DANGAU PETANI KREATIF
Selamat datang di Dangau Petani Kreatif. Blog ini berisikan informasi kreatif seputar pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan dan Ketahanan Pangan. Semoga materi blog ini memberikan manfaat bagi kita semua. Aamiin Yaa Rabbal 'alamin.
Rabu, 04 Februari 2026
Pemerintah Nagari Koto Gadang Perkuat Kelembagaan Tani
Selasa, 27 Januari 2026
Distan Agam Lakukan CPCL RJIT Terdampak Bencana di Sungai Landia
Rabu, 18 Oktober 2023
PERKEMBANGAN POPULASI HAMA TIKUS
Ichsan Kurniawan,SP, M.Si
Tanaman padi ( Produsen ) akan lebih cepat
habis karena jumlah tikus banyak sedangkan pemangsa tikus ( Ular ) mungkin
jumlahnya sedikit. Jadi Produsen akan cepat habis, sedangkan Hewan / Pemangsa
(Konsumen III) yang tingkatnya diatas Pemangsa Tikus (Konsuman II) juga akan
berkurang karena kekurangan sumber makanannya.
Dengan kata lain, akan terjadi
ketidakseimbangan pada rantai makanan apabila jumlah Tikus (Konsuman I) tidak
segara dikendalikan Tikus yang telah terbunuh/tertangkap hanya merupakan
indikasi turunnya populasi. Yang perlu diwaspadai adalah populasi
tikus yang masih hidup, karena akan terus berkembang biak
dengan pesat selama musim tanam padi. Disamping itu monitoring keberadaan dan
aktivitas tikus sangat penting diketahui sejak dini agar usaha pengendalian
dapat berhasil.
Cara monitoring antara lain dengan melihat
lubang aktif, jejak tikus, jalur jalan tikus, kotoran atau gejala kerusakan
tanaman. Dan tidak kalah pentingnya adalah mewaspadai terhadap kemungkinan
terjadinya migrasi (perpindahan tikus) secara tiba-tiba dari daerah lain dalam
jumlah yang besar
Tikus bisa hidup di luar rumah dan juga hidup
di dalam rumah bersama-sama dengan manusia. Tikus biasanya dianggap sebagai
hama karena banyak memberikan dampak buruk bagi manusia sehingga suka diburu
untuk dimusnahkan. Di balik semua itu, ada juga orang-orang yang menjadikan
tikus sebagai hewan peliharaan, serta ada juga budaya suatu daerah yang
menghormati tikus setinggi langit sehingga haram hukumnya menyakiti
tikus.inilah bebrapa efek yang di timbulkan oleh hama tikus tersebut:
- Menimbulkan Kerusakan
Karena tikus adalah hewan pengerat maka tikus akan
menggigiti barang-barang yang ada di rumah kita serta membuat lubang-lubang
untuk jalan akses keluar masuk tikus. Selain itu tanaman-tanaman yang ditanam
manusia bisa dirusak tikus
- Mengotori Rumah
Tikus buang air besar dan buang air kecil sembarangan di
dalam maupun di luar rumah kita sehingga menimbulkan pemandangan dan bau yang
tidak sedap. Mau tidak mau kita harus membersihkannya sudah tentu dengan rasa
jijik Makan Minum dan Mengacak-Acak Makanan Minuman Manusia
Apabila makanan dan minuman kita tidak ditutup rapat dengan benar, maka tikus
bisa masuk dan ikut berpesta pora terhadap makanan kita. Jika sudah begitu maka
kita pun akan merasa jijik untuk makan makanan yang sudah dicicipi dan
diacak-acak oleh hewan tikus yang tidak bertanggung jawab.
- Menimbulkan Penyakit
Tikus bisa menjadi medium penyebaran penyakit berbahaya
seperti pes dan leptospirosis (kencing tikus). Jika mendengar penyakit yang
berbahaya tersebut, maka rasanya ingin segera memberantas tikus-tikus yang ada
di sekitar kita agar terhindar dari resiko terkena penyakit yang berbahaya.
- Menimbulkan Polusi
Tikus yang mengeluarkan suara mencicit-cicit serta
menimbulkan suara gaduh cukup mengganggu ketenangan di telinga kita. Tikus yang
mati dan menjadi bangkai di tempat yang tidak terlihat mata kita juga bisa
menjadi teror yang cantik bagi seluruh penghuni seisi rumah dengan polusi udara
tingkat tinggi.
