketahui bahwa tumbuhan secara alami menghasilkan etilen yang merupakan ZPT yang berperan memacu penuaan termasuk pematangan buah.

2.5.1. Pematangan Buah

Pematangan buah merupakan suatu variasi dari proses penuaan melibatkan konversi pati atau asam-asam organik menjadi gula, pelunakan dinding-dinding sel, atau perusakan membran  sel yang berakibat pada hilangnya cairan sel sehingga jaringan mengering. Pada tiap-tiap kasus, pematangan buah distimulasi oleh gas etilen yang berdifusi ke dalam ruang-ruang antarsel buah. Gas tersebut juga dapat berdifusi melalui udara dari buah satu ke buah lainnya, sebagai contoh satu buah apel ranum akan mampu mematangkan keseluruhan buah dalam satu lot. Buah akan matang lebih cepat jika buah tersebut disimpan di dalam kantung plastik yang mengakibatkan gas etilen terakumulasi.



Pada skala komersial berbagai macam buah misalnya tomat sering dipetik ketika masih dalam keadaan hijau dan kemudian sebagian dimatangkan dengan mengalirkan gas etilen (Gambar 11). Pada kasus lain, petani menghambat proses pematangan akibat gas etilen alami. Penyimpanan buah apel yang dialiri dengan gas CO2 yang selain berfungsi menghambat kerja etilen, juga mencegah akumulasi etilen. Dengan teknik ini buah apel yang di panen pada musim gugur dapat disimpan untuk dijual pada musim panas berikutnya.

2.5.2. Pengguguran Daun

Seperti halnya pematangan buah, pengguguran daun pada setiap musim gugur yang diawali dengan terjadinya perubahan warna, kemudian daun mengering dan gugur adalah juga merupakan proses penuaan. Warna pada daun yang akan gugur merupakan kombinasi pigmen-pigmen baru yang dibentuk pada musim gugur, kemudian pigmen-pigmen yang telah terbentuk tersebut tertutup oleh klorofil. Daun kehilangan warna hijaunya pada musim gugur karena daun-daun tersebut berhenti mensintesis pigmen klorofil.

Peranan etilen dalam memacu gugurnya daun lebih banyak diketahui daripada peranannya dalam hal perubahan warna daun yang rontok dan pengeringan daun. Pada saat daun rontok, bagian pangkal tangkai daunnya terlepas dari batang. Daerah yang terpisah ini disebut lapisan absisi yang merupakan areal sempit yang tersusun dari sel-sel parenkima berukuran kecil dengan dinding sel yang tipis dan lemah.

Setelah daun rontok, daerah absisi membentuk parut/luka pada batang. Sel-sel yang mati menutupi parut untuk membantu melindungi tumbuhan terhadap patogen.

Gugurnya daun dipacu juga oleh faktor lingkungan, termasuk panjang hari yang pendek pada musim gugur dan suhu yang rendah. Rangsangan dari faktor lingkungan ini menyebabkan  perubahan keseimbangan antara etilen dan auksin. Auksin mencegah absisi dan tetap mempertahankan proses metabolisme daun, tetapi dengan bertambahnya umur daun jumlah etilen yang dihasilkan juga akan meningkat. Sementara itu, sel-sel yang mulai menghasilkan etilen akan mendorong pembentukan lapisan absisi. Selanjutnya etilen merangsang lapiasan absisi  terpisah dengan memacu sintesis enzim yang merusak dinding-dinding sel pada lapisan absisi. Gugur daun pada musim gugur merupakan adaptasi tumbuhan untuk mencegah kehilangan air melalui penguapan pada musim salju karena pada saat itu akar tidak mampu menyerap air pada tanah yang membeku.

3. Aplikasi ZPT pada bidang pertanian

Seperti yang telah dibahas dimuka, ZPT sintetik sangat banyak digunakan pada pertanian modern. Tanpa ZPT sintetik untuk mengendalikan gulma, atau untuk mengendalikan pertumbuhan dan pengawetan buah-buahan, maka produksi bahan makanan akan berkurang sehingga harganya akan menjadi mahal. Disamping itu, muncul keprihatinan bahwa penggunaan senyawa sintetik secara berlebihan pada produksi pangan akan menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan serius. Sebagai conto dioksin, senyawa kimia sampingan dari sintesa 2, 4-D yang digunakan sebagai herbisida selektif untuk membasmi gulma berdaun lebar dari tumbuhan dikotil. Walaupun 2, 4-D tidak beracun terhadap mamalia, namun dioksin dapat menyebabkan cacat lahir, penyakit hati, dan leukimia pada hewan percobaan.  


