Jumat, 08 Desember 2017

KELENGKAPAN ADMINISTRASI KELOMPOK TANI




Oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP


PENGERTIAN ADMINISTRASI
Administrasi merupakan segenap rangkaian usaha bersama yang dilaksanakan sekelompok orang dalam wadah organisasi untuk mencapai suatu tujuan” Dari uraian tersebut, secara garis besar administrasi meliputi :
Ø  adanya usaha bersama
Ø  adanya kelompok orang
Ø  adanya aktivitas
Ø  adanya tujuan
Sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah proses aktivitas daripada administrasi dan karena pimpinan dari organisasi adalah sekaligus merupakan pimpinan manajemen, maka dia juga yang mempunyai wewenang menggerakkan kemudi administrasinya.
Kelompok Tani adalah kumpulan petani yang mempunyai aktivitas dibidang pertanian yang tumbuh berdasarkan keakraban, keserasian, serta kesamaan kepentingan dalam memanfaatkan sumberdaya pertanian untuk bekerjasama meningkatkan produktivitas usahatani dan kesejahteraan anggotanya.
Lebih jauh Kelompok Tani juga dapat berperan sebagai :
1.    Kelas Belajar
Merupakan wadah bagi setiap anggotanya untuk berinteraksi guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam berusahatani yang lebih baik dan menguntungkan, serta berperilaku lebih mandiri untuk mencapai kehidupan yang lebih sejahtera
2.    Unit Produksi Usahatani
Merupakan satu kesatuan unit usahatani, untuk mewujudkan kerjasama dalam mencapai skala usaha ekonomi yang lebih menguntungkan
3.    Wahana Kerjasama
Merupakan tempat untuk memperkuat kerjasama diantara sesama Anggota dalam Kelompok Tani dan antara Kelompok Tani dengan Kelompok Tani lain maupun dengan pihak-pihak lainnya dalam rangka untuk menghadapi berbagai ancaman, tantangan dan hambatan serta gangguan.

B.   Pengertian Administrasi Kelompok Tani
Administrasi Kelompok Tani adalah seperangkat catatan atau dokumen yang menyangkut semua kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tersebut.
Perangkat administrasi kelompok yang baik dan benar diperlukan sebagai bahan informasi bagi kelompok maupun pihak lain yang berkaitan dengan kelompok itu, seperti : usaha, permodalan, jaringan kerjasama dan lain-lain. Perangkat administrasi itu dibedakan menjadi dua bagian pokok, yaitu administrasi kegiatan dan administrasi keuangan.
Sebuah organisasi Kelompok Tani yang kuat dan maju sudah sepatutnya mempunyai administrasi kelompok yang baik dan benar untuk menunjang semua aktivitas yang dilakukan kelompok tersebut. Perangkat kelengkapan administrasi Kelompok Tani yang semestinya dibuat, digunakan dan dimiliki Kelompok Tani
Administrasi merupakan faktor penting dalam pengelolaan kelompok tani- nelayan. Dengan administrasi yang baik maka kita dapat menjalankan roda organisasi kelompok tani – nelayan, baik menyangkut usaha kelompok maupun manajemennya.
            Administrasi yang dimaksud disini bukan administrasi modern yang membutuhkan perangkat keras maupun lunak seperti layak nya perusahaan besar, tetapi suatu administrasi yang sederhana yang sesuai dan dapat di kerjakan oleh petani-nelayan.
Manfaat Administrasi :
1.        Sebagai media kerjasama kelompok, Karena dalam pengelolaan administrasi memerlukan hubungan antara anggota yang satu dengan lainnya, antara pengurus dengan anggota.
2.        Sebagai ikatan moral agar kelompok tidak bubar, jika dalam pengelolaan administrasi kelompok terdapat ketentuan bahwa bila anggota kelompok keluar maka modal/tabungannya menjadi milik kelompok. Ini berarti membuat anggota berfikir panjang sebelum keluar dari kelompoknya.
3.        Mempunyai nilai demokrasi. Dalam rapat-rapat penentuan suatu keputusan, untuk dimasukkan dalam pembukuan dan pencatatan dapat dikembangkan sikap musyawarah mufakat.
4.        Untuk melihat perkembangan kelompok dalam segala hal seperti tabungan kelompok, jumlah anggota, kegiatan, kekayaan, pendidikan dan keterampilan.
5.        Sebagai sarana belajar bagi pengurus dan anggota kelompoktani-Nelayan dan hal pengelolaan administrasi.
Dok. Ichsan Kurniawan,SP (Keltan Sumber Rezeki, Ranah)


C.   Administrasi Kegiatan
Administrasi Kegiatan adalah segala catatan yang dilakukan oleh kelompok berkaitan dengan kegiatan kelompok diluar urusan keuangan. Beberapa perangkat administrasi kegiatan yang diperlukan kelompok antara lain :
1.            Buku Induk Anggota
Buku induk anggota adalah dokumen tertulis yang berisi tentang biodata setiap petani yang menjadi anggota kelompok.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui nama-nama anggota, jumlah dan perkembangan anggotanya serta hal-hal lain yang berhubungan dengan data anggota kelompok.
Nomor anggota diberikan kepada setiap anggota sesuai dengan urutan pada saat petani menyatakan diri menjadi anggota kelompok.

2.            Buku Kegiatan Kelompok
Buku kegiatan kelompok adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok, misalnya rencana kegiatan kelompok, catatan pelaksanaan kegiatan, hasil monitoring dan evaluasi kegiatan kelompok, dan sebagainya.
Dokumen-dokumen tersebut bermanfaat bagi kelompok untuk mengingat kembali pengalaman-pengalaman yang dimiliki.
3.            Buku Tamu
Buku tamu adalah dokumen tertulis yang berisi catatan tentang pihak-pihak luar yang pernah berkunjung ke dalam kelompok.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui seberapa jauh perhatian maupun bimbingan yang pernah diberikan oleh pihak luar terhadap kelompok yang bersangkutan. Buku tamu diisi setiap kali ada pihak luar kelompok yang dating untuk suatu keperluan.
Didalamnya selain berisikan waktu dan nama serta instansi, juga memuat maksud/ tujuan dan kesan/ saran. Maksud/ tujuan adalah untuk apa seseorang tersebut datang kepada kelompok, ini bermanfaat untuk melihat seberapa jauh kelompok memperoleh pembinaan dari pihak luar yang relevan. Sedangkan kesan/ saran adalah apa yang menurut seseorang tersebut menarik perhatian dalam kelompok yang dikunjungi, kesan-kesan ini bisa positif dan bisa juga negatif. Kolom saran juga baik kalau diisi tentang usulan-usulan perbaikan dari orang yang berkunjung terhadap kelompok, karena usulan yang bersifat konkrit dan jelas, penting bagi kelompok untuk ditindak lanjuti sebagai bahan pembahasan dalam pertemuan pengurus/ anggota.
4.            Buku Notulen Rapat
Buku notulen rapat adalah berisi catatan tentang hal-hal yang telah dibahas dalam setiap pertemuan kelompok, baik pertemuan pengurus maupun pertemuan anggota.
Catatan pertemuan ini penting untuk mengetahui segala persoalan ataupun hal-hal lain yang pernah dibicarakan. Catatan ini juga bermanfaat bagi kelompok untuk melihat pengalaman-pengalamannya yang lalu baik berupa keberhasilan maupun kelemahan serta persoalan-persoalan yang dihadapi kelompok dan cara mengatasinya.
Bagi pihak luar, catatan ini juga bermanfaat untuk mengetahui persoalan yang pernah dibicarakan di dalam kelompok sehingga dapat membantu pihak luar dalam memberikan bimbingan selanjutnya.
Hasil pertemuan dicatat secara garis besar ataupun kesimpulan yang menurut anggota dianggap penting, tidak perlu semua kalimat/ perkataan yang disampaikan semua peserta dicatat sebagai hasil pertemuan.
5.            Buku Produktivitas dan Hasil Produksi
Buku produktivitas dan hasil produksi adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala hasil tingkat produktivitas panenan dan produksi usahatani seluruh komoditi yang diusahakan para petani yang dilaksanakan di wilayah kelompok tersebut, misalnya produktivitas dan produksi usahatani padi sawah, palawija, hortikultura maupun komoditi peternakan.
Dokumen-dokumen tersebut bermanfaat bagi kelompok untuk mengingat kembali pengalaman-pengalaman tentang grafik fluktuasi tingkat produktivitas dan produksi berbagai komoditi dari musim ke musim.
6.            Buku Agenda Surat Masuk dan Surat Keluar
Buku agenda surat masuk dan surat keluar  adalah dokumen tertulis yang berisi catatan tentang surat-surat yang dibuat kelompok untuk para anggota maupun pihak luar serta surat-surat yang diterima kelompok dari pihak-pihak luar yang pernah dikirim ke kelompok.
7.            Buku Ekspedisi
Buku ekspedisi adalah dokumen tertulis yang memuat tentang bukti pengiriman dokumen seperti surat maupun dokumen/ barang lainnya yang dikirim kepada para anggota maupun kepada pihak-pihak luar.
8.            Buku Kepemilikan Sarana/ Prasarana Anggota
Buku kepemilikan sarana/ prasarana anggota adalah dokumen tertulis yang berisi tentang jenis-jenis sarana dan prasarana pertanian seperti alat-alat dan mesin pertanian yang dimiliki anggota kelompok.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui nama-nama anggota yang memiliki alat-alat dan mesin pertanian sehingga dapat direkapitulasi jumlah saana dan prasarana pertanian di kelompok tersebut.
9.            Buku Luas Lahan Garapan
Buku luas lahan garapan dan usahatani anggota adalah dokumen tertulis yang berisi tentang luasan areal lahan garapan anggota kelompok berupa lahan darat pekarangan, tegalan, kebun serta jenis-jenis usahatani yang dijalankan para anggota .
Buku ini berguna untuk mengetahui luasan areal garapan dan jenis usahatani anggota sehingga kelompok dapat mengklasifikasi anggotanya berdasarkan jenis usahatani para anggota.
10.          Buku Pengurus
Buku pengurus adalah dokumen tertulis yang berisi tentang biodata setiap petani yang menjadi pengurus kelompok.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui nama-nama pengurus di setiap periode kepengurusan yang disepakati.

11.          Buku Daftar Hadir
Buku daftar hadir adalah dokumen tertulis yang berisi kehadiran setiap petani yang menjadi anggota kelompok dalam setiap kali kelompok mengadakan kegiatan.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui nama-nama anggota yang menghadiri berbagai kegiatan kelompok.

D.   Administrasi Keuangan
Administrasi Keuangan adalah segala catatan yang dilakukan oleh kelompok berkaitan dengan keuangan kelompok, selain buku-buku administrasi kegiatan kelompok. Beberapa perangkat administrasi keuangan yang diperlukan kelompok antara lain :
1.    Buku Kas
Buku kas adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok yang menyangkut keluar masuknya keuangan kelompok.
Biasanya format buku berisikan tentang tanggal dan bulan pelaksanaan, nomor bukti kas, uraian penerimaan maupun pengeluaran uang dan saldo kas.
2.    Buku Iuran Anggota
Buku iuran anggota adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang masuknya iuran dalam bentuk uang tunai maupun natura kedalam kas kelompok. Besar kecilnya iuran ditentukan berdasarkan keputusan musyawarah anggota kelompok. Iuran anggota adalah penting artinya bagi kelangsungan organisasi Kelompok Tani karena dapat digunakan untuk membiayai semua kegiatan kelompok.
3.    Buku Tabungan Anggota
Buku tabungan anggota adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang masuknya tabungan dalam bentuk uang tunai maupun natura kedalam kas kelompok. Besar kecilnya iuran ditentukan berdasarkan keputusan musyawarah serta kesanggupan anggota kelompok untuk menyisihkan sebagian hasil usahataninya sebagai tabungan anggota yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali. Tabungan anggota dapat berupa tabungan lebaran atau yang diperuntukan bagi keperluan anak sekolah.
4.    Buku Inventaris
Buku inventaris adalah dokumen tertulis yang berisi tentang jenis barang, sarana dan prasarana pertanian seperti alat-alat dan mesin pertanian yang dimiliki kelompok baik yang berasal dari pembelian yang dilakukan oleh Kelompok Tani maupun dari bantuan pemerintah.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui alat-alat dan mesin pertanian yang dimiliki oleh Kelompok Tani.
5.    Buku Penjualan
Buku penjualan  adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan penjualan hasil produksi usahatani yang dihasilkan Kelompok Tani yang dilaksanakan oleh anggota kelompok.
Buku penjualan akan bermanfaat untuk mengetahui perkembangan penjualan hasil produksi usahatani, termasuk perkembangan harga jual tiap-tiap komoditi usahatani yang dijual.
6.    Buku Pembelian
Buku pembelian  adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan pengeluaran uang yang dipergunakan untuk membeli barang berupa alat dan mesin pertanian serta bahan baku usahatani berupa sarana prduksi pertanian seperti pupuk, pestisida dsb.

E.    Perangkat Kelengkapan Administrasi Lainnya
Selain buku-buku dan dokumen penting lain yang harus dimiliki Kelompok Tani, Kelompok Tani yang kuat dan sudah maju diharapkan juga memiliki perangkat kelengkapan administrasi lainnya, yakni berupa :
1.    Sekretariat Kelompok Tani
2.    Papan Nama (Plank) Kelompok Tani
3.    Stempel Kelompok Tani
4.    Arsip Surat Masuk dan Surat Keluar
5.    Arsip Dokumen Berita Acara Pembentukan Kelompok Tani
6.    Arsip Dokumen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kelompok Tani
7.    Arsip Dokumen Berita Acara Benah Kelompok Tani
8.    Rencana Kerja Kelompok atau Rencana Definitif Kelompok Tani (RDK)
9.    Rencana Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK)
10.  Rencana Usaha Anggota (RUA)
11.  Arsip Dokumen Biodata Anggota Kelompok Tani
12.  Dokumen berupa papan data (Monografi)  Kelompok Tani
13.  Peta Wilayah Kelompok Tani

BUKU TAMU
NO.
HARI TANGGAL
NAMA
INSTANSI / ALAMAT
JABATAN
MAKSUD TUJUAN
KESAN / PESAN
TANDA TANGAN
1
2
3
4
5
6
7
8









BUKU DAFTAR ANGGOTA
NO.
NAMA
TGL LAHIR / UMUR
L/P
PEKERJAAN
ALAMAT
TGL. MASUK ANGGOTA
TTD
1
2
3
4
5
6
7
8









BUKU SUSUNAN PENGURUS

PERIODE TAHUN ....... SAMPAI DENGAN .........
NO.
NAMA
TGL LAHIR
L/P
PEKERJAAN
ALAMAT
JABATAN
TGL DIANGKAT
BERHENTI
TGL
ALASAN
TTD
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11













BUKU NOTULEN RAPAT
NO.
HARI
/ TGL
TEMPAT
POKOK BAHASAN / AGENDA RAPAT
PESERTA
JML PESERTA
HASIL KESEPAKATAN
1
2
3
4
5
6
7
 
 
 







BUKU SARAN-SARAN ANGGOTA
NO.
TGL
NAMA ANGGOTA
ALAMAT
PEKERJAAN
SARAN-SARAN
TTD ANGGOTA
PENGURUS
TANGGAPAN
TTD
1
2
3
4
5
6
7
8
9










BUKU DAFTAR HADIR
( ........JENIS KEGIATAN...........)
NO.
NAMA
ALAMAT
JABATAN
DI POKTAN
TANDA
TANGAN
1
2
3
4
5
 
 
 





BUKU AGENDA SURAT
S U R A T M A S U K
S U R A T K E L U A R
NO.
HARI / TANGGAL
ALAMAT
PENGIRIM
PRIHAL
NO.
HARI / TANGGAL
ALAMAT/TUJUAN
PRIHAL








BUKU EKSPEDISI
NO.
TGL PENGIRIMAN
NO SURAT
ALAMAT
PRIHAL
T. TANGAN
KETERANGAN
1
2
3
4
5
6
7







BUKU KEGIATAN
NO.
HARI TANGGAL
RENCANA KEGIATAN
HASIL PELAKSANAAN
1
2
3
4
 
 
 



BUKU KAS
BULAN : ............ TAHUN : ................
NO.
HARI
/ TANGGAL
 
URAIAN
KETERANGAN
PENERIMAAN
PENGELUARAN
SISA
 
 
 





BUKU INVENTARIS
NO.
NAMA BARANG
JUMLAH (UNIT)
PERKIRAAN NILAI
(HARGA RP.)
KEADAAN
KETERANGAN
BAIK
RUSAK







BUKU ANJURAN INSTANSI LAIN
NO.
TGL
NAMA
JABATAN
INSTANSI/
ALAMAT
ANJURAN
TTD


1
2
3
4
5
6
7











Kamis, 21 September 2017

Teknik Pembibitan Cabe Merah di Polybag



 oleh ICHSAN KURNIAWAN,SP

Menggunakan bibit cabai merah yang baik merupakan sebagaian langkah dari keberhasilan dalam bertanam cabai.

1.       Pentingnya penggunaan bibit cabai merah yang baik adalah :
a.       Dengan bibit cabai merah yang baik akan mengurangi  tingkat kematian tanaman di pertanaman
b.       Perkembangan awal di pertanaman lebih cepat karena tidak mengalami stagnasi
c.       Mengurangi biaya dan tenaga untuk penyulaman
d.      Pertumbuhan tanaman lebih seragam
e.      Dengan perlakuan benih/bibit dapat mengurangi serangan OPT, khususnya penyakit layu

2.       Pemilihan lokasi pembibitan perlu pertimbangan :
a.       Dekat sumber air
b.      Sinar matahari cukup
c.       Dekat jalan
d.      Dekat lokasi pertanaman
e.      Aman dari binatang yang dapat merusak bibit

3.       Media tanam yang digunakan antara lain :
a.       Tanah                                                        : 2 ember
b.      Pupuk organic                                           : 1 ember
c.       Tanah bawah rumpun bambu                    : 0,1 ember
d.      Pupuk SP36                                              : 150 gram
e.      Pupuk NPK                                               : 80 gram
f.        Furadan                                                    : 75 gram
Semua bahan dicampur sampai rata kemudian diayak

4.       Mengisi polybag
Polybag dapat menggunakan plastic es lilin atau polybag kecil dengan ukuran 3 cm. Apabila menggunakan plastic es lilin dalam bentuk ukuran rol panjang, cara pengisianya sebagai berikut :
a.       Plastik dipotong-potong sepanjang 50 – 100 cm kemudian salah satu ujungnya diikat dengan tali raffia/karet
b.      Media tanam dimasukan ke dalam plastic dengan menggunakan bantuan alat (corong) dan dipadatkan
c.       Setelah penuh ujungnya diikat lagi dengan tali raffia/karet
d.      Membuat lobang-lobang kecil dengan menggunakan lidi
e.      Selesai  dilobangi segera direndam kedalam air selama beberapa saat sampai seluruh media basah.
f.        Kemudian tiriskan sampai semua air keluar dari dalam kantong plastic
g.       Susunlah polybag panjang kedalam alat pemotong yang telah dipersiapkan dan lakukan pemotongan setiap panjang 5 cm
5.       Perlakuan benih
Guna mempercepat perkecambahan benih dan untuk  pengendalian OPT yang menempel pada benih, sebelum biji ditanam di polybag sebaiknya direndam terlebih dahulu pada larutan fungisida 1%, bakterisida 1%, atonik 1% dan air hangat selama satu malam. Kemudian dibungkus dengan kertas koran selama dua hari dan benih siap dipindahkan kedalam polybag.

6.       Penyemaian
a.       Buat lobang tanam di polybag sedalam 0,5 cm menggunakan alat yang terbuat dari kayu  berdiameter 0,5 cm
b.      Tanam biji yang telah berkecambah sebanyak 1 biji per lobang tanam
c.       Tutuplah dengan tanah/pasir yang halus

7.       Membuat kotak pesemaian
a.       Kotak pesemaian berguna untuk meletakan polybag
b.      Ukuran kotak panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 5 cm
c.       Alas kotak dibuat jeruji agar air sisa siraman bisa keluar
d.      Tempatkan kotak pesemaian pada para-para setinggi  1 meter
e.      Pasanglah pelindung dari plastic transparan setinggi 1 meter diatas pesemaia

8.       Perawatan pesemaian
a.       Penyiraman dilakukan setiap hari
b.      Penyiangan/pembersihan gulma apabila ada
c.       Pemupukan pada umur 10 hari dengan pupuk daun
d.      Pengendalian OPT secara alami, namun apabila kondisi OPT sudah berada diatas ambang ekonomi dapat menggunakan pestisida yang dianjurkan
e.      Lakukan seleksi bibit, yang rusak/cacat dan terserang penyakit jangan ditanam

Rabu, 11 Januari 2017

Pemangkasan Pemeliharaan pada Tanaman Kakao

oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP 


Pemangkasan produksi pada budidaya tanaman kakao adalah pemangkasan cabang-cabang yang tidak produktif. Pemangkasan produksi agar unsur hara yang tersedia dapat digunakan untuk perkembangan buah secara optimal.
Tujuan utama dari pemangkasan produksi adalah untuk meningkatkan produktifitas daun dalam membentuk dan mengelola makanan hingga mampu menghasilkan berbentuk bunga dan buah. Pemangkasan dilakukan dengan mengusahakan agar daun-daun kakao produktif menyebar secara merata dan mengurangi daun-daun yang kurang produktif. Daun-daun yang kurang produktif adalah daun-daun yang tempatnya tidak terkena sinar matahari.
Hal yang penting sebelum melakukan pemangkasan produksi adalah jangan melakukan pemangkasan berat pada saat tanaman kakao berada pada puncak pembungaan, puncak perkembangan pentil atau buah kecil, atau pada musim kemarau. Usahakan juga jangan membuka tajuk yang melindungi pencabangan jorquet.
Pemangkasan produksi berkesinambungan dengan pemangkasan pemeliharaan. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan produktivitas tanaman. Pemangkasan produksi dilakukan dengan memangkas daun-daun agar tidak terlalu rimbun sehingga sinar matahari bisa tersebar merata ke seluruh organ daun. Dengan demikian, proses fisiologis terpenting dari tanaman, yaitu fotosintesis bisa berjalan lancar sehingga sirkulasi makanan dari daun keseluruh organ tanaman juga lancar. Tanamanpun akhirnya dapat berproduksi secara optimal.
A.    Alat dan Bahan yang Digunakan dalam Melakukan Pemangkasan.
1.      Gunting pangkas                              
2.      Gergaji potong     
3.      Parang   
4.      Tanaman Kakao yang sudak berproduksi yang akan dipangkas
B.     Langkah Kerja
Pemangkasan produksi dilakukan dua kali dalam setahun yaitu pada ahir musim kemarau dan pada awal musim penghujan dengan cara :
1.      Pangkaslah sebagian daun yang rimbun dengan cara memotong ranting-ranting yang terlindung dan menaungi hingga 25-50 persen
2.      Pangkas daun yang menggantung dan menghalangi aliran udara dalam kebun hingga cabang kembali terangkat.
3.      Potong cabag yang tumbuh meninggi (lebih dari 3-4 meter)
Setelah pemangkasan produksi tersebut, tanaman kakao akan bertunas intensif dan setelah tunas-tunasnya menua tanaman akan segera menua.

Selasa, 10 Januari 2017

Mengendalikan Tiga Penyakit Utama pada Kakao

oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP

A.      Hama penggerek buah Kakao (PBK)

Hama penggerek buah kakao (Conophomorpa cramerella) atau sering disebut PBK merupakan salah satu hama yang paling sering dijumpai dalam budidaya kakao. Hama ini menyerang buah dan menyebabkan turunnya kuantitas dan kualitas hasil. Pengendalian hama PBK dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan sanitasi, pemangkasan, panen sering, pemupukan dan sarungisasi serta pengendalian secara biologi (Karmawati et al. 2010; Widodo, 2010; Sudarto et al., 2010; Anonymous, 2010). Sanitasi dilakukan pada buah terserang yang baru dipanen dengan cara menimbun buah–buah terserang tersebut ke dalam lobang tanah kemudian ditutup tanah setebal 20 cm. Hal ini dilakukan agar PBK yang ada pada buah tersebut mati. Pemangkasan dilakukan untuk mengatur kondisi lingkungan pertanaman kakao agar tidak terlalu lembab sehingga tidak mendukung perkembangan populasi PBK. Pemangkasan dilakukan terhadap tanaman kakao maupun tanaman penaung pada awal musim hujan. Pemotongan cabang tanaman kakao dilakukan terhadap cabang yang arahnya ke atas, diluar batas 3-4 m. Luka bekas potongan harus ditutupi dengan obat penutup luka. Panen sering dilakukan dengan tujuan untuk memutus siklus perkembangan hama PBK. Panen dilakukan seminggu sekali terhadap buah yang sudah masak baik masak sempurna maupun masak awal, kemudian segera dipecah atau diproses (Siswanto et al. 2012)

Setelah dilakukan pemangkasan, tanaman dipupuk, untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan PBK dengan jenis, dosis dan waktu yang tepat. Sarungisasi dilakukan untuk mencegah serangan PBK, dengan menggunakan kantong plastik yang dilobangi bagian bawahnya agar air bisa keluar dan tidak lembab sehingga tidak terjadi pembusukan. Penyarungan dilakukan pada saat buah berukuran 8-10 cm.

Pengendalian secara biologi dapat dilakukan dengan menggunakan semut predator, jamur Beauveria bassiana dan parasitoid telur Trichogrammatoidea spp. Peningkatan populasi semut khususnya semut hitam dapat dilakukan dengan memasang lipatan daun kelapa kering atau daun kakao kering dan koloni kutu putih (Siswanto et al. 2012).

B.       Hamahelopeltis

Untuk mengendalikan Helopletis spp. dapat dilakukan beberapa cara telah dilakukan antara lain dengan menggunakan semut hitam, Dolichoderus thoracicus (=D.bituberculatus). Semut hitam mengganggu Helopeltis spp. Keberadaan semut ini pada permukaan buah menyebabkan Helopeltis tidak bisa meletakkan telur atau mengisap buah karena diserang oleh semut-semut tersebut. Sarang semut dibuat dari daun kakao kering atau daun kelapa diletakkan di atas jorket dan diolesi gula. Pengendalian hama ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan jamur B. bassiana. Dengan penyemprotan ini Helopeltis akan mati setelah 2-5 hari (Sulistyowati et al, 2003).

Serangga ini mempunyai tipe metamorfosa sederhana, terdiri dari telur, nimfa dan imago. Telur berbentuk lonjong, berwarna putih, pada salah satu ujungnya terdapat sepasang benang yang tidak sama panjangnya. Telur diletakkan pada permukaan buah atau pucuk dengan cara diselipkan di dalam jaringan kulit buah atau pucuk dengan bagian ujung telur yang ada benangnya menyembul keluar. Stadium telur berlangsung antara 6-7 hari. Nimfa mempunyai bentuk yang sama dengan imago tetapi tidak bersayap, terdiri dari 5 instar dengan 4 kali ganti kulit. Stadium nimfa berkisar antara 10-11 hari. Imago berupa kepik dengan panjang tubuh kurang lebih 10 mm. Lama hidup serangga betina berkisar antara 10-42 hari, sedangkan jantan 8-52 hari. Seekor imago betina mampu meletakkan telur hingga 200 butir selama hidupnya.

Serangga muda (Nimfa) dan dewasa (imago) menyerang pucuk dan buah muda tanaman kakao dengan menusukkan alat mulutnya (stilet) ke jaringan tanaman kemudian mengisap cairan di dalamnya. Stilet membentuk dua saluran, yaitu saluran makanan dan saluran air liur. Ketika stilet melakukan penetrasi ke tanaman inang maka air liur akan dipompa ke bagian tersebut menyebabkan jaringan tanaman menjadi lebih basah sehingga lebih mudah untuk diisap. Pada kelenjar ludah dan midgut Helopeltis dijumpai enzim amylase, protease, dan lipase. Adanya enzim ini akan membantu merombak jaringan tanaman dan penetrasi stilet serta melawan pertahanan kimia tanaman inang

C.      Penyakit busuk buah.

Penyakit busuk buah kakao adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cendawan Phytoptora palmivora pada buah kakao. Infeksi dapat terjadi pada buah-buah yang masih pentil muda hingga buah-buah yang sudah siap petik. Penyakit ini menyebabkan kerugian yang sangat besar karena serangan langsung ditujukan pada buah yang notabene menjadi sumber penghasilan petani dari bisnis budidaya tanaman kakao.

Gejala serangan awal berupa bercak coklat pada permukaan buah, umumnya pada ujung atau pangkal buah yang lembab dan basah. Selanjutnya bercak membesar hingga menutupi semua bagian kulit buah. Saat kondisi cuaca lembab, pada permukaan bercaktersebut akan tampak miselium dan spora jamur berwarna putih. Miselium dan spora inilah yang akan menjadi alat reproduksi P. palmivora untuk melakukan penyebaran dan penularan penyakit busuk buah ke buah-buah kakao yang masih sehat.

Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan sanitasi kebun, mekanis (mengumpulkan dan membakar buah yang terserang) dan kultur teknis. Pengaturan pohon pelindung dan pemangkasan tanaman kakao merupakan hal yang penting dilakukan terutama pada musim hujan (Hindayana et al. 2002).

Pemerintah Nagari Koto Gadang Perkuat Kelembagaan Tani

Rabu (4/2) Pemerintahan Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam melaksanakan pembinaan Kelompok Tani dan Perkumpulan Petani Pem...