Menanam tanaman sesungguhnya merupakan pekjerjaan yang mulia. Berikut petikan hadist yang berbunyi : Dari Anas ra bahwa Rasulullah berkata (bersabda),"seorang muslim yang menanam pohon atau tanaman atau binatang maka orang yang menanam itu mendapat pahala"
Oleh karena itu, mari kita menanamkan kemuliaan menanam dalam diri kita. Semoga apa yang kita mendatangkan manfaat bagi kita dan lingkungan karena sesungguhnya sebaik dan semulia suatu pekerjaan adalah pekerjaan yang mendatangkan manfaat bagi orang lain/ lingkungan.
Selamat datang di Dangau Petani Kreatif. Blog ini berisikan informasi kreatif seputar pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan dan Ketahanan Pangan. Semoga materi blog ini memberikan manfaat bagi kita semua. Aamiin Yaa Rabbal 'alamin.
Rabu, 01 Mei 2013
Do'a Ketika Melihat Tanaman Berbuah
Adakah do'a ketika melihat tanaman berbuah? Inilah do'anya.
Allaahumma baarik lanaa fii tsamaarinaa wa baariklana fii sho'ina .
Artinya:
"Ya Allah, berilah keberkahan pada tanaman kami, berkatilah apa yang ada di negeri kami dan berkatilah kesukaan kami"
Sumber : Web Blog
Allaahumma baarik lanaa fii tsamaarinaa wa baariklana fii sho'ina .
Artinya:
"Ya Allah, berilah keberkahan pada tanaman kami, berkatilah apa yang ada di negeri kami dan berkatilah kesukaan kami"
Sumber : Web Blog
Senin, 29 April 2013
Angin, Penyerbukan, Air dan Tanaman (Tumbuhan)
by ICHSAN KURNIAWAN,SP
Subhanallah.. Walhamdulillahi.. Wallahu Akbar...
Inilah literratur Al-Qur'an tentang proses ditumbuhkannya tanaman. Apabila kita cermati proses tersebut mulai dari pembawaan kabar gembira (termasuk benih tanaman yang penyerbukan dibantu oleh angin), kemudian diturunkan hujan dengan ragam kandunga hara yang selanjutnya membantu proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Berikut petikan suraah tersebut.
Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
(QS: Al-A'raf Ayat: 57)
Subhanallah.. Walhamdulillahi.. Wallahu Akbar...
Inilah literratur Al-Qur'an tentang proses ditumbuhkannya tanaman. Apabila kita cermati proses tersebut mulai dari pembawaan kabar gembira (termasuk benih tanaman yang penyerbukan dibantu oleh angin), kemudian diturunkan hujan dengan ragam kandunga hara yang selanjutnya membantu proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Berikut petikan suraah tersebut.
Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
(QS: Al-A'raf Ayat: 57)
Tentang Tanah dan Tanaman
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin
Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh
merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi
orang-orang yang bersyukur.
(QS: Al-A'raf Ayat: 58)
(QS: Al-A'raf Ayat: 58)
Mengetahui Sifat Pupuk
Oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP
![]() |
| Dok. BPP Koto Tuo Kecamatan IV Koto Agam |
Beberapa waktu yang lalu pada artikel Pertanian Organik
I, kita telah membahas tentang kaidah pertanian organik dan menyinggung sedikit
tentang urea. Pada hakikatnya saya mengajak pembaca/ petani untuk lebih
memahami dahulu suatu saprodi sebelum kita bulatkan niat untuk memakainya dalam
berusaha tani.
Beberapa sifat dasar dari sarana produksi sebenarnya
sangat penting untuk diketahui seperti sifat dasar dari penggunaan pupuk dan
pestisida. Hal ini akan memudahkan dalam pemilihan aplikasi yang tepat bila
terjadi sesuatu pada tanaman. Dari gejala-gejala yang ada kita dapat mengambil
langkah yang tepat. Atau misalnya dalam waktu pengaplikasian. Tampaknya memang
sepele, tapi hal ini tentu berpengaruh bagi efektivitas pemakaian sarana
produksi kita.