Merangsang Gairah Petani Tebu Nagari Sungai Landia


oleh : ICHSAN KURNIAWAN
Gairah petani tebu Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto makin hari kian surut. Hampir setiap tahun ada petani tebu yang mengalihkan lahan tebu mereka ke komoditi lain yang dianggap lebih menjanjikan secara hitung-hitungan ekonomis.
Untuk Nagari Sungai Landia, sebenarnya produk tebu olahan berupa saka cukup memberikan kontribusi terhadap bidang perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apalagi produk saka ini juga sampai dibawa ke daerah lain untuk dipasarkan. Namun permasalahan yang ada saat ini yakni masyarakat pembudidaya tebu ini merasa hasil kilangan, tenaga dan penjualan cenderung labil dan tak seimbang. Tak berpihak kepada petani. Pengolahan yang masih dengan kilangan tradisional dianggap tak efektif, efisien, menguras tenaga dan tak bisa untuk menghasilkan produk olahan berkualitas dan mampu bersaing di pasaran. Belum lagi tak adanya perlindungan harga di pasaran karena pedagang pengumpul menetapkan harga pembelian tingkat petani dengan harga rendah.  
Foto by Walinagari Sungai Landia
Hal inilah yang makin lama kian menmbuat lesu aktivitas pertanian tebu nagari ini. Petani cenderung menganggap budidaya dan pengolahan saka secara tradisional tersebut tak ballance dengan penghasilan yang didapatkan. Dan akhirnya banyak petani yang lebih memilih mengalihkan tanaman kepada komoditi lain.
Walingari beserta penyuluh dan jajaran UPT BP4K2P bekerjasama dalam bagaimana membangkitkan kembali gairah petani tebu tersebut. Sebagai kepala pemerintahan, Walinagari sangat antusias terhadap kebangkitan kembali komoditi ini seperti nagari lain yang juga mengunggulkannya. Sebut saja di antaranya Lawang dan Bukik Batabuah. Sebagai bukti keseriusannya, komoditi ini benar-benar menjadi prioritas. Dalam hasil Musrenbang Nagari tahun lalu, pembukaan lahan tebu seluas + 50 Ha serta pengadaan mesin kilang tebu paling kurang 10 unit menjadi poin khusus bidang ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
 “Bekerjasama dengan PPL, mulai akhir tahun 2010 lalu, permohonan bantuan mesin kilang tebu sudah diajukan, dialamatkan ke Mentri Pertanian melalui Dinas Perkebunan dan Kehutanan Agam. Mudah-mudahan ini dikabulkan dan terealisasi. Kami dengan penyuluh tahun ini sudah komit, selain meningkatkan peran sektor tanaman pangan dan hortikultura, mengembalikan tanaman tebu yang sudah menjadi komoditi warisan ini juga sangat diprioritaskan. Pelatihan dan studi banding pun mudah-mudahan bisa diarahkan untuk komoditi ini sehingga gairah dan minat petani tebu nagari ini bisa kembali.” Ungkap Refli Suhemi, Walinagari Sungai Landia.
Merangsang gairah petani tebu ini, Walinagari sendiri juga memulai dengan gerakan menanam komoditi ini. “Akhir tahun lalu saya pribadi yang mulai membuka lahan tebu baru. Rencananya akan ditanam + 1000 batang, tapi baru terealisasi sekitar 600 batang. Ini semata mata untuk membuktikan kepada petani kami tak hanya pandai menganjurkan ini itu, tapi langsung menunjukkan buktinya.  Mudah-mudahan gerakan ini juga diikuti petani lain.”

