Selasa, 22 September 2015

Hasil Ubinan Meningkat, Jarwo Mulai Jadi Primadona

IV Koto - Fungsi Balai Penyuluhan Kecamatan sebagai organisasi penyelenggara penyuluhan sekaligus sebagai tempat untuk bertukar informasi dan teknologi, baik itu penyuluh dengan penyuluh maupun penyuluh dengan petani tampaknya sudah melekat di UPT BP4K2P Kecamatan IV Koto.
Hal inilah yang membuat pelaku utama dan pelaku usaha di Kecamatan IV Koto tanpa sungkan menjejakkan kaki, untuk datang ke kantor UPT BP4K2P IV Koto. Selasa (22/9), pengurus Kelompok Tani Bawah Tampaik, Nagari Sungai Landia berkunjung dan konsultasi di ruang Bapak Kepala UPT BP4K2P Kecamatan IV Koto, Afrizal. 
Dalam pertemuan bersama pendamping Upsus dari akademisi Hendra Susilo juga didiskusikan perkembangan kegiatan Optimasi Pemanfaatan Lahan (OPL) Padi Sawah yang dilaksanakan oleh kelompok yang pada beberapa titik lokasi telah panen. Hasil pengambilan ubinan pada dua titik lokasi didapat hasil 8,8 ton/ha dan 7,2 ton/ha yang memberikan implikasi terhadap antusiasme masyarakat sekitar untuk mencoba menerapkan teknik Jajar Legowo (Jarwo). Secara sederhana saja peningkatan riil tersebut tentu akan lebih mudah dilihat dari hasil hitungan tradisional masyarakat yakni penghitungan hasil "katidiang" atau bakul pada akhir panen. 
(Dok. UPT BP4K2P IV Koto, Konsultasi Kelompok Bawah Tampaik bersama Kepala UPT, Ichsan Kurniawan,SP dan Hendra Susilo,SP di ruang Kepala BPK Koto Tuo)
Menurut pengurus terlihat perkembangan cukup baik dari teknik yang diterapkan. Pada lokasi Buk Nar di Napa, biasa hanya 18-20 katidiang hasil panen, saat ini dapat 25 katidiang, itupun sudah diserang hama babi. Sementara sawah Enti berlokasi di Sungai Lanca, dari hasil sebelumnya berkisar 40-45 katidiang, saat ini menurut Buk Lis dan Yurmaini, pengurus kelompok, didapat 60 katidiang. 
Mendengar laporan dari pengurus tersebut, Afrizal yang didampingi Ichsan KurniawanSP selaku Penyuluh Pertanian Sungai Landia menyambut gembira hasil ubinan tersebut. Afrizal berharap hasil panen pada titik titik lokasi lain juga menunjukkan peningkatan serupa menimbang beberapa titik lokasi termasuk lokasi kritis yang berproduksi sangat rendah dan rentan serangan penyakit khsusnya dekat aliran sungai di Nagari tersebut. 
"Semoga teknik jajar legowo dapat berkembang di IV Koto", pungkas Afrizal. (IchsanK).