by SLANK
Sang kancil curi laser discnya
Pak tani lupa pasang alarm
Untung TV warnanya nggak ilang
Untung Mobil BMW nya juga nggak dibawa
Kapan-kapan ? semua itu akan terjadi
Entah kapan ? para petani hidup bagai orang di kota
Nggak mungkin, nggak mungkin
Semua itu akan terjadi
103 tahun mungkin
Nggak mungkin, nggak mungkin
Semua itu terjadi
100 tahun lagi mungkin
Petani bajak sawah pake traktor
Kerja rutin kontrol sawah
Numpak harley ngitung laba panen pake komputer
Ngirim order beras pake helikopter
Selamat datang di Dangau Petani Kreatif. Blog ini berisikan informasi kreatif seputar pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan dan Ketahanan Pangan. Semoga materi blog ini memberikan manfaat bagi kita semua. Aamiin Yaa Rabbal 'alamin.
Selasa, 31 Januari 2012
Potret Panen
Panen tiba petani desa
Memetik harapan
Bocah bocah berlari lincah
Dipematang sawah
Padi menguning lambai menjuntai
Ramai dituai
Riuh berlagu lesung bertalu
Irama merdu
Senja datang mereka pulang
Membawa harapan
Pesta pora hama dilumbung
Nyanyikan tralala
Balai reot bambu rapuh
Menyambut tubuh
Penat raga
Sarat peluh luruh
Mata belum sempat pejam
Terbayang cemas
Gaung hama
Semakin mengganas
Memetik harapan
Bocah bocah berlari lincah
Dipematang sawah
Padi menguning lambai menjuntai
Ramai dituai
Riuh berlagu lesung bertalu
Irama merdu
Senja datang mereka pulang
Membawa harapan
Pesta pora hama dilumbung
Nyanyikan tralala
Balai reot bambu rapuh
Menyambut tubuh
Penat raga
Sarat peluh luruh
Mata belum sempat pejam
Terbayang cemas
Gaung hama
Semakin mengganas
Senin, 30 Januari 2012
Petunjuk Pembuatan Kompos Trichoderma
oleh : ICHSN KURNIAWAN,SP
Organisme Penganggu Tanaman (OPT) merupakan salah satu ancaman
utama dalam sistem usaha tani dapat merusak kualitas maupun kuantitas produk
usaha tani. Untuk mengatasi OPT tersebut umumnya petani menggunakan cara
kimiawi yaitu dengan pestisida.
Disamping itu dalam usaha peningkatan produksi, petani pada umumnya
menggunakan pupuk buatan, seperti Urea, SP 36, ZA, NPK, KCl dan lain-lain
dimana pupuk buatan pabrik tersebut harganya semakin mahal dan kadang-kadang
sulit didapat (langka).
Pestisida dan pupuk pabrik adalah merupakan bahan kimia yang
apabila digunakan terus menerus untuk usaha budidaya tanaman akan terjadi
dampak yang tidak kita ingini seperti :
|
||||||||||||||||
-
-
-
-
|
Pencemaran lingkungan
Hama dan penyakit tanaman
Tanah menjadi keras
Tanaman mengandung residu pestisida dan residu kimia dari pupuk
pabrik
|
|||||||||||||||
Untuk
mengantisipasi keadaan tersebut di atas, maka salah satu jalan yang dapat
ditempuh adalah dengan penggunaan Agent Hayati, untuk pengendalian hama dan penyakit dan
penggunaan kompos jerami dengan menggunakan agent hayati Trichoderma.
|
||||||||||||||||
Manfaat Kompos Jerami dengan
Trichoderma
|
||||||||||||||||
1.
|
Kompos jerami
Sebagai pupuk alami yang dapat menyuburkan tanaman padi.
|
|||||||||||||||
2.
|
Trichoderma
|
|||||||||||||||
-
-
|
Sebagai media
untuk mempercepat proses pelapukan jerami dan pupuk kandang.
