Tampilkan postingan dengan label Mubarakah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mubarakah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Januari 2022

KUNJUNGAN ANGGOTA DPRD PROVINSI BPK H.ISMET AMZIS, SH KE SUNGAI LANDIA

 


Rabu (19/1) kunjungan anggota DPRD Provinsi Sumbar Bpk H. Ismet Amzis, SH beserta Tim dalam rangka silaturahmi dan dialog dengan Kelompok Tani di Kecamatan IV Koto. Acara yang bertempat di Kantor Walinagari Sungai Landia ini diahdiri Camat IV Koto, Bpp Kecamatan Ampek Koto UPT Puskeswan, Gapoktan, PPS, KTNA, Ketua Bamus,, Ketua KAN dan sejumlah tokoh masyarakat. Diskusi yang berlangsung hangat membuahkan harapan bagi Kelompok Tani agar di tahun ini serta tahun depan akan lebih banyak lagi pengalokasian dana Pokok Pikiran Anggota DPRD untuk membantu usaha tani Kelompok. Dan hal tersebut disambut baik oleh Bpk H. Ismet Amzis, SH selaku Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.
Forum dialog kemudian dilanjutkan pada siang hari dengan kunjungan lapang ke salah satu Kelompok yang mendapatkan bantuan dari dana Pokok Pikiran beliau.. Acara ditutup dengan makan bersama di rumah Pengurus Kelompok (by : Ichsan KJ)

Senin, 03 Oktober 2016

IMAM RAIH PENGHARGAAN, ICHSAN : CEMOOHAN ITU BERBUAH MANIS

IV Koto - DANGAU KREATIF
"Cemo'ohan itu berbuah manis". Begitulah ungkapan yang diungkapkan Ichsan Kurniawan,SP, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang hampir 8 tahun menemani Junaidi Imam Sati dalam mengeksplor inovasi teknologi budidaya pertanian secara alami. Ia mengungkapkan bahwa Imam, sapaan akrab Junaidi, petani asal Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto ini pantas mendapatkan penghargaan dalam ajang Petani Berprestasi Tahun 2016 yang penyerahan penghargaannya dilakukan Kamis (29/9) lalu. Imam meraih penghargaan peringkat II berkat inovasi penggunaan teknologi ramah lingkungan dengan pemanfaatan nutrisi hara organik yang diracik sendiri.

Masih segar dalam ingatan Ichsan bagaimana mereka (red- Imam dan Ichsan) yang kala itu mulai menerapkan teknologi organik di salah satu lahan cabe, sempat dicemo'oh oleh masyarakat yang ada di sekitar. Mereka dianggap "tak waras" dan "menyimpang" atas perlakuan mereka dalam berbudidaya menggunakan bahan dan perlakuan alami. Misalnya salah satu contoh saja doktrin pemakaian ragam sarana produksi baik pupuk maupun pestisida nabati dalam berbudidaya cabe diasumsikan sebagai salah satu hal "wajib" menimbang tingginya resiko seranga  hama penyakit pada tanaman cabe yang bisa mengakibatkan kegagalan total pada panen. Sementara mereka justru tidak mengindahkan cenderung membuat bahan sendiri sebagai sarana produksi. Perlakuan lain pun juga banyak dianggap "anomali" bagi pembudidaya cabe sekitar karena bersifat "melawan arus" dari kebiasaan budidaya petani.

"Namun seiring waktu berlalu. Ibarat pepatah bahwa waktu yang kan menjawab semua. Pernah pertengahan Tahun 2013, disaat hampir semua lahan sekitar lokasi pertanaman Imam mendapat serangan virus kuning. Kala itu hanya lahan Imam yang "adem-ayem" tanpa gaduh serangan. Ini juga berkat bantuan dampingan dari Adri,SP POPT Kecamatan IV Koto sebagai tempat berkonsultasi terhadap pengendalian penyakit yang tepat serta ramah lingkungan. Sejak saat itu, beberapa orang petani sering singgah untuk mencari tahu resep apa yang diberikan hingga akhirnya sampai saat ini banyak petani yang mampir untuk "berkonsultasi"  dan mulai mengadopsi pertanian ramah lingkungan ala Imam." kenang Ichsan yang pernah meraih penghargaan Penyuluh Teladan peringkat II Provinsi Sumatra Barat dua tahun lalu ini.