Belajar dari Pelaku Agribisnis Dadakan di Pasa Pabukoan


Oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP

Ketika bulan Ramadhan memang bulan yang penuh rahmat. Betapa tidak, selain secara rohani merupakan salah satu bulan sakral yang menyediakan kesempatan/ momen meningkatkan derajat diri di mata Allah, memperbaiki hubungan sesama manusia (hambluminannas) serta mensucikan diri dari segala dosa yang pernah dilakukan di masa dahulu. Ketika bulan suci datang, selain hal tersebut bulan ini juga memberikan rahmat lain. Kehadiran pasa pabukoan di bulan Ramadhan telah membuka peluang bisnis dadakan, termasuk bidang agribisnis. Pasa pabukoan sendiri yakni pasar dadakan yang menjual beragam jajanan baik segar maupun olahan. Istilah pasa pabukoan sendiri merupakan istilah urang awak (orang Minang) dalam menyebut pasar kaget ini yang ditemui merata di mana pun di Indonesia.
Seperti kita ketahui bahwa agribisnis tersebut didefinisikan sebagai semua aktifitas mulai dari pengadaan sarana produksi sampai dengan pemasaran produk yang dihasilkan oleh usahatani dan nelayan serta agroindustri yang saling terkait satu sama lain. Jadi azaz agribisnis sendiri mulai dari penyediaan sarana produksi, kegiatan usaha tani sendiri, pengolahan hasil hingga penyediaan jasa layanan.
Bila kita perhatikan, di pasa pabukoan memang macam ragam jualan yang disajikan. Walaupun pasa pabukoan memang lebih identik dengan jenis-jenis bubur misalnya saja cindua, bubua campua, kampiun, dalimo dan lain-lain. Namun saat ini yang namanya pasa pabukoan telah menawarkan lebih dari sekedar bubur-buburan. Varian panganan pilihan mulai dari samba (lauk), gorengan, kue-kuean hingga aneka minuman seperti jus buah juga ikut nimbrung.
Disini lah peluang agribisnis dadakan bisa kita lihat cukup terbuka karena bisa dipastikan pasa pabukoan ini jarang sekali lengang. Banyak pilihan peluang yang bisa dilirik berkait dengan sektor pertanian atau peternakan yang selama ini masih dilakukan pedagang tulen. Artinya selama ini jarang sekali keluarga petani atau peternak juga melakukan kegiatan off-farm (khususnya pengolahan hasil). Petani atau keluarga tani kita cenderung berkutat pada proses menghasilkan produk pertanian sampai panen saja (on-farm). Pola ini yang menjadi tuntutan dalam mensejahterakan petani saat ini bahwa petani dituntut punya naluri bisnis, bukan hanya sebagai pelaku usaha tani.
Kita ambil contoh saja pedagang buah keliling yang hanya mengambil keuntungan jualan dengan melakukan jasa  pengupasan dan pemotongan terhadap buah seperti nenas, sawo atau pepaya. Buah misalnya pepaya yang sedianya dibeli seharga tujur ribu rupiah, nilainya di tangan pedagang buah keliling bisa menjadi enam belas hingga dua puluh ribu rupiah. Hal yang sama juga bisa kita dapati pada pedagang jus buah. Hanya dengan memberikan sentuhan tambahan terhadap buah seperti wortel, pepaya maupun jeruk, nilai ekonomisnya bisa meningkat dua sampai tiga kali lipat.
Kalau kita cermati, di luar bulan ramadhan sendiri sebenarnya mulai maraknya pedagang makanan olahan hasil pentanian tersbut. Beragam produk yang ditawarkan bisa kita lihat di pasar-pasar dan ini juga tergantung kreatifitas masing-masing. Sebut saja beragam produk tersebut seperti pisang keju, jamur crispy, tiram goreng (tireng) dan beragam minuman seperti tebu panggang atau pun macam-macam jus buah.
Terlepas dari bulan Ramadhan atau tidak, sebenarnya peluang tersebut tetap terbuka. Namun memang menuntut kemauan dan kekreatifitasan keluaraga petani dalam melakoninya.
Dan hal ini sejalan dengan harapan pemerintah Provinsi Sumatera Barat khususnya Kabupaten Agam melalui banyak program terkait pertanian seperti Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP), Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), Peningkatan Kesejahteraan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil dan lainnya yang juga disinkronkan dengan beberapa dinas terkait bahwa semua lebih dititik beratkan bagaimana merangsang gairah petani dalam kegiatan agribisnis secara menyeluruh dan tidak terpaku hanya pada on-farm. Dengan penambahan jam kerja efektif petani kita dari 3,5 jam/hari menjadi 8 jam/hari dengan minimal 3 jenis usaha, maka diharapkan penghasilan petani dapat meningkat dan akhirnya pensejateraan petani dapat diwujudkan.

Kelompok Sawah Liek Sungai Landia Kembangkan Produk Baru

oleh ICHSAN KURNIAWAN,SP

Kegiatan penyuluhan pertanian tak hanya terpaku pada bagaimana penyampaian informasi dan paket teknologi yang dianggap mampu dikembangkan pada wilayah kerja dapat diterima oleh masyarakat tani daerah tersebut. Namun pelaksanaan penyuluhan juga diarahkan pada  perangsangan terhadap kemandirian petani/ kelompok tani serta kemampuan dalam melahirkan ide-ide inovatif dalam berusaha tani terutama dalam peningkatan kesejahteraan. Salah satunya yakni merangsang pola pikir petani untuk tidak terpaku pada hanya komoditi yang pernah dikembangkan di nagari tersebut sebelumnya, namun juga jeli melihat peluang serta potensi pengembangan komoditi bernilai ekonomis di wilayahnya.
Yuldi Efendi, salah seorang petani anggota Kelompok Tani Sawah Liek, Jorong Ranah, Nagari Sungai Landia mencoba terobosan lain dengan menanam labu besar dan labu siam. Komoditi ini mungkin bukan komoditi baru karena kecamatan tetangga yakni Matur sudah lebih dulu mengembangkannya bahkan khusus labu menjadi salah satu komoditi khas dan unggulan. Namun untuk nagari Sungai Landia, labu adalah produk tani yang jarang dikembangkan secara serius. “Untuk nagari ini, khusus labu biasa baru kami yang coba kembangkan, memang belum dengan skop besar, tapi insyaallah lahan yang lebih luas telah kami siapkan, karena melihat hasilnya sekarang, tampaknya komoditi ini cukup menjanjikan.” jelas Yuldi di sela pertemuannya dengan penyuluh di lokasi pertanaman labunya.
Walinagari Sungai Landia menyambut baik dan memang sangat mengharapkan kebangkitan masyarakat tani di daerahnya sehingga selain mampu melestarikan komoditi unggulan daerah, petani juga mau mencoba berinovasi. Seperti diungkapkannya. “Ini yang sangat kita harapkan” papar Refli Suhemi, yang juga aktif menggerakkan Kelompok Tani Jorong Ranah ini. “Petani sukses adalah petani yang mau berpikir inovatif dan berani mengambil resiko, tak hanya terpaku pada komoditi warisan urang saisuak. Dan satu hal lagi yang paling penting, terlepas apapun komoditinya, hal utama adalah manfaatkanlah lahan yang ada. Jangan dibiarkan merimba.”tambahnya.
Untuk menggugah dan membangkitkan semangat petani, Walinagari sendiri juga membuktikan dengan menanam labu siam di lahan pribadinya. “Saya pribadi juga menanam. Saya ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa ini berpeluang pasar yang baik untuk menambah penghasilan. Sekarang saja, paling kurang lahan kami mengirim ke pasar Padang Lua seratus lima puluh kilo per minggu.”ungkapnya lagi.
“Komoditi ini kan selalu dibutuhkan pasar.” Jelasnya lagi menanggapi berbagai keluhan yang kadang muncul pada masyarakat ketika dianjurkan menanam komoditi ini. Namun setelah Yuldi dan Walinagari, enam orang lainnya mulai mengikuti menanam komoditi ini. Selain itu, kelompok juga berencana mencoba komoditi lain.
Budidaya ini- baik labu biasa maupun siam tak begitu rumit dan juga tidak menelan biaya besar dirasa cukup untuk menjadikan alasan komoditi ini bisa dikatakan juga bernilai ekonomis. Selain itu, komditi ini selalu dibutuhkan pasar.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi stimulan bagi masyarakat tani lain dalam mengembangkannya. Selain itu juga menunjukkan bahwa kemandirian serta ide kreatif dan inovatif tersebut memang sangat dituntut dalam berusaha tani demi meningkatkan kesejahteraan.