Sebagai
media/bahan untuk pengendali penyakit tular tanah.
|
|||||||||||||||
Cara
Pembuatan
|
||||||||||||||||
A.
|
Bahan-bahan yang diperlukan :
Jerami, pupuk kandang, kapur pertanian, pupuk urea, SP 36, air,
cendawan trichoderma dan plastik.
|
|||||||||||||||
B.
|
Dosis/ jumlah bahan yang diperlukan setiap 1 meter bujur sangkar
(1m3) adalah :
|
|||||||||||||||
1.
2.
3.
4.
|
Jerami = 1 m3
Pupuk kandnag =
20 Kg
Pupuk urea = 0,3
Kg
Pupuk SP36 =
0,15 Kg
|
5.
6.
7.
8.
|
Trichoderma = 1
Kg (1 bungkus)
Kapur pertanian
= 0,5 Kg
Air secukupnya
Plastik hitam =
1,5 m2
|
|||||||||||||
Untuk luas 1 ha diperlukan bahan-bahan sebagai berikut :
|
||||||||||||||||
1.
2.
3..
4.
5.
6.
7.
8.
|
Jerami = 50-60 m3
Pupuk kandang = 1,2-1,5 ton
Pupuk urea = 18 Kg
Pupuk SP 36 = 9 Kg
Kapur pertanian = 30 Kg
Trichoderma = 50-60 Kg
Air + 60 ember (secukupnya)
Plastik hitam + 65 meter
|
|||||||||||||||
C.
|
Langakah kerja dalam pembuatan kompos jerami dengan cendawan
trichoderma untuk luas 1 m3 sebagai berikut :
Sampai rata dan ditaburkan lagi 0,25 Kg Trichoderma
sampai rata dan disiram lagi dengan air secukupnya.
Kemudian disusun lagi dengan perlakuan yang sama
sehingga mencapai tinggi jerami.
100 cm dan akhirnya ditutup kembali dengan plastik
hitam.
Setiap 2 hari sekali disiram dengan air secukupnya,
dan setiap 10 hari jerami harus dibalik agar proses pelapukan merata.
Setelah kompos berumur 21-30 hari sudah dapat untuk
pemukukan padi sawah (sebagai pupuk dasar). Penggunaan pupuk kompos
dilaksankan pada pengolahan tanah terakhir dan dapat juga digunakan untuk
pemukukan ulangan (susulan).
Pembuatan kompos jerami sebaliknya ditempatkan pada
tempat yang teduh agar plastik hitam yang dipakai tidak cepat rusak. Plastik
hitam yang sudah dipakai, dapat dipakai lagi selama 3 kali pembuatan kompos.
|
|||||||||||||||
Minggu, 29 Januari 2012
Mengenal Peranan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP
Apa itu Zat Pengatur Tumbuh ? Dan sebenarnya bagaimana peran ZPT- istilah populernya dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Mungkin bagi mahasiswa dengan disiplin ilmu pertanian atau biologi, istilah ini tidak asing bagi kita. Saya ingat, di masa saya menjalani pendidikan di Bogor dulu, istilah ini merupakan istilah yang menjadi makanan wajib. Namun untuk lebih dekatnya, berikut pengenalan terhadap ZPT, tipe dan fungsinya terhadap tanaman dari himpunan beberapa literatur.
Apa itu Zat Pengatur Tumbuh ? Dan sebenarnya bagaimana peran ZPT- istilah populernya dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Mungkin bagi mahasiswa dengan disiplin ilmu pertanian atau biologi, istilah ini tidak asing bagi kita. Saya ingat, di masa saya menjalani pendidikan di Bogor dulu, istilah ini merupakan istilah yang menjadi makanan wajib. Namun untuk lebih dekatnya, berikut pengenalan terhadap ZPT, tipe dan fungsinya terhadap tanaman dari himpunan beberapa literatur.