- Membuat Orang-Orang Takut
dan Panik
Tikus yang lenggang kangkung lewat ke sana ke mari di
sekitar kita juga bisa membuat panik terhadap orang-orang yang phobia terhadap
tikus. Entah kenapa orang bisa takut pada tikus dan bisa menjerit-jerit dan
panik setengah mati jika melihat tikus. Yang pasti hal tersebut sangat tidak
menyenangkan bagi orang-orang normal yang tidak takut kepada tikus jika melihat
orang lain panik melihat tikus.
- Bisa Melukai Manusia
Masih ingatkah dengan pesan orangtua untuk cuci tangan dan
cuci kaki sebelum tidur agar tikus enggan menyantap tangan dan kaki kita yang
bebau makanan yang disukai para tikus. Gigi tikus yang sangat tajam memang bisa
saja melukai kita. Oleh karena itu kita harus terus waspada dan berhati-hati
terhadap berbagai acaman yang ditimbulkan oleh tikus yang kurang ajar.
- Memangsa Hewan Peliharaan
Bukan sesuatu yang tidak mungkin tikus akan menyerang
hewan-hewan peliharaan kesayangan kita jika sedang lapar. Hewan seperti burung,
ayam, bebek, kelinci, dan lain sebagainya bisa saja mati dimangsa tikus yang
kelaparan. Makanan binatang peliharaan kita pun juga kadang menjadi santapan
tikus-tikus yang lapar
- Merusak Pemandangan
Apa enaknya melihat penampilan tikus yang lusuh, dekil,
kotor, kucel, pitak dan menjijikkan? Dengan membayangkan kelakuan tikus kepada
kita saja sudah menibulkan rasa kesal yang amat sangat, apalagi melihat
penampakan tikus-tikus yang berlalu-lalang tanpa merasa bersalah di depan kita
dengan mata kepala kita sendiri.
- Menimbulkan Wabah Kelaparan
Tikus dalam jumlah besar bisa merusak sawah, ladang dan
kebun yang sedang ditanami beraneka bahan makanan manusia seperti padi, jagung,
buah dan sayur. Tikus pun juga bisa menyerang dan menghabiskan persediaan
makanan di dalam lumbung dan gudang bahan pangan sehingga serangan hama tikus
tidak boleh disepelekan dan harus ditindak jauh-jauh sebelum terjadi bencana.
Jumlah anak tikus per induk beragam antara 6-18 ekor,
dengan rata-rata 10,8 ekor pada musim kemarau dan 10,7 ekor pada musim hujan,
untuk peranakan pertama. Peranakan ke 2-6 adalah 6-8 ekor, dengan rata-rata 7
ekor. Peranakan ke 7 dan seterusnya, jumlah anak menurun mencapai 2-6 ekor,
dengan rata-rata 4 ekor. Interval antar peranakan adalah 30-50 hari dalam
kondisi normal.
Pada satu musim tanam, tikus betina dapat
melahirkan 2-3 kali, sehingga satu induk mampu menghasilkan sampai 100 ekor
tikus, sehingga
populasi akan bertambah cepat meningkatnya. Tikus betina
cepat dewasa, pada umur 28 hari sudah siap kawin dan dapat bunting. Masa
kehamilan mencapai 19-23 hari, dengan rata-rata 21 hari. Tikus jantan lebih
lambat menjadi dewasa daripada betinanya, pada umur 60 hari siap kawin. Lama
hidup tikus sekitar 8 bulan.
Sarang tikus pada pertanaman padi masa
vegetatif cenderung pendek dan dangkal, sedangkan pada masa generatif lebih
dalam, bercabang, dan luas karena mereka sudah mulai bunting dan akan
melahirkan anak. Selama awal musim perkembangbiakan, tikus hidup masih soliter,
yaitu satu jantan dan satu betina, tetapi pada musim kopulasi banyak dijumpai
beberapa pasangan dalam satu liang/sarang. Dengan menggunakan Radio Tracking
System, pada fase vegetatif dan awal generatif tanaman, tikus bergerak mencapai
100-200 m dari sarang, sedangkan pada fase generatif tikus bergerak lebih
pendek dan sempit, yaitu 50-125 m dari sarang.
Penyebab – penyebab meluaknya populasi hama
tikus khususnya di indonesia
v Jumlah pakan/makanan (Padi) melimpah khususnya indonesia.
v Jumlah pemangsa tikus (Konsumen II) sedikit / tidak
seimbang dengan jumlah tikus.
v Tempat berkembang biak yang aman untuk tikus.
v Tidak ada peran serta dari manusia dalam membasmi sarang
tikus.
v Banyak predator ( ular ) yang diburu oleh manusia
- Penyebab Terjadinya
Jumlah pakan/makanan (Padi) melimpah.
Jumlah pemangsa tikus (Konsumen II) sedikit / tidak
sei,bang dengan jumlah tikus.
Tempat berkembang biak yang aman untuk tikus.
Tidak ada peran serta dari manusia dalam membasmi sarang
tikus.
Banyak predator ( ular ) yang diburu oleh manusia.
- Efek Tehadap Organisme
Lain
Mungkin bisa membuat pertumbuhan padi menjadi kurang baik
atau bahkan bisa gagal panen. Hal tersebut juga berlaku untuk tanaman lain yang
biasanya dikonsumsi tikus. Karena tanaman tersebut dirusak oleh tikus sedangkan
mungkin pemangsa tikus sendiri jumlahnya sedikit.
- Pengaruh Yang Timbul Pada
Rantai Makanan
Tanaman padi ( Produsen ) akan lebih cepat habis karena
jumlah tikus banyak sedangkan pemangsa tikus ( Ular ) mungkin jumlahnya
sedikit. Jadi Produsen akan cepat habis, sedangkan Hewan / Pemangsa (Konsumen
III) yang tingkatnya diatas Pemangsa Tikus (Konsuman II) juga akan berkurang
karena kekurangan sumber makanannya.
Kamis, 13 April 2023
Pembuatan Nutrisi Alami dengan Gula Tebu sebagai Nutrisi Tumbuh dan Pengendali
oleh :
ICHSAN KURNIAWAN,SP, M.Si
Nutirsi alami dan pengendali hama penyakit berbahan
nabati (pestisida
nabati) tetap memakai bahan yang dipakai dalam pertanian
organik, tambahannya disini adalah menggunakan tanaman yang sakit.
Seperti penyakit pada manusia, bibit penyakit dilemahkan untuk selanjutnya diberikan pada
manusia (imunisasi). Tanaman juga perlu di imunisasi agar bisa membuat system pertahanan sendiri.
Cara yang dipakai dalam memisahkan bahan aktif bahan nabati adalah dengan fermentasi. Berdasar teknik kimia bahan alam, bahan organik dapat dipisahkan dari bahan dasarnya dengan bahan organik. Bahan organik yang dimaksud adalah alcohol dan asam cuka. Bahan yang lunak (mudah lapuk) difermentasi dengan alcohol. Alcohol akan terbentuk secara alami dalam proses fermentasi karena kita menggunakan gula (Gula merah, gula kelapa). edangkan bahan yang agak keras difermentasi dengan asam cuka dengan menambahkan ada bahan. Asam cuka dapat dibuat sendiri, namun karena bahan yang agak sulit didapatkan bisa mendapatkan dari pasaran.
Inovasi
pembuatan Nutrisi Organik untuk pengendali hama penyakit tanaman terus
dilakukan dalam menghemat biaya produksi dan meminimalisir kerusakan lingkungan
akibat pemakaian bahan kimia sintetis sehingga dapat menghasilkan produk
sayuran organic yang diterapkan pada 3 lokasi yakni di Patapaiyan Balingka, dan
2 lokasi di Nagari Sungai Landia Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam Provinsi
Sumatera Barat.
Bahan-bahan
yang dipakai harus diambil dari bahan-bahan local, dicampur dengan Gula Merah
atau air tebu dengan ketentuan untuk bahan dari daun-daunan perbandingan 1 : ½
(1 kg daun : ½ Gula Merah) sedang bahan yang berasal dari buah-buahan
perbandingannya 1 : 1. ( 1 kg Buah : 1 Gula Merah) caranya sebagai berikut.
1. Ikan Tongkol/Laut (bisa juga ikan tawar asal berpunggung biru)
·
Kandungan : Asam Amino
·
Fungsi : Penyubur Daun dan mengandung
unsur (N)
·
Cara membuat :
1 kg ikan tongkol segar dipitong-potong kemudian dicampur dengan irisan
1 kg Gula Merah kemudian dimasukkan kedalam stoples transparan kira-kira 1/3
bagian kemudian ditutup dengan kertas dan diikat dengan karet, setelah selama 1
minggu sudah bisa diapikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal
penyimpanan tidak terkena Sinar Matahari langsung (sebaiknya ditaruh didalam
tanah, tetapi tetap harus ada lobang oksigen yang masuk ke stoples tersebut).
3. Batang Tembakau (Dibuat Arang Dahulu)
*Kandungan : Kalium (K)
* Fungsi : -
* Cara membuat :
1 kg Arang Batang Tembakau dimasukkan kedalam stremin plastic dan
ditaruh pada 3 liter Air Laut (dalam stoples transparan) kira-kira 1/3 bagian,
kemudian ditutup dengan kertas dan diikat dengan karet, setelah selama 1 minggu
sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal
penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh didalam
tanah, tetapi tetap harus ada lobang oksigen yang masuk kestoples tersebut).
4. Cangkang Telur ( disangrai dahulu)
-Kandungan : Calsium (Ca)
-Fungsi : pemneuhan kebutuhan kalsium tanaman
-Cara membuat :
1 kg Cangkang Telur dimasukkan kedalam 3 liter Cuka Alami (dalam stoples
transparan) kira-kira 1/3 bagian, kemudian ditutup dengan kertas dan diikat
dengan karet, setelah selama 1 minggu sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini
dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan tidak terkena Sinar Matahari
langsung (sebaiknya ditaruh didalam tanah, tetapi tetap harus ada lobang
oksigen yang masuk kestoples tersebut).
5. Kangkung
Kandungan : Zat Besi (Mg)
Fungsi : -
Cara membuat :
1 kg Kangkung segar dipotong-potong kecil terus dicampur dengan ½ kg
Gula Semut/Gula Merah dimasukkan kedalam stoples transparan kira-kira 1/3
bagian kemudian ditutup dengan kertas dan diikat dengan karet, setelah selama 1
minggu sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal
penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh didalam
tanah,tetapi tetap harus ada lubang oksigen yang masuk ke stoples terseut).
6. Seledri
·
Kandungan : mangan (Me)
·
Fungsi : membasmi penyakit Tanaman
·
Cara membuat :
1
kg seledri segar dipotong-potong kecil terus dicampur dengan ½ kg Gula Semut/
Gula Merah dimasukkan kedalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian kemudian
ditutup dengan kertas dan diikat dengan karet, setelah selama 1 minggu sudah
bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan
tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh didalam tanah, tetapi
tetap harus ada lobang oksigen yang masuk kedalam stoples tersebut).
8. Pepaya
·
Kandungan : Karbohidrat
·
Fungsi : Membantu potosintesis
·
Cara membuat :
1 kg papaya masak di potong kecil terus dicampur dengan ½ kg Gula
Semut/Gula Merah dimasukkan kedalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian,
kemudian ditutup dengan kertas dan diikat dengan karet, setelah selama 1 minggu
sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal
penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh didalam tanah,
tetapi tetap harus ada lobang oksigen yang masuk kedalam stoples tersebut).
9. Nanas
*Kandungan : Karbohidrat
* Fungsi : Merangsang buah dan warna buah
lebih cera
* Cara membuat :
1 kg nanas masak di potong kecil terus dicampur dengan 1 kg Gula
Semut/Gula Merah dimasukkan kedalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian,
kemudian ditutup dengan kertas dan diikat dengan karet, setelah selama 1 minggu
sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal
penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh didalam
tanah, tetapi tetap harus ada lobang oksigen yang masuk kedalam stoples
tersebut).
10. Pisang Mentah
-Kandungan : -
-Fungsi : untuk pertumbuhan
-Cara membuat :
1 kg buah pisang mentah di potong kecil terus dicampur dengan 1 kg Gula
Semut/Gula Merah dimasukkan kedalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian,
kemudian ditutup dengan kertas dan diikat dengan karet, setelah selama 1 minggu
sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal
penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh didalam
tanah, tetapi tetap harus ada lobang oksigen yang masuk kedalam stoples
tersebut).
Selasa, 14 Februari 2023
Alternatif Penanggulangan Hama dan Penyakit Cabe Secara Organik
oleh : ICHSAN KURNIAWAN, SP, M.Si
Budidaya
tanaman cabe merupakan kegiatan usaha tani yang menjanjikan keuntungan menarik.
Di Indonesia, permintaan akan cabe cukup tinggi. Cabe seakan-akan sudah menjadi
bahan kebutuhan pokok masyarakat. Di masa-masa tertentu, seperti menjelang hari
raya harga cabe bisa meningkat hingga puluhan kali lipat.
Usaha
tani tanaman cabe (Capsicum annuum L.) memerlukan modal besar dan
keterampilan yang cukup. Tidak jarang petani cabe merugi karena abai
memperhitungkan faktor cuaca, fluktuasi harga atau serangan hama dan penyakit.
Oleh karena itu, segala resiko dalam budidaya tanaman cabe harus
dipertimbangkan secara matang.
Serangan
hama dan penyakit merupakan salah satu faktor resiko yang cukup besar dalam
budidaya cabe. Agar sukses menjalankan usaha tani cabe, ada baiknya kita
mengenal jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman cabe.
Kendala utama bercocok tanam adalah serangan
hama dan penyakit. Penanggulangan hama dan penyakit secara tepat merupakan
kunci keberhasilan usaha bercocok tanam. Berikut ini beberapa jenis hama dan
penyakit yang menyerang tanaman cabe dan cara penanggulangannya secara organik.
a.Hama
Hampir
semua hama yang menyerang tanaman terung-terungan bisa menyerang tanaman cabe.
Serangan hama ini bisa menurunkan produktivitas tanaman, bahkan pada tingkat
tertentu mengakibatkan gagal panen. Berikut ini beberapa jenis hama utama yang
sering menyerang tanaman cabe di Indonesia.
Penggerek daun
Hama ini menyerang daun sehingga daun tampak tidak normal seperti
berwarna putih keabu-abuan.
Indikasi: Daun tanaman terlihat berwarna putih keabu-abuan dan melinting.
Pengendalian:
Segera petik daun yang terserang hama kemudian semprot dengan pestisida organik
yang berupa campuran minyak cengkeh, air tembakau dan minyak sereh.
Ulat hijau
Ulat hijau sangat merusak tanaman. Jika tidak ditanggulangi dengan
cepat dan tepat maka daun tanaman akan habis dalam waktu singkat sehingga
tanaman akan mati.
Indikasi: Daun berlubang-lubang atau bahkan habis seluruhnya karena dimakan
ulat ini.
Pengendalian:
Petik daun yang rusak karena dimakan ulat. Kumpulkan dan binasakan ulatnya.
Setelah itu semprot dengan pestisida organik.
Kutu
Kutu ini menyerang seluruh bagian tanaman, seperti ranting, batang, dan
daun.
Indikasi: Tanaman rusak dan layu. Seluruh ranting, batang, buah, dan daun
terserang kutu.
Pengendalian:
Petik daun atau potong bagian tanaman yang terserang hama kemudian semprot
dengan pestisida organik.
Kumbang kecil
Hama ini mengganggu pertumbuhan tanaman cabe seperti halnya ulat hijau
karena hama ini juga menyerang daun.
Indikasi: Tanaman yang terserang hama ini terlihat kurang segar, terdapat
lubang-lubang kecil pada daunnya.
Pengendalian:
Petik daun yang sudah terlanjur rusak. Kumpulkan kumbang kecil dan binasakan.
Setelah itu semprot dengan pestisida organik pada pagi atau sore hari.
Thrips
Hama ini termasuk famili Thripidae ordo Thysanoptera, menyerang bagian
pucuk daun.
Indikasi: Pucuk daun tanaman terlihat kering dan layu karena cairannya dihisap
oleh hama ini.
Pengendalian:
Segera petik daun yang terserang hama kemudian semprot tanamannya menggunakan
pestisida organik.
·
Pengendalian
teknis. Bisa memanfaatkan predator alami hama ini, seperti kumbang dan kepik.
Pemakaian mulsa dan menjaga kebersihan kebun efektif menekan perkembangannya.
Selain itu, rotasi tanaman membantu mengendalikan hama jenis ini.
·
Pengendalian
kimiawi. Penyemprotan dilakukan bila serangan meluas. Gunakan insektisida yang
berbahan aktif fipronil dan lakukan pada sore hari.
b.Penyakit
Penyakit
yang menyerang tanaman cabe bisa disebabkan virus, bakteri, cendawan maupun
jamur. Setidaknya ada enam macam penyakit yang biasa menyerang tanaman cabe,
diantranya:
Black spot
Penyakit ini daun dan mengakibatkan rontoknya daun.
Indikasi: Tanaman yang terserang penyakit ini pada bagian permukaan daun
terlihat bercak hitam. Daun kemudian menguning dan akhirnya rontok.
Pengendalian:
Petik daun yang terserang penyakit dan semprot dengan pestisida organik. Bila
perlu, lakukan penyulaman.
Busuk daun
Penyakit ini disebabkan jamur Phytophthora infestans yang menyerang pangkal
buah hingga daun.
Indikasi: Tanaman berbercak hitam pada pangkal buah dan daun.
Pengendalian:
Semprot secara teratur menggunakan pestisida organik.
Layu
Penyakit ini disebabkan jamur yang menyerang akar.
Indikasi: Tanaman akan terlihat layu pada siang hari, terutama saat terkena
sinar matahari. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian tanaman.
Pengendalian:
Cabut dan bakar pohon yang terserang penyakit ini keudian ganti dengan bibit
baru.
Kapang daun
Penyakit ini disebabkan jamur Cladosporum fulvus cke yang menyerang
daun.
Indikasi: Seluruh permukaan daun dipenuhi spora berwarna cokelat.
Pengendalian:
Semprot secara teratur menggunakan pestisida organik.
Virus Kuning
Tanaman cabe yang
terserang virus kuning, daun dan batangnya akan terlihat menguning. Penyakit
ini disebut juga penyakit bule atau bulai. Penyebabnya adalah virus gemini,
penyakit ini bisa dibawa dari benih atau biji dan ditularkan oleh kutu.
Penyakit yang
disebabkan virus tidak akan mempan dengan penyemprotan racun-racun kimia.
Pengendalian harus dilakukan semenjak dini, dengan memilih benih unggul dan
tahan serangan virus. Selain itu bisa juga dengan membasmi hama yang menjadi
vektornya, seperti kutu.
Untuk menaikan
daya tahan tanaman cabe terhadap serangan virus kuning, bisa dengan
mengintensifkan pemupukan, misalnya penggunaan pupuk organik cair yang mengandung zat hara makro
dan mikro lengkap. Tujuannya agar tanaman cabe tumbuh subur sehingga lebih
tahan terhadap patogen.
Bahan dan Cara Umum Pengolahan
Pestisida Organik :
- Bahan mentah berbentuk tepung
(nimbi, kunyit, dll)
- Ekstrak tanaman/resin dengan
mengambil cairan metabolit sekunder dari bagian tanaman tertentu
- Bagian tanaman dibakar untuk
diambil abunya dan dipakai sebagai insektisida (serai, tembelekan/Lantana
camara)
Alternatif Pestisida Organik
Mimba
(Azadirachta indica)
Bahan
Pestisida Organik ini mengandung senyawa aktif azadirachtin, meliantriol, dan
salanin. Berbentuk tepung dari daun atau cairan minyak dari biji/buah. Efektif
mencegah makan (antifeedant) bagi serangga dan mencegah serangga mendekati
tanaman (repellent) dan bersifat sistemik. Mimba dapat membuat serangga mandul,
karena dapat mengganggu produksi hormone dan pertumbuhan serangga.
Mimba
mempunyai spectrum yang luas, efektif untuk mengendalikan serangga bertubuh
lunak (200 spesies) antara lainL belalang, thrips, ulat, kupu-kupu putih, dll.
Disamping itu dapat juga untuk mengendalikan jamur (fungisida) pada tahap
preventif, menyebabkan spora jamur gagal berkecambah. Jamur yang dikendalikan
antara lain penyebab: embun tepung, penyakit busuk, cacar daun/kudis, karat
daun dan bercak daun. Dan mencegah bakteri pada embun tepung (powdery mildew).
Ekstrak mimba sebaiknya disemprotkan pada tahap awal dari perkembangan
serangga, disemprotkan pada dun, disiramkan pada akar agar bisa diserap tanaman
dan untuk mengendalikan serangga di dalam tanah.
Akar tuba (Deris eliptica)
Senyawa
yang telah ditemukan antara lain adalah retenon. Retenon dapat diekstrak
menggunakan eter/aseton menghasilkan 2 – 4 % resin rotenone, dibuat menjadi
konsentrat air. Rotenon bekerja sebagai racun sel yang sangat kuat (insektisida)
dan sebagai antifeedant yang menyebabkan serangga berhenti makan. Kematian
serangga terjadi beberapa jam sampai beberapa hari setelah terkenal rotenone.
Rotenon dapat dicampur dengan piretrin/belerang. Rotenon adalah racun kontak
(tidak sistemik) berpspektrum luas dan sebagai racun perut. Rotenon dapat
digunakan sebagai moluskisida (untuk moluska), insektisida (untuk serangga) dan
akarisida (tungau).
Tembakau
Tembakau sebagai Pestisida Organik karena senyawa yang dikandung adalah nikotin. Ternyata nikotin ini tidak hanya racun untuk manusia, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk racun serangga Daun tembakau kering mengandung 2 – 8 % nikotin. Nikotin merupakan racun syaraf yang bereaksi cepat. Nikotin berperan sebagai racun kontak bagi serangga seperti: ulat perusak daun, aphids, triphs, dan pengendali jamur (fungisida).
Kamis, 10 Maret 2022
Sumber N Alami Terbaik
oleh :
ICHSAN KURNIAWAN,SP
Nitrogen atau unsur N bukanlah unsur hara tanaman yang
asing bagi para petani. Bahkan N sendiri muncul sebagai merk dari produk pupuk
yang umum dijual di pasaran. N ini adalah salah satu unsur hara makro primer
selain P dan K yang sangat berperan penting dalam pertumbuhan tanam yakni besar
perannya dalam merangsang pertumbuhan dan memberi warna hijau pada daun.
Bentuk senyawa Nitrogen umumnya berupa nitrat, amonium, amin, sianida.
Contoh: Kalium nitrat (KNO3), amonium fosfat [(NH4)3PO4], urea (NH2CONH2) dan
kalsium sianida (CaCN2). Bentuk pupuk nitrogen ini berupa kristal, prill, pellet, tablet
maupun cair.
Nitrogen sendiri adalah unsur yang sangat penting bagi
petrumbuhan tanaman. Nitrogen merupakan bagian
dari protein, bagian penting konstituen dari protoplasma, enzim, agen katalis
biologis yang mempercepat proses kehidupan.
Nitrogen juga berperan sebagai bagian dari
nukleoprotein, asam amino, amina, asam gula, polipeptida dan senyawa organik
dalam tumbuhan.Dalam rangka untuk menyiapkan makanan untuk tanaman, tanaman
diperlukan klorofil,energi sinar matahari untuk membentuk karbohidrat dan lemak
dari C air dansenyawa nitrogen.
Adapun peran dan fungsi N yang lain bagi tanaman yakni berperan
dalam pertumbuhan vegetatif tanaman, memberikan warna pada tanaman, panjang
umur tanaman, penggunaan karbohidrat, dll.
Sumber N alami terbaik yang bisa didapatkan dari bahan-bahan sekitar
untuk memenuhi kebutuhan nitrogen tanaman.
Nitrogen merupakan salah satu unsur hara makro primer sebagai salah satu
unsur pembentu asam amino, protein dan DNA tanaman.
Kekurangan unsur hara ini bisa menyebabkan terhambatnya pertumbuhan
tanaman.
Nitrogen alami bisa didapatkan dari sumber Nabati seperti dari
biji-bijian, dedaunan dan sumber nabati lainnya.
Bisa juga didatpakan dari sumber hewani, baik dari tubuh hewan yang mati
atau dari kotoran hewan tersebut.
Nitrogen yang bersumber dari bahan nabati biasanya memiliki persentase
yang lebih rendah dan kurang terkonsentrasi.
Dan kurang bagus diaplikasikan pada wilyah dengan cuaca dingin karena
membutuhkan mikroba pengurai untuk bisa menjadikannya siap diserap oleh
tanaman.
Sementara Nitrogen dari sumber hewani bisa melepaskan nitrogen dengan
lebih cepat dan memiliki konsentrasi yang lebih tinggi.
Contohnya, tepung darah, tepung bulu, tepung ikan, tepung kulit udang,
kotoran kelelawar, kotoran cacing dan lains sebagainya.
Sumber Nitrogen Alami Dengan Kandungan Paling Tinggi
Berikut adalah sumber nitrogen alami, sebagian besar berasal dari sumber
hewani.
1. Tepung Darah
Bagi Anda yang tinggal disekitar rumah potong hewan, ini bisa menjadi
pilihan yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan nitrogen tanaman Anda
Memiliki rasio NPK 13 0 0. Bisa bertahan di lahan pertanian selama 3-4
Bulan.
2. Tepung Bulu
Bulu unggas (seperti Ayam) memiliki kandungan Nitrogen yang cukup
tinggi, NPK 12 0 0. Bisa bertahan selama 3-6 bulan pada lahan pertanian
3. Kotoran Kelelawar
Kotoran kelelawar sudah lama dikenal karena memiliki kandungan NPK yang
cukup tinggi dengan rasio NPK 10 6 2.
Akan tetapi tidak semua wilayah bisa didapatkan kotoran kelelawar yang
cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman, bisa bertahan 2-8 bulan.
4. Ikan
Ikan laut atau ikan air tawar merupakan sumber nitrogen yang cukup
tinggi. Selain itu juga mengandung unsur hara makro dan mikro yang cukup
lengkap.
Ikan bisa dibuat dalam bentuk pupuk asam amino atau tepung ikan. Rasio
NPK 9 4 1 dan bisa bertahan 3-4 bulan.
5. Tepung Kepiting dan Kulit Udang
Kepiting dan kulit udang selain memiliki kandungan Nitrogen yang tinggi,
juga mengandung Caslium dan kitin.
Aplikasi kedua bahan ini bisa memicu pertumbuhan mikroba pemakan kitin
pada tanah. Rasio NPK 6 6 0 Ca Kitin. Bisa bertahan dalam tanah selama 3-12
bulan.
Demikianlah sumber N alami terbaik yang bisa digunakan, jika kelima bahan
tersebut sulit anda dapatkan, Anda bisa menggunakan bahan alternatif lainnya. Sebagaimana
yang telah dipaparkan.
Kamis, 17 Februari 2022
TEKNIK OPTIMALISASI PEKARANGAN SEDERHANA UNTUK KELUARGA
a. Meningkatkan kondisi sosial ekonomi RTSM
- Buat serangkaian rak dengan tinggi kira-kira 1 m, lebar 1 m, panjang sesuai kebutuhan,
- Atur empat rangkaian rak secara berundak, dengan jarak antara undakan adalah kira-kira 30 cm, dan lebar masig-masing rak adalah 25-30 cm,
- Potong talang air dengan ukuran sesuai rangka rak yang dibuat, lalu masing-masing ujung talang ditutup menggunakan penutup talang lalu dilekatkan menggunakan lem secara permanen,
- Lubangi dasar talang dengan bor atau pisau, diameter lubang kurang lebih 1 cm dan jarak antar lubang berkisar 15-20 cm,
- Isi talang menggunakan media tanam yang telah disiapkan, dan lakukan penyusunan pada rak.
Pemerintah Nagari Koto Gadang Perkuat Kelembagaan Tani
Rabu (4/2) Pemerintahan Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam melaksanakan pembinaan Kelompok Tani dan Perkumpulan Petani Pem...
-
oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP Pada tahun 2014 pertanian organik mulai diminati di Nagari Sungai Landia. Beberapa kelompok tani mulai eksis de...
-
Penyuluhan Pertanian adalah suatu usaha atau upaya untuk mengubah perilaku petani dan keluarganya, agar mereka mengetahui dan mem...