Alhamdulillah, meskipun penerapan teknologi ini masih jauh dari sempurna, setidaknya Imam telah mampu memebrikan kontribusi terhadap pembangunan pertanian di Kecamatan IV Koto dalam perspektif pertanian ramah lingkungan. Petani yang juga salah seorang mubaligh ini juga getol menyampaikan pengalamannya ketika berdakwah. Kelebihan lain yang didapat, Imam bahkan mulai mengerti tentang keilmuan dalam pertanian seperti metabolisme tumbuh, kandungan unsur hara dan lain sebagainya sebagaimana seorang akdemisi.

Semoga apa yang diraih Imam menjadi amalan dan motivasi dalam memberikan  kontribusi berarti terhadap dunia pertanian dan kesejahteraan masyarakat tani Indonesia. Selamat Pak Imam. (tim DG, 1/10/2016)

BUAH KETEKUNAN, PARA PETANI IV KOTO RAIH PENGHARGAAN

IV Koto - DANGAU PETANI KREATIF
Di tengah sumringahnya perayaan hari tani yang diperingati setiap 24 September, para petani IV Koto Kabuapten Agam juga ikut merasakan sepercik keahagiaan. Pasalnya Kamis (29/9) tiga orang petani lintas sektor Kecamatan ini diserahi penghargaan dalam ajang Kompetisi Petani Berprestasi Tahun 2016 yang diadakan BP4K2P Kabupaten Agam yang diserahkan Drs. Martias Wanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam.

Tiga kategori yang disabet mendapat peringkat runner-up. Pada sektor perikanan, dengan inovasi budidaya lele dengan kolam semi permanen tampil sebagai runner-up Hidayatul Khairi dari Nagari Balingka. Sementara Junaidi Imam Sati, petani asal Nagari Sungai Landia tampil peringkat kedua untuk sektor pertanian dengan inovasi cerdas pembuatan aneka nutrisi dan hara organiknya. Untuk sektor kehutanan, Robi Suwandi dari Nagari Koto Gadang juga meraih peringkat serupa.

Afrizal, Kepala UPT BP4K2P Kecamatan IV Koto mengaku sangat senang atas apa yang telah diraih para petani IV Koto. "Hal ini merupakan buah ketekunan para petani dalam menggali dan menerapkan inovasi pada bidang mereka masing-masing serta tak terlepas dari peran rekan-rekan di lapangan yang telah setia mendampingi mitra kerja mereka (red-para petani) dalam menemukan teknologi yang tepat bagi mereka". ucap Beliau dalam sebuah diskusi pendek.

Semoga apa yang telah diraih dapat menjadi motivasi untuk terus berinovasi dalam memberikan sumbangsih terhadap dunia pembangunan pertanian ke depan. (ikj, 29/9).

Rabu, 31 Agustus 2016

Junaidi Kreasikan Aneka Nutrisi Demi Penuhi Kebutuhan Tanaman




Berawal melalui demplot dan kegiatan Sekolah Lapang (baik SL-PHT maupun SLAPO), inovasi pembuatan Nutrisi Organik oleh Junaidi Imam Sati untuk pengendali hama penyakit tanaman terus dilakukan dalam menghemat biaya produksi dan meminimalisir kerusakan lingkungan akibat pemakaian bahan kimia sintetis sehingga dapatmenghasilkan produk sayuran organic yang diterapkan pada 3 lokasi yakni di Patapaiyan Balingka, dan 2 lokasi di Nagari Sungai Landia Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

Pembuatan Aneka Nutrisi ini pada awalnya sesuai dengan petunjuk yang diberikan Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) Ichsan Kurniawan,SP dan Pengamat Organisme Pengganggu Tanam (POPT) Adri,SP yakni menggunakan gula merah atau saka. Namun seiring dengan hasil percobaan yang pernah dilakukan.



(Dok. Ichsan Kurniawan,SP. Aneka Nutrisi Tanaman yang dibuat dan diaplikasikan Junaidi)

Potensi Tebu yang sangat besar di Nagari Sungai Landia dan Balingka membuat produk berupa gula merah/ saka dan air tebu sangat banyak ditemui di Nagari Sungai Landia. Berbekal prinsip pemanfaatan sumberdaya local dalam berbudidaya, maka penggunaan produk komoditi perkebunan tersebut sebagai sumber bahan pembuatan nutrisi dan pestisida nabati bagi tanaman dirasa merupakan terobosan baru yang dapat dijadikan alternative dalam penerapan budidaya ramah lingkungan dan hemat biaya produksi. Beberapa bahan yang dipergunakan diantaranya Jahe, Seledri, Bawang Merah, Bawang Putih, Lengkuas dan beberapa rempah lainnya. (Ichsan K)

Profil Junaidi Imam Sati, Petani Organik IV Koto



Beberapa hal pokok yang menjadi harapan bagi Junaidi (37) adalah memperbaiki teknis budidaya (on-farm) dan memotivasi masyarakat tani untuk tidak hanya bergerak pada budidaya, namun juga memperkuat agribisnis hulu dan hilir dengan penambahan jam kerja petani. Profesinya sebagai petani sekaligus mubaligh telah menggugah hati nuraninya melihat kondisi pertanian dewasa ini. Membabi butanya pemakaian sarana produksi berbahan kimia sintetis sudah tidak memperhatikan kondisi ekosistem sekitar yang mulai terganggu dan jenuh akibat dampak pemakaiannya.

Lahir di Padang 9 Februari 1979 dengan pendidikan terakhir SUMA Matur. Memulai usaha pertanian semenjak 2007 sebagai petani pembudidaya komoditi terung di Belakang Aua, Bukittinggi seluas 1 Ha. Perkenalan dengan Ichsan Kurniawan,SP PPL Nagari Sungai Landia pada akhir tahun 2008 telah merubah pandangan mengenai pertanian kearah pertanian ramah lingkungan baik dengan penerapan pertanian organic maupun PHT. Ketertarikan terhadap pertanian ramah lingkungan melahirkan Kelompok Tani Mubarakah yang kami motori dengan berbasis kepengurusan Mesjid di Gantiang Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.      

Junaidi sendiri aktif mengikuti pelatihan dan berkonsultasi dengan PPL Nagari Sungai Landia membuat arah ketertarikan terhadap pertanian organic dan PHT ramah lingkungan menjadi sebuah amanah terhadap masyarakat tani. Aktif sebagai mubaligh yang kerap memberikan tausyiah dan pengajian di surau surau membuat saya menyelipkan amanah tersebut di sela pengajian yang dilakukan. Kami juga membuka diri terhadap petani / masyarakat tani yang ingin bersama-sama menerapkan inovasi teknologi budidaya secara ramah lingkungan.

(Dok. Mubarakah, Junaidi Imam Sati dan Ichsan Kurniawan,SP saat Panen Padi di Kelompok Mubarakah)

Selain aktif menyampaikan kepada masyarakat tani, kami juga beberapa kali dipercaya untuk memberikan materi pelatihan organic yang diselenggarakan pemerintahan Nagari Sungai Landia yang bekerjasama dengan pihak Pembina Kelembagaan Tani BP4K2P Kecamatan IV Koto. Beberapa inovasi yang dikembangkan Imam antara lain pembuatan PGPR, Tepung tulang dan aneka nutrisi seperti Jahe, Seledri dan lainnya. (Ichsan K)

Pemerintah Nagari Koto Gadang Perkuat Kelembagaan Tani

Rabu (4/2) Pemerintahan Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam melaksanakan pembinaan Kelompok Tani dan Perkumpulan Petani Pem...