1. Lima tipe utama ZPT
Ahli biologi tumbuhan telah
mengidentifikasi 5 tipe utama ZPT yaitu auksin, sitokinin, giberelin, asam
absisat dan etilen (Tabel 1). Tiap kelompok ZPT dapat menghasilkan beberapa
pengaruh yaitu kelima kelompok ZPT mempengaruhi pertumbuhan, namun hanya 4 dari
5 kelompok ZPT tersebut yang mempengaruhi perkembangan tumbuhan yaitu dalam hal
diferensiasi sel.
Seperti halnya hewan,
tumbuhan memproduksi ZPT dalam jumlah yang sangat sedikit, akan tetapi jumlah
yang sedikit ini mampu mempengaruhi sel target. ZPT menstimulasi pertumbuhan dengan memberi isyarat kepada sel
target untuk membelah atau memanjang, beberapa ZPT menghambat pertumbuhan
dengan cara menghambat pembelahan atau pemanjangan sel. Sebagian besar molekul
ZPT dapat mempengaruhi metabolisme dan perkembangan sel-sel tumbuhan. ZPT
melakukan ini dengan cara mempengaruhi lintasan sinyal tranduksi pada sel
target. Pada tumbuhan seperti halnya pada hewan, lintasan ini menyebabkan
respon selular seperti mengekspresikan suatu gen, menghambat atau mengaktivasi
enzim, atau mengubah membran.
Pengaruh dari suatu ZPT
bergantung pada spesies tumbuhan, situs aksi ZPT pada tumbuhan, tahap
perkembangan tumbuhan dan konsentrasi ZPT. Satu ZPT tidak bekerja sendiri dalam
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, pada umumnya keseimbangan
konsentrasi dari beberapa ZPT-lah yang akan mengontrol pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan
Auksin : Mempengaruhi
pertambahan panjang batang, pertumbuhan, diferensiasi dan percabangan akar;
perkembangan buah; dominansi apikal; fototropisme dan geotropisme.
Sitokinin : Mempengaruhi
pertumbuhan dan diferensiasi akar; mendorong pembelahan sel dan pertumbuhan
secara umum, mendorong perkecambahan; dan menunda penuaan.
Giberelin : Mendorong
perkembangan biji, perkembangan kuncup, pemanjangan batang dan pertumbuhan
daun; mendorong pembungaan dan perkembangan buah; mempengaruhi pertumbuhan dan
diferensiasi akar.
Asam absisat (ABA) :
Menghambat pertumbuhan; merangsang penutupan stomata pada waktu kekurangan air,
memper-tahankan dormansi.
Etilenn : Mendorong
pematangan; memberikan pengaruh yang berlawanan dengan beberapa pengaruh
auksin; mendorong atau menghambat pertumbuhan dan perkembangan akar, daun,
batang dan bunga. Meristem apikal
tu-nas ujung, daun muda, embrio dalam biji.
2. Peranan ZPT
2.1. Auksin
Istilah auksin diberikan pada
sekelompok senyawa kimia yang memiliki fungsi utama mendorong pemanjangan
kuncup yang sedang berkembang. Beberapa auksin dihasikan secara alami oleh
tumbuhan, misalnya IAA (indoleacetic acid), PAA (Phenylacetic acid), 4-chloroIAA
(4-chloroindole acetic acid) dan IBA (indolebutyric acid) dan beberapa lainnya
merupakan auksin sintetik, misalnya NAA
(napthalene acetic acid), 2,4 D (2,4 dichlorophenoxyacetic acid) dan MCPA
(2-methyl-4 chlorophenoxyacetic acid) .
