Selasa, 27 Desember 2011

Pertanian Organik I, Petani Kreatif dan Logika Situasi

oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP
foto : ICHSAN KURNIAWAN
 
Pertanian Organik. Istilah ini terasa mulai akrab belakangan ini di telinga kita. walaupun sebagian pihak masih meragukan keeksisan pertanian organik di tengah teknologi mutakhir yang notabene justru menghasilkan beragam pupuk siap pakai yang membuat petani tak perlu lagi bersusah payah membuat pupuk.

Pertanian organik sebenarnya apa sih ? Pertanian organik secara garis besar yakni pemanfaatan sumber daya lokal yang ada di sekitar petani guna petani memenuhi kebutuhan sarana produksi. Selain itu pertanian organik sendiri merupakan konsep pertanian ramah lingkungan yang meminimalisir bahkan menghilangkan pemakaian bahan kimia sintesis yang terbukti dapat merusak tanah dan lingkungan sekitarnya.

Sekarang mari kita coba renungkan. Kita ambil contoh persawahan. Apakah dewasa ini sawah sawah yang ada tidak semakin dangkal. Kenapa bisa terjadi demikian?
Beragam pupuk sintesis yang ada misalnya saja urea dianggap sebagai biang permasalahan ini. Mari kita tinjau. Urea sendiri merupakan pupuk dengan kandungan nitrogen 46 %. Lalu apa kandungan 54 % lagi sementara petani dengan memberikan urea artinya mengharapkan kandungan nitrogen yang 46 % itu sendiri (sesuai dengan yang tertera pada karung/ kemasannya).

Yup. Ini dia logikanya. Nitrogen 46 % membutuhkan pembawa atau kemasan berupa butiran yang kuat yang dapat menjadi tempatnya berada sebelum menyerap dan menyatu dengan tanah. Ibarat tabung gas. Lebih berat kemasannya yang berupa tabung besi dari pada gas nya. demikian juga dengan urea dan nitrogen di dalamnya.

Kenapa sawah menjadi dangkal. Mari kita ambil kembali analogi dengan tabung gas tersebut. Pemberian urea yang notabene mempunyai kemasan yang seperti dianalogikan. Kemasan urea sendirilah yang padat tersebut lama-lama menumpuk dan membuat tanah sawah menjadi keras walaupun memang nitrogen menyerap dan dipakai padi dalam perkembangannya. Namun efek terhadap tanah tersebut menyebabkan petani dari tahun ke tahun menjadi merana karena tanah menjadi semakin keras.

Dalam upaya untuk mengembalikan kondisi tanah tersebutlah, harus ada pengembalian kondisi seperti sedia kal sebelum tanah tersebut terkontaminasi. Pertanian organik dengan pemberian/ pengembalian bahan-bahan organik tanah akan lambat laun mengembalikan tanah sehingga tanah menjadi gembur dan subur kembali. 
Bahasan sedrhana di atas merupakan latar belakang kenapa Pertanian Organik ada. Hal tersebut tak lain dan tak bukan didasarkan dari logika situasi saat ini.

Selain itu penggunaan pupuk organik justru membunuh mikro organisme yang tadinya sangat berperan besar dalam menunjang kesuburan tanah.

Saatnya petani berpikir lebih kreatif demi masa depan. Jangan dininabobokkan oleh sarana prasarana siap pakai yang bermasalah dalam jangka waktu panjang. Permasalahan yang dihadapi petani saat ini baik dari segi lahan, hama penyakit dan lainnya harus dikaji secara logika. Demikian juga dengan ledakan hama penyakit. InsyaAllah akan kita bahas pada sesi dua secara mendalam.