Ada beberpaa sifat-sifat penting pupuk yang perlu kita ketahui. Mari kita bahas
beberapa pupuk umum yang dipakai oleh petani.
- Pupuk Urea
Unsur
N dalam pupuk urea berbentuk senyawa NH4+ , yang
mempunyai sifat: mudah menguap. Mempupuk urea dengan disebar menyebabkan
kehilangan unsur N untuk tanaman sebesar 40 %.
- Pupuk TSP
Unsur P mempunyai sifat tidak segera diserap oleh
tanaman. Jadi pemupukan P yang dilakukan bersamaan dengan N dengan harapan
segera memberikan hasil adalah sia-sia. Pada saat panen unsur P masih tersisa banyak di tanah.
- Pupuk KCl
Unsur K adalah
unsur yang mahal karena ketersediaannya di alam sangat terbatas dibanding
kebutuhan tanaman. Sifatnya tidak mudah berubah. Sumber K selain KCl adalah air
irigasi dan abu. Terkadang bisa digantikan oleh garam dapur (dalam porsi
sangat sedikit).
Kamis, 04 April 2013
Aplikasi SIG dalam Bidang Penyuluhan
Penggunaan
teknologi berbasis
komputer untuk mendukung perencanaan
pembangunan pertanian dewasa ini sangatlah terasa begitu bermanfaat.
Salah satu teknologi tersebut adalah Sistem Informasi Geografi
(SIG) yang mempunyai kemampuan membuat model yang memberikan gambaran,
penjelasan dan perkiraan dari suatu kondisi faktual sepertri kondisi real yang ada di lapangan.
Untuk mendapatkan model, gambaran dan informasi tentang komoditas yang cocok
untuk ditanam, potensi wilayah yang
memungkinkan, maka dilakukan pembuatan peta dan
analisis kesesuaian lokasi serta lahan
dengan menggunakan metode Ssitem
Informasi Geografis.
Sajian informasi dari analisis
kesesuaian lokasi dan lahan
yang telah dilakukan
diharapkan akan memberikan manfaat antara lain sebagai berikut:
1. Sebagai pedoman dan arahan bagi
petani untuk memilih komoditas yang sesuai (spesifik
lokasi)
2.Tersedianya informasi yang cukup bagi para
penyuluh di lapangan sehingga
berangkat dari data yang ada penyuluh dapat memplotkan metode serta materi
penyuluhan yang cocok pada wilayah tersebut.
3.Sebagai
bahan acuan dan referensi dalam membuat perencanaan terkait di wilayah kerja masing-masing.
4.Sebagai
pemandu bagi instansi yang berwenang dalam menentukan kebijakan yang akhirnya akan bersifat bottom up yang sesuai dengan
kebutuhan petani / masyarakatb tani.
Sistem Informasi
Geografi (SIG) dapat digunakan untuk membantu mengelola sumberdaya pertanian,
seperti luas kawasan untuk tanaman, pepohonan saluran air. Selain itu SIG juga
dapat digunakan untuk menetapkan masa panen, mengembangkan sistem rotasi tanam
dan melakukan perhitungan secara tahunan terhadap kerusakan tanah yang terjadi
karena perbedaan pembibitan, penanaman atau teknik yang digunakan dalam masa
panen.Kamis, 06 Desember 2012
Budidaya Gaharu
oleh : ICHSAN KURNIAWAN
Beberapa waktu yang lalu,
Nagari Sungai Landia melaksanakan kegiatan Kebun Bibit Rakyat (KBR). Salah satu
komoditi yang dipilih anggota Kelompok Masyarakat dalam KBR adalah Gaharu.
Namun ada sedikit keragu-raguan akan pertumbuhannyasehingga Kelompok memutuskan
jumlah pembibitan pada KBR untuk komoditi ini hanya 500 batang.