Gambar 2 menunjukkan pengaruh
IAA terhadap pertumbuhan batang dan akar tanaman kacang kapri. Kecambah yang
diberi perlakuan IAA menunjukkan pertambahan tinggi yang lebih besar (kanan)
dari tanaman kontrol (kurva hitam). Tempat sintesis utama auksin pada tanaman
yaitu di daerah meristem apikal tunas ujung. IAA yang diproduksi di tunas ujung
tersebut diangkut ke bagian bawah dan berfungsi mendorong pemanjangan sel
batang. IAA mendorong pemanjangan sel batang hanya pada konsentrasi tertentu
yaitu 0,9 g/l. Di atas konsentrasi tersebut IAA akan menghambat pemanjangan sel
batang. Pengaruh menghambat ini kemungkinan terjadi karena konsentrasi IAA yang
tinggi mengakibatkan tanaman mensintesis ZPT lain yaitu etilen yang memberikan
pengaruh berlawanan dengan IAA. Berbeda dengan pertumbuhan batang, pada akar
(kurva merah), konsentrasi IAA yang rendah (<10-5 g/l) memacu pemanjangan
sel-sel akar, sedangkan konsentrasi IAA yang tinggi menghambat pemanjangan sel
akar. Dari Gambar 2 dapat disimpulkan :
1. Pemberian ZPT yang sama tetapi dengan
konsentrasi yang berbeda menimbulkan pengaruh yang berbeda pada satu sel
target.
2. Pemberian ZPT dengan konsentrasi tertentu
dapat memberikan pengaruh yang berbeda pada sel-sel target yang berbeda.
Mekanisme kerja auksin dalam
mempengaruhi pemanjangan sel-sel tanaman di atas dapat dijelaskan dengan
hipotesis sebagai berikut : auksin menginisiasi pemanjangan sel dengan cara
mempengaruhi pengendoran /pelenturan dinding sel. Seperti terlihat pada Gambar
3, auksin memacu protein tertentu yang ada di membran plasma sel tumbuhan untuk
memompa ion H+ ke dinding sel. Ion H+ ini mengaktifkan enzim tertentu sehingga
memutuskan beberapa ikatan silang hidrogen rantai molekul selulosa penyusun
dinding sel. Sel tumbuhan kemudian
memanjang akibat air yang masuk secara osmosis. Setelah pemanjangan ini,
sel terus tumbuh dengan mensintesis kembali material dinding sel dan
sitoplasma.
Selain memacu pemanjangan sel
yang menyebabkan pemanjangan batang dan akar, peranan auksin lainnya adalah
kombinasi auksin dan giberelin (Gambar 1) memacu perkembangan jaringan pembuluh dan mendorong pembelahan
sel pada kambium pembuluh sehingga mendukung pertumbuhan diameter batang.
Selain itu auksin (IAA) sering dipakai pada budidaya tanaman antara lain :
untuk menghasilkan buah tomat, mentimun dan terong tanpa biji; dipakai pada
pengendalian pertumbuhan gulma berdaun lebar dari tumbuhan dikotil di
perkebunan jagung ; dan memacu perkembangan meristem akar adventif dari stek
mawar dan bunga potong lainnya.
2.2. Sitokinin
Sitokinin merupakan ZPT yang
mendorong pembelahan (sitokinesis). Beberapa macam sitokinin merupakan
sitokinin alami (misal : kinetin, zeatin) dan beberapa lainnya merupakan
sitokinin sintetik. Sitokinin alami dihasilkan pada jaringan yang tumbuh aktif
terutama pada akar, embrio dan buah. Sitokinin yang diproduksi di akar
selanjutnya diangkut oleh xilem menuju sel-sel target pada batang.
Ahli biologi tumbuhan juga
menemukan bahwa sitokinin dapat meningkatkan pembelahan, pertumbuhan dan
perkembangan kultur sel tanaman. Sitokinin juga menunda penuaan daun, bunga dan buah dengan cara mengontrol dengan
baik proses kemunduran yang menyebabkan kematian sel-sel tanaman. Penuaan pada
daun melibatkan penguraian klorofil dan protein- protein, kemudian produk
tersebut diangkut oleh floem ke jaringan meristem atau bagian lain dari tanaman
yang membutuhkannya. Daun kacang jogo (Phaseolus vulgaris) yang ditaruh dalam
wadah berair dapat ditunda penuaannya beberapa hari apabila disemprot dengan
sitokinin (Gambar 5b). Sitokinin juga dapat menghambat penuaan bunga dan buah.
Penyemprotan sitokinin pada bunga potong dilakukan agar bunga tersebut tetap
segar.
Pada tumbuhan, efek sitokinin
sering dipengaruhi oleh keberadