Tampilkan postingan dengan label Metablosme Tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metablosme Tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2022

Sumber N Alami Terbaik

 oleh :

ICHSAN KURNIAWAN,SP

Nitrogen atau unsur N bukanlah unsur hara tanaman yang asing bagi para petani. Bahkan N sendiri muncul sebagai merk dari produk pupuk yang umum dijual di pasaran. N ini adalah salah satu unsur hara makro primer selain P dan K yang sangat berperan penting dalam pertumbuhan tanam yakni besar perannya dalam merangsang pertumbuhan dan memberi warna hijau pada daun.

Bentuk senyawa Nitrogen umumnya berupa nitrat, amonium, amin, sianida. Contoh: Kalium nitrat (KNO3), amonium fosfat [(NH4)3PO4], urea (NH2CONH2) dan kalsium sianida (CaCN2). Bentuk pupuk nitrogen ini berupa kristal, prill, pellet, tablet maupun cair.

Nitrogen sendiri adalah unsur yang sangat penting bagi petrumbuhan tanaman.  Nitrogen merupakan bagian dari protein, bagian penting konstituen dari protoplasma, enzim, agen katalis biologis yang mempercepat proses kehidupan.

Nitrogen juga berperan sebagai bagian dari nukleoprotein, asam amino, amina, asam gula, polipeptida dan senyawa organik dalam tumbuhan.Dalam rangka untuk menyiapkan makanan untuk tanaman, tanaman diperlukan klorofil,energi sinar matahari untuk membentuk karbohidrat dan lemak dari C air dansenyawa nitrogen.

Adapun peran dan fungsi N yang lain bagi tanaman yakni berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman, memberikan warna pada tanaman, panjang umur tanaman, penggunaan karbohidrat, dll.

 

Sumber N alami terbaik yang bisa didapatkan dari bahan-bahan sekitar untuk memenuhi kebutuhan nitrogen tanaman.

Nitrogen merupakan salah satu unsur hara makro primer sebagai salah satu unsur pembentu asam amino, protein dan DNA tanaman.

Kekurangan unsur hara ini bisa menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman.

Nitrogen alami bisa didapatkan dari sumber Nabati seperti dari biji-bijian, dedaunan dan sumber nabati lainnya.

Bisa juga didatpakan dari sumber hewani, baik dari tubuh hewan yang mati atau dari kotoran hewan tersebut.

Nitrogen yang bersumber dari bahan nabati biasanya memiliki persentase yang lebih rendah dan kurang terkonsentrasi.

 

Dan kurang bagus diaplikasikan pada wilyah dengan cuaca dingin karena membutuhkan mikroba pengurai untuk bisa menjadikannya siap diserap oleh tanaman.

Sementara Nitrogen dari sumber hewani bisa melepaskan nitrogen dengan lebih cepat dan memiliki konsentrasi yang lebih tinggi.

Contohnya, tepung darah, tepung bulu, tepung ikan, tepung kulit udang, kotoran kelelawar, kotoran cacing dan lains sebagainya.

 

Sumber Nitrogen Alami Dengan Kandungan Paling Tinggi

Berikut adalah sumber nitrogen alami, sebagian besar berasal dari sumber hewani.

 

1. Tepung Darah

Bagi Anda yang tinggal disekitar rumah potong hewan, ini bisa menjadi pilihan yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan nitrogen tanaman Anda

Memiliki rasio NPK 13 0 0. Bisa bertahan di lahan pertanian selama 3-4 Bulan.

 

2. Tepung Bulu

Bulu unggas (seperti Ayam) memiliki kandungan Nitrogen yang cukup tinggi, NPK 12 0 0. Bisa bertahan selama 3-6 bulan pada lahan pertanian

 

3. Kotoran Kelelawar

Kotoran kelelawar sudah lama dikenal karena memiliki kandungan NPK yang cukup tinggi dengan rasio NPK 10 6 2.

Akan tetapi tidak semua wilayah bisa didapatkan kotoran kelelawar yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman, bisa bertahan 2-8 bulan.

4. Ikan

Ikan laut atau ikan air tawar merupakan sumber nitrogen yang cukup tinggi. Selain itu juga mengandung unsur hara makro dan mikro yang cukup lengkap.

Ikan bisa dibuat dalam bentuk pupuk asam amino atau tepung ikan. Rasio NPK 9 4 1 dan bisa bertahan 3-4 bulan.

 

5. Tepung Kepiting dan Kulit Udang

Kepiting dan kulit udang selain memiliki kandungan Nitrogen yang tinggi, juga mengandung Caslium dan kitin.

Aplikasi kedua bahan ini bisa memicu pertumbuhan mikroba pemakan kitin pada tanah. Rasio NPK 6 6 0 Ca Kitin. Bisa bertahan dalam tanah selama 3-12 bulan.

Demikianlah sumber N alami terbaik yang bisa digunakan, jika kelima bahan tersebut sulit anda dapatkan, Anda bisa menggunakan bahan alternatif lainnya. Sebagaimana yang telah dipaparkan.


Kamis, 14 Januari 2021

BAHAN ORGANIK TANAH

Bahan organik:  mencakup semua bahan yang berasal dr jaringan tanaman dan hewan, baik yang hidup maupun yg telah mati, pada berbagai tahana (stage) dekomposisi (Millar, 1955).  Bahan organik tanah: lebih mengacu pd bahan (sisa jaringan tanaman/hewan) yang telah mengalami perombakan/dekomposisi baik sebagian/seluruhnya, yg telah mengalami humifikasi maupun yg belum. Kononova (1966) dan Schnitzer (1978) membagi bahan organic tanah menjadi 2 kelompok, yakni: bahan yg tlah terhumifikasi, yg disebut sbg bahan humik (humic substances) dan bahan yg tidak terhumifikasi, yg disebut sbg bahan bukan humik (non-humic substances). Kelomp pertama lbh dikenal sbg “humus” yg merupakan hsl akhir proses dekomposisi bahan organic bersifat stabil dan tahan thd proses bio-degradasi (Tan, 1982). Terdiri atas fraksi asam humat, asam fulfat dan humin.  Humus menyusun 90% bag bahan organik tanah (Thompson & Troeh, 1978).  Kelomp kedua meliputi senyawa-senyawa organik spt karbohidrat, as amino, peptida, lemak, lilin, lignin, asam nukleat, protein.

Bahan organik tanah berada pada kondisi yang dinamik sbg akibat adanya mikroorganisme tanah yg memanfaatkannya sbg sumber energi dan karbon. Kandungan bahan organik tanah terutama ditentukan oleh kesetimbangan antara laju pelonggokan dengan laju dekomposisinya (Pal & Clark, 1989). Kandungan bahan organik tanah sangat beragam, berkisar ant 0,5% - 5,0% pada tanah-tanah mineral atau bahkan sampai 100% pada tana organik (Histosol) (Bohn, 1979). Faktor yg pengaruhi kand BO tnh adalah: iklim, vegetasi, topografi, waktu, bahan induk dan pertanaman (cropping). Sebaran vegetasi berkaitan erat dg pola tertentu dr agihan temperatur dan curah hujan. Pd wil yg CH rendah, mk vegetasi jg jarang shg akumulasi BO jg rendah. Pd wil yg temperatur dingin, mk keg mikroroganisme jg rendah shg proses dekomposisi lambat. Apabila terjadi laju pelonggokan bahan organik melampaui laju dekomposisinya, terutama pd daerah dengan kondisi jenuh air dan suhu rendah, mk kandungan bahan organik akan meningkat dengan tingkat dekomposisi yg rendah

Ciri dan kandungan bahan organik tanah merupakan ciri penting suatu tanah, krn BO tanah mempengaruhi sifat-sifat tanah melalui berbagai cara. Hasil perombakan bahan organik BO mampu mempercepat proses pelapka bahan2 mineal tanah; agihan (distribution) bahan organik di dlm tanah berpengaruh thd pemilahan (differentiation) horison. Proses perombakan bahan organik merupakan mekanisme awal yg selanjutnya menentukan fungsi dan peran bahan organik tsb di dlm tanah.

 

Gambar : Kelompok Tani Mubarakah (by Ichsan K)

Stevenson (1982) menyajikan proses dekomposisi BO dengan urutan sbb:

1.            Fase perombakan bahan organik segar. Proses ini akan merubah ukuran bahan menjadi lbh kecil.

2.            Fase perombakan lanjutan, yg melibatkan keg ensim mikroorganisme tnh. Fase ini dibagi lg menj bbrp tahana:

a.     tahana awal: dicirikan oleh kehil scr cpt bhn-bhn yg mudah terdekomposisi sbg akibat pembafaatan BO sbg sumber karbon dan energi oleh m.o. tnh, terutama bakteri. Dihslkan sejmlh seny sampingan (by products) spt: NH3, H2S, CO2, as organik dll.

b.      Tahana tengah: terbent seny organik tengahan/antara (intermediate products) dan biomasa baru sel organisme)

c.      Tahana akhir: dicirikan oleh terjadinya dekomposisi scr berangsur bag jaringan tnm/hewan yg lbh resisten (mis: lignin). Peran fungi dan Actinomycetes pd tahana ini sangat dominan

3.            Fase perombakan dan sintesis ulang senyawa senyawa organik (humifikasi) yg akan membentuk humus.


Senin, 07 September 2020

JAMBU BIJI MINI DALAM POT RAJIN BERBUAH

 JAMBU BIJI MINI DALAM POT RAJIN BERBUAH

Jambu biji mini adalah salah satu tanaman buah dalam pot yang susah gampang dalam merawatnya. TIPS RUMAHAN ICHSAN KJ berbagi video jambu biji yang berbuah lebat dan rutin. Pengalaman kami merawat dari mulai kena penyakit sampai akhirnya sehat dan rajin berbuah 2 kali setahun.


Jangan lupa subscribed untuk dapat berpartisipasi membangun chanel ini.

Kamis, 21 September 2017

Teknik Pembibitan Cabe Merah di Polybag



 oleh ICHSAN KURNIAWAN,SP

Menggunakan bibit cabai merah yang baik merupakan sebagaian langkah dari keberhasilan dalam bertanam cabai.

1.       Pentingnya penggunaan bibit cabai merah yang baik adalah :
a.       Dengan bibit cabai merah yang baik akan mengurangi  tingkat kematian tanaman di pertanaman
b.       Perkembangan awal di pertanaman lebih cepat karena tidak mengalami stagnasi
c.       Mengurangi biaya dan tenaga untuk penyulaman
d.      Pertumbuhan tanaman lebih seragam
e.      Dengan perlakuan benih/bibit dapat mengurangi serangan OPT, khususnya penyakit layu

2.       Pemilihan lokasi pembibitan perlu pertimbangan :
a.       Dekat sumber air
b.      Sinar matahari cukup
c.       Dekat jalan
d.      Dekat lokasi pertanaman
e.      Aman dari binatang yang dapat merusak bibit

3.       Media tanam yang digunakan antara lain :
a.       Tanah                                                        : 2 ember
b.      Pupuk organic                                           : 1 ember
c.       Tanah bawah rumpun bambu                    : 0,1 ember
d.      Pupuk SP36                                              : 150 gram
e.      Pupuk NPK                                               : 80 gram
f.        Furadan                                                    : 75 gram
Semua bahan dicampur sampai rata kemudian diayak

4.       Mengisi polybag
Polybag dapat menggunakan plastic es lilin atau polybag kecil dengan ukuran 3 cm. Apabila menggunakan plastic es lilin dalam bentuk ukuran rol panjang, cara pengisianya sebagai berikut :
a.       Plastik dipotong-potong sepanjang 50 – 100 cm kemudian salah satu ujungnya diikat dengan tali raffia/karet
b.      Media tanam dimasukan ke dalam plastic dengan menggunakan bantuan alat (corong) dan dipadatkan
c.       Setelah penuh ujungnya diikat lagi dengan tali raffia/karet
d.      Membuat lobang-lobang kecil dengan menggunakan lidi
e.      Selesai  dilobangi segera direndam kedalam air selama beberapa saat sampai seluruh media basah.
f.        Kemudian tiriskan sampai semua air keluar dari dalam kantong plastic
g.       Susunlah polybag panjang kedalam alat pemotong yang telah dipersiapkan dan lakukan pemotongan setiap panjang 5 cm
5.       Perlakuan benih
Guna mempercepat perkecambahan benih dan untuk  pengendalian OPT yang menempel pada benih, sebelum biji ditanam di polybag sebaiknya direndam terlebih dahulu pada larutan fungisida 1%, bakterisida 1%, atonik 1% dan air hangat selama satu malam. Kemudian dibungkus dengan kertas koran selama dua hari dan benih siap dipindahkan kedalam polybag.

6.       Penyemaian
a.       Buat lobang tanam di polybag sedalam 0,5 cm menggunakan alat yang terbuat dari kayu  berdiameter 0,5 cm
b.      Tanam biji yang telah berkecambah sebanyak 1 biji per lobang tanam
c.       Tutuplah dengan tanah/pasir yang halus

7.       Membuat kotak pesemaian
a.       Kotak pesemaian berguna untuk meletakan polybag
b.      Ukuran kotak panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 5 cm
c.       Alas kotak dibuat jeruji agar air sisa siraman bisa keluar
d.      Tempatkan kotak pesemaian pada para-para setinggi  1 meter
e.      Pasanglah pelindung dari plastic transparan setinggi 1 meter diatas pesemaia

8.       Perawatan pesemaian
a.       Penyiraman dilakukan setiap hari
b.      Penyiangan/pembersihan gulma apabila ada
c.       Pemupukan pada umur 10 hari dengan pupuk daun
d.      Pengendalian OPT secara alami, namun apabila kondisi OPT sudah berada diatas ambang ekonomi dapat menggunakan pestisida yang dianjurkan
e.      Lakukan seleksi bibit, yang rusak/cacat dan terserang penyakit jangan ditanam

Jumat, 02 September 2016

Alternatif Pemenuhan Unsur Hara Makro Tanaman




ICHSAN KURNIAWAN,SP

Nutrisi tanaman adalah hal sangat krusial bagi tanaman. Dibutuhkan ilmu yang cukup tentang unsure hara dan kebutuhan tanaman. Namun, sangat disangkan hal tersebut tidak dimiliki seluruh masyarakat tani kita sehingga menjadi rintangan bagi petani dalam mendapatkan hasil produksi sebagaimana yang mereka harapkan. Muaranya maksimalnya biaya produksi pada beberapa komoditas yang tidak diiringi dengan pengetahuan yang cukup mengenai nutrisi dan kebutuhan tanaman justru membuat kuantitas dan dan kualitas output usaha tani menjadi rendah dengan biaya yang mahal. Dengan kata lain hanya kerugian yang kerap dituai oleh masyarakat tani kita.
 
Kenyataan pahit tersebut membuat antusiasme masyarakat terhadap prodesi sebagai petani justru sangat minim sehingga tak jarang para petani cenderung menganjurkan keturunan mereka untuk tidak mengikuti jejak pekerjaan yang sama dengan mereka (sebagai petani). Hal ini tentu berujung kepada profesi mulia yang lebih banyak ditinggalkan dewasa ini dan digantikan dengan profesi menjanjikan sebagai pelaku industry dan lainnya
Pengetahuan yang minim tentang cara memperlakukan tanaman dengan salah satunya mengatur pola dan mencari tahu kebutuhan nutrisi tanaman tentu sangat berpengaruh terhadap efisiensi kuantitas hasil yang diharapakan serta biaya produksi dan optimasi hasil produksi.
Apa Itu sih sebenarnya Nutrisi itu.  Merujuk kepada literature yang ada Nutrisi atau gizi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan. Beberapa ahli memberikan penjelasan mengenai pengertian nutrisi adalah ikatan kimia yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya yang berupa energi.

Nutrisi tanaman dikategiorikan kepada dua yakni nutrisi makro dan nutrisi mikro. Hal ini tentu merujuk kepada unsure hara mikro dan unsure hara makro sebagai kebutuhan tanaman. Pada bagian ini mari kita bahas dulu tentang alternative pemenuhan hara makro yakni unsure hara esensial tanaman yang dibutuhkan dalam jumlah relative banyak dan dominan.

Kita pasti mengenal unsru Nitrogen dan Phospor, beberapa dari aneka kebutuhan tanaman ini sering kita jumpai dalam bentuk kimia sintetik yakni Urea dan TSP serta banyak varian lain yang memiliki kandungan unsure ini. Sebenarnya beberapa unsure itu bias kita penuhi dengan pemanfaatan sumber daya local. Beberapa sumber nutrisi makro sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

1. Nutrisi ikan (nitrogen)
Ikan di cacah halus +Gula merah yang sudah di caca halus + Gula merah yang sudah di cacah halus dengan perbandingan 1:1, masukan ke setoples pelastik, tutup dengan kertas, ikat dengan tali atau karet. Lama pembuatan 7 hari . tanda jadi, bahan di tumbuhi jamur putih

2. Nutrisi tulang/nutrisi kulit telur (sumber phosphor/ kalsium)
Tulang / kulit telur di sangrai, di wajan tanah hingga kekuning kuningan. Setelah dingin masukan ke dalam stoples plastic,tambahkan air cuka dengan perandingan 1:3/5 Ltr.  utup dengan kertas bersih ikat dan biarkan selama 7 hari.

3. Arang batang Tembakau (sumberkalsium)
Batang tembakau di sangrai, masukkan kedalam ember tambahkan air laut atau air biasa engan perbandingan 1: 3/5 liter air laut. Gunakan airator atau penggerak air selama 7 hari 7 malam.

Pemerintah Nagari Koto Gadang Perkuat Kelembagaan Tani

Rabu (4/2) Pemerintahan Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam melaksanakan pembinaan Kelompok Tani dan Perkumpulan Petani Pem...