Tampilkan postingan dengan label Media Penyuluhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Penyuluhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2016

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PENYULUHAN



Oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP
Media penyuluhan sendiri memiliki beberapa pengertian (1) merupakan semua sarana dan alat yang digunakan dalam proses penyampaian pesan/konten materi; (2) adalah wahana untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima yang dapat merangsang pikiran, perasaan dan perhatian/minat; (3) yakni adalah semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan.

Namun secara umu media penyuluhan dapat kita artikan sebagai alat bantu atau bahan penyuluhan yang akan disampaikan oleh para penyuluh kepada pelaku utama dan pelaku usaha dalam berbagai bentuk yang meliputi informasi, teknologi, rekayasa sosial, manajemen, ekonomi, hukum, dan kelestarian lingkungan.


Sebenarnya istilah media sendiri merujuk beberapa sumber berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Makna umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Istilah media ini sangat populer dalam bidang komunikasi. Proses penyuluhan ataupun proses belajar mengajar pada dasamya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran.

Di era teknologi canggih ini penggunaan media penyuluhan pertanian tentu juga mengacu pada perkembangan zaman yang ada. Beberapa sumber mengelompokkan media penyuluhan pertanian dalam beberapa poin. Namun, tepatnya karena menyangkut panca indera, maka klasifikasi media penyuluhan yakni : (1) Media benda sesungguhnya, rangsangan melalui seluruh pancaindera antara lain: spesimen, monster, sample. (2) Media audio-visual rangsangan melalui indera pendengaran dan indera penglihatan antara lain : film, siaran televisi, video. (3) Media Visual, melalui indera penglihatan antara lain : film, slide, foto, poster. (4) Media Audio, rangsangan melalui indera pendengaran antara lain : kaset rekaman, siaran radio.

Dari keempat poin kategori media tersebut, masing-masingnya mempunyai kekurangan dan kelebihan. Namun media yang “komplet” dan mempunyai kemampuan cukup besar tentu audio-visual yang dapa memberikan ransangan kepada lebih dari satu indera. Hal ini tentu akan lebih mumpuni dalam penyampaian materi/ pesan yang akan kita sampaikan dengan tingkat daya serap audiences yang tinggi. Apalagi dengan dipadukan produk teknologi terkini seperti Laptop/ Komputer yang dipasangkan dengan layar dan in focus projector dan VCD/ DVD materi yang telah disusun. Maka rekomendasi teknologi pertanian dengan pemutaran video disertai peralatan di atas tentu akan lebih efektif dalam menyampaikan informasi kepada petani apalagi dalam format kelompok tani atau penyuluhan missal.

Pemerintah Nagari Koto Gadang Perkuat Kelembagaan Tani

Rabu (4/2) Pemerintahan Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam melaksanakan pembinaan Kelompok Tani dan Perkumpulan Petani Pem...