Sebenarnya bagaimana dan
apa keuntungan yang dapat diperoleh dari Gaharu ini? Berikut beberapa ulasan
mengenai Gaharu yang dirangkum dari berbagai sumber.
Gaharu merupakan komoditi kehutanan dengan warna
kayu kehitaman
dan mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari
marga Aquilaria, terutama A. malaccensis. Resin ini digunakan
dalam industri wangi-wangian (parfum dan setanggi) karena berbau harum. Gaharu
sejak awal era modern (2000 tahun yang lalu) telah menjadi komoditi perdagangan
dari Kepulauan Nusantara ke India, Persia, Jazirah Arab,
serta Afrika Timur.
Berdasarkan studi dari Ng et al. (1997), diketahui jenis-jenis berikut ini menghasilkan resin gaharu apabila terinfeksi oleh kapang gaharu :
|
|
Bentuk
dan Morfologi Gaharu
Gaharu tingginya dapat
mencapai 40 m dengan diameter bisa
sampai 50-60 cm. Kayunya keras dengan permukaan batangnya licin, berwarna
keputih-putihan, kadang-kadang beralur. Daun lonjong memanjang dengan ukuran panjang 6-8
cm, lebar 3-4
cm. Tulang
daun sekunder berjumlah 12-15 pasang. Bunga terdapat pada ujung ranting, ketiak daun. atau kadang-kadang
di bawah ketiak daun. Bentuk
bunga lancip berwarna hijau kekuningan atau putih,
berbau harum. Sementara buah berbentuk bulat telur atau agak lonjong, panjangnya sampai 4 cm,
lebar 2,5 cm.
Syarat Tumbuh Gaharu
Rentang pertumbuhan
komoditi Gaharu mulai dari dataran rendah sampai
pegunungan dengan ketinggian 700-800 mdpl.
Perbanyakan
Bibit
Secara Generatif
Secara generatif dapat
dilakukan seleksi yakni dengan syarat pemilihan :
- Buah yang sudah tua di batang dikumpulkan pada musim buah.
- Buah yang diperoleh dikeringkan selama beberapa hari dengan cara diangin-anginkan atau dijemur selama 2 (dua) jam pada pagi hari, yaitu antara jam 08.00-10.00.
- Biji yang sudah kering ditaruh di dalam karung dan disimpan dengan baik, jangan sampai terkena air, lembab, berjamur atau dimakan serangga dan tikus, sampai waktunya untuk disemaikan.
Pembuatan bibit secara puteran
- Tanaman Gaharu dapat dikembangbiakkan secara alami melalui pemencaran biji. Pohon yang sehat biasanya dapat menghasilkan banyak biji dengan daya kecambah yang cukup tinggi. Umumnya, pohon yang berasal dari biji baru bisa menghasilkan buah setelah berumur ± 8 (delapan) tahun.
- Anakan gaharu dapat diambil pada awal musim penghujan. Pengambilan anakan ini harus disertai dengan tanah disekitarnya dan dilakukan dengan hati-hati agar akar jangan sampai rusak. Kemudian anakan tersebut ditempatkan di polybag dan dipelihara di bedengan sampai siap untuk ditanam.
Cara
Vegetatif
Perbanyakan
bibit tanaman gaharu secara vegetatif dapat dengan cangkok, okulasi, stek pucuk
dan lain sebagainya. Namun cara vegetatif ini memiliki kelemahan, antara
lain :
- Perakaran tanaman kurang lengkap, sehingga mudah roboh bila tertiup angin kencang.
- Tanaman kurang tahan menghadapi keadaan kurang air, khususnya di musim kemarau panjang, karena sifat perakarannya yang dangkal dan kurang mampu mengambil air tanah.
Namun
perbanyakan dengan cara vegetatif ini adalah bibit relatif lebih cepat
dibandingkan dengan cara generatif.
Penanaman
Penanaman benih gaharu sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan di pagi hari sampai jam 11.00, dan dapat dilanjutkan pada jam 4 petang harinya.
Penanaman benih gaharu sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan di pagi hari sampai jam 11.00, dan dapat dilanjutkan pada jam 4 petang harinya.
Jarak Tanam
Jarak tanam 3x3 m (1.000 pohon/ha.), namun dapat juga 2.5x3 m sampai 2.5x5 m. Jika tanaman gaharu ditanam pada lahan yang sudah ditumbuhi tanaman lain, maka jarak tanaman gaharu minimal 3 m dari tanaman tersebut.
Lubang tanam
Ukuran lubang tanam adalah 40x40x40 cm. Lubang yang sudah digali dibiarkan minimal 1 minggu, agar lubang beraerasi dengan udara luar. Kemudian masukkan pupuk dasar, campuran serbuk kayu lapuk dan kompos dengan perbandingan 3:1 sampai mencapai ¾ ukuran lubang. Kemudian setelah beberapa minggu pohon gaharu, siap untuk ditanam.
PemeliharaanPemupukan
dapat dilakukan sekali 3 bulan, namun dapat juga setiap 6 bulan dengan kompos
sebanyak 3 kg melalui pendangiran dibawah canopy. Penggunaan pupuk kimia
seperti NPK dan majemuk dapat juga ditambahkan setiap 3 bulan dengan dosis
rendah (5 gr/tanaman) setelah tanaman berumur 1 tahun, kemudian dosisnya
bertambah sesuai dengan besarnya batang tanaman. Hama tanaman gaharu yang perlu
diperhatikan adalah kutu putih yang hidup di permukaan daun bawah, bila kondisi
lingkungan lembab. Pencegahan dilakukan dengan pemangkasan pohon pelindung agar
kena cahaya matahari diikuti penyemprotan pestisida seperti. Pembersihan gulma
dapat dilakukan 3 bulan sekali atau pada saat dipandang perlu.
Pemangkasan pohon dilakukan pada umur 3 sampai 5 tahun, dengan memotong cabang bagian bawah dan menyisakan 4 sampai 10 cabang atas. Pucuk tanaman dipangkas dan dipelihara cukup sekitar 5 m, sehingga memudahkan pekerjaan inokulasi gaharu.
Pemangkasan pohon dilakukan pada umur 3 sampai 5 tahun, dengan memotong cabang bagian bawah dan menyisakan 4 sampai 10 cabang atas. Pucuk tanaman dipangkas dan dipelihara cukup sekitar 5 m, sehingga memudahkan pekerjaan inokulasi gaharu.
Proses Pembentukan Gaharu
Gaharu dihasilkan
tanaman sebagai respon dari masuknya mikroba yang masuk ke dalam jaringan yang
terluka. Luka pada tanaman berkayu dapat disebabkan secara alami karena adanya
cabang dahan yang patah atau kulit terkelupas, maupun secara sengaja dengan
pengeboran dan penggergajian. Masuknya mikroba ke dalam jaringan tanaman
dianggap sebagai benda asing sehingga sel tanaman akan menghasilkan suatu
senyawa fitoaleksin yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyakit atau
patogen. Senyawa fitoaleksin tersebut dapat berupa resin berwarna coklat dan
beraroma harum, serta menumpuk pada pembuluh xilem dan floem untuk mencegah
meluasnya luka ke jaringan lain. Namun, apabila mikroba yang menginfeksi
tanaman dapat mengalahkan sistem pertahanan tanaman maka gaharu tidak terbentuk
dan bagian tanaman yang luka dapat membusuk. Ciri-ciri bagian tanaman yang
telah menghasilkan gaharu adalah kulit batang menjadi lunak, tajuk tanaman
menguning dan rontok, serta terjadi pembengkakan, pelekukan, atau penebalan
pada batang dan cabang tanaman. Senyawa gaharu dapat menghasilkan aroma yang
harum karena mengandung senyawa guia dienal, selina-dienone, dan selina dienol.
Untuk kepentingan komersil, masyarakat mengebor batang tanaman penghasil gaharu
dan memasukkan inokulum cendawan ke dalamnya. Setiap spesies pohon penghasil
gaharu memiliki mikroba spesifik untuk menginduksi penghasilan gaharu dalam
jumlah yang besar. Beberapa contoh cendawan yang dapat digunakan sebagai
inokulum adalah Acremonium sp., Cylindrocarpon sp., Fusarium
nivale, Fusarium solani, Fusarium fusariodes, Fusarium
roseum, Fusarium lateritium dan Chepalosporium sp.
Proses Pembentukan Gaharu secara Bauatan:
Teknologi sederhana untuk membentuk gaharu,
diantaranya adalah sebagai berikut :
- Melukai batang pohon
- Cara pembenihan mikroorganisme
- Pemberian oli dan gula merah
- Memasukan potongan gaharu
- Cara bor spiral pada batang gaharu (Aquilaria malaccensis) yang berumur minimal 5 tahun
Spesifikasi
Gaharu dikelompokkan menjadi 3 (tiga) sortimen, yaitu gubal gaharu, kemedangan dan abu gaharu.
Gaharu dikelompokkan menjadi 3 (tiga) sortimen, yaitu gubal gaharu, kemedangan dan abu gaharu.
Cara Pemungutan
- Gubal gaharu dan kemedangan diperoleh dengan cara menebang pohon penghasil gaharu yang telah mati, sebagai akibat terjadinya akumulasi damar wangi yang disebabkan oleh infeksi pada pohon tersebut.
- Pohon yang telah ditebang lalu dibersihkan dan dipotong-potong atau dibelah-belah, kemudian dipilih bagian-bagian kayunya yang telah mengandung akumulasi damar wangi, dan selanjutnya disebut sebagai kayu gaharu.
- Potongan-potongan kayu gaharu tersebut dipilah-pilah sesuai dengan kandungan damarnya, warnanya dan bentuknya.
- Agar warna dari potongan-potongan kayu gaharu lebih tampak, maka potongan-potongan kayu gaharu tersebut dibersihkan dengan cara dikerok.
- Serpihan-serpihan kayu gaharu sisa pemotongan dan pembersihan atau pengerokan, dikumpulkan kembali untuk dijadikan bahan pembuat abu gaharu.
Pengolahan Minyak Gaharu
Sebelum dijadikan bahan baku parfum, gaharu
harus diolah terlebih dahulu untuk mendapatkan minyak dan senyawa aromatik yang
terkandung di dalamnya. Sebagian kayu gaharu dapat dijual ke ahli penyulingan
minyak yang biasanya menggunakan teknik distilasi uap atau air untuk
mengekstraksi minyak dari kayu tersebut. Untuk mendapatkan minyak gaharu dengan
distilasi air, kayu gaharu direndam dalam air kemudian dipindahkan ke dalam
suatu tempat untuk menguapkan air hingga minyak yang terkandung keluar ke
permukaan wadah dan senyawa aromatik yang menguap dapat dikumpulkan secara
terpisah. Teknik distilasi uap menggunakan potongan gaharu yang dimasukkan ke
dalam peralatan distilasi uap. Tenaga uap yang menyebabkan sel tanaman dapat
terbuka sehingga minyak dan senyawa aromatik untuk parfum dapat keluar. Uap air
akan membawa senyawa aromatik tersebut kemudian melalui tempat pendinginan yang
membuatnya terkondensasi kembali menjadi cairan. Cairan yang berisi campuran
air dan minyak akan dipisahkan hingga terbentuk lapisan minyak di bagian atas
dan air di bawah. Salah satu metode digunakan saat ini adalah ekstraksi dengan
[superkritikal CO2], yaitu CO2 cair yang terbentuk karena
tekanan tinggi. CO2 cair berfungsi sebagai pelarut aromatik yang
digunakan untuk ekstraksi minyak gaharu. Metode ini menguntungkan karena tidak terdapat
residu yang tersisa, CO2 dapat dengan mudah diuapkan saat berbentuk
gas pada suhu dan tekanan normal.
Nilai Ekonomi
Gaharu banyak diperdagangan dengan harga
jual yang sangat tinggi terutama untuk gaharu dari tanaman famili Themeleaceae
dengan jenis Aquilaria spp. yang dalam dunia perdangangan disebut
sebagai gaharu beringin. Untuk jenis gaharu dengan nilai jual yang relatif
rendah, biasanya disebut sebagai gaharu buaya. Selain ditentukan dari jenis
tanaman penghasilnya, kualitas gaharu juga ditentukan oleh banyaknya kandungan
resin dalam jaringan kayunya. Semakin tinggi kandungan resin di dalamnya maka
harga gaharu tersebut akan semakin mahal dan begitu pula sebaliknya. Secara
umum perdagangan gaharu digolongkan menjadi tiga kelas besar, yaitu gubal,
kemedangan, dan abu. Gubal merupakan kayu berwarna hitam atau hitam kecoklatan
dan diperoleh dari bagian pohon penghasil gaharu yang memiliki kandungan damar
wangi beraroma kuat. Kemedangan adalah kayu gaharu dengan kandungan damar wangi
dan aroma yang lemah serta memiliki penampakan fisik berwarna kecoklatan sampai
abu-abu, memiliki kasar, dan kayu lunak. Kelas terakhir adalah abu gaharu yang
merupakan serbuk kayu hasil pengerokan atau sisa penghancuran kayu gaharu.
Prospek Bisnis GaharuSebanyak 2000 ton/tahun gaharu memenuhi pusat perdagangan gaharu di
Singapura. Gaharu tersebut 70% berasal dari Indonesia dan 30% dari
negara-negara Asia Tenggara lainnya. Hutan alam sudah tidak mampu lagi
menyediakan gaharu. Gaharu hasil budidaya merupakan alternatif pilihan untuk
mendukung kebutuhan masyarakat dunia secara berkelanjutan.
Jika satu pohon gaharu hasil budidaya menghasilkan 10 kg gaharu (semua kelas), maka diperlukan pemanenan 200.000 pohon setiap tahun.
Dengan harga mulai dari 500.000-30 juta/kg bahkan bisa lebih, tergantung asal species pohon dan kualitas gaharu dan minyak gaharu yang disuling dari gaharu kelas rendah (kemedangan) memiliki harga mulai dari 50.000-100.000/ml maka keuntungan dari budidaya gaharu dapat mengubah tingkat kesejahteraan masyarakat
Jika satu pohon gaharu hasil budidaya menghasilkan 10 kg gaharu (semua kelas), maka diperlukan pemanenan 200.000 pohon setiap tahun.
Dengan harga mulai dari 500.000-30 juta/kg bahkan bisa lebih, tergantung asal species pohon dan kualitas gaharu dan minyak gaharu yang disuling dari gaharu kelas rendah (kemedangan) memiliki harga mulai dari 50.000-100.000/ml maka keuntungan dari budidaya gaharu dapat mengubah tingkat kesejahteraan masyarakat
Langganan:
Postingan (Atom)
Pemerintah Nagari Koto Gadang Perkuat Kelembagaan Tani
Rabu (4/2) Pemerintahan Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam melaksanakan pembinaan Kelompok Tani dan Perkumpulan Petani Pem...
-
oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP Pada tahun 2014 pertanian organik mulai diminati di Nagari Sungai Landia. Beberapa kelompok tani mulai eksis de...
-
Oleh : ICHSAN KURNIAWAN Pacar air. Begitulah sebutan tanaman yang tegak dengan batangnya yang berair. Daunnya berbentuk mata tombak hi...
