Kamis, 28 Juli 2016

Teknik Pembuatan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) Alami

oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP

Pada tahun 2014 pertanian organik mulai diminati di Nagari Sungai Landia. Beberapa kelompok tani mulai eksis dengan produk organik seperti Mubarakah, Sakato Gantiang dan Bawah Tampaik. Teknis dan sistem ramah lingkungan yang menjadi esensinya membuat anggota kelompok sangat tertarik untuk selalu menerapkan sekaligus menyampaikan pesan penerapannya kepada masyarakat luas, baik pada wilayah binaan Nagari Sungai Landia secara khusus maupun Kabupaten Agam secara umum.
Berawal dari beberapa unit sekolah lapang yang pernah diadakan semenjak 2010, teknis organik mulai dilirik oleh petani hingga saat ini beberapa anggota tetap dengan penerapannya di lahan masing masing.
Selain itu pembuatan "doping tanaman" berbahan dasar sumberdaya lokal atau zat perangsang tumbuh banyak teknik lain yang semakin berkembang. Berikut salah satu teknis pembuatan yang dapat dijadikan referensi.


A.
Alat dan Bahan :
-
Irisan Rebung 1 kg
-
Gula Tebu (Saka) 1 kg
-
Ruap Tebu/ Air Kelapa 5 liter (1 sember)
-
Irisan Anakan Pisang 1 kg
-
Baskom
-
Alat Pengaduk
B.
Pelaksanaan Kegiatan :
1.
Dengan memotong dan menghaluskan rebung/ anakan pisang atau kedua bahan tersebut.
2.
Gula tebu/ ruap tebu/ atau dan air kelapa dimasukkan ke dalam ember/ baskom.ke dalam irisan dan dimasukkan ke dalam baskom.
3.
Hasil irisan rebung atau anakan pisang dimasukkan ke dalam 5 liter (1 ember) air kelapa atau gula tebu.
4.
Perbandingan yang dimasukkan yakni 1 : 1 antara bahan satu dengan bahan kedua.
5.
Ramuan zat perangsang tumbuh diaduk kemudian ditutup dan di biarkan selama 1 minggu.
5.
Pengaplikasian ramuan ini bisa dilakukan dengan menyiramkan ramuan yang telah dicampurkan dengan air dengan perbandingan 1 : 5 dengan air.

Senin, 04 Juli 2016

RESEP PEMBUATAN SALE PISANG

DANGAU PETANI KREATIF

Salah satu olahan yang tengah dikembangkan di Kecamatan IV Koto akhir-akhir ini yakni Sale Pisang. Peluang pasar yang cukup menjanjikan dan ketersediaamn bahan baku membuat para pembudidaya pisang melirik olahan ini. Adalah anggota dari beberapa Kelompok Tani di Jorong Kampuang Pisang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat yang tengah bergiat dalam pengembangan produk olahan ini. Dengan rekomendasi dan bimbingan penyuluh pertanian IV Koto Kabupaten Agam kegiatan ini tengah berlangsung.


 Foto : Adri,SP. Hasil olahan Anggota Kelompok Tani Jorong Kampuang Pisang



Sale pisang sendiri merupakan makanan hasil olahan dari buah pisang yang disisir tipis kemudian dijemur. Tujuan penjemuran adalah untuk mengurangi kadar air buah pisang sehingga pisang sale lebih tahan lama. Ada banyak resep dalam pembuatan sale pisang. Salah satu diantaranya disajikan sebagai berikut :

Bahan yang dibutuhkan:
Pisang, natrium bisulfit, air bersih

Peralatan yang digunakan :
Timbangan, pisau tahan karat, talenan, panci, sendok, pengaduk, nampan, kayu penggiling, alat pengering, kantong plastik, sealer.

Pengolahan yang dilakukan :
1. Pertanam, Pisang dicuci dengan air bersih kemudian dikupas kulitnya.
2.Kemudian, rendam buah pisang dalam larutan natrium bisulfit selama 10 menit, kemudian ditiriskan.
3. Keringkan buah pisang dengan alat pengering surya selama satu hari.
4. Setelah pengeringan satu hari, pisang dipipihkan dengan menggunakan kayu penggiling sampai ketebalan 0.5 cm.
5. Lempengan pisang dikeringkan lagi sampai lempengan pisang tidak saling melekat atau kadar airnya sekitar 15%.
6. Sale pisang siap dikemas dengan menggunakan plastik.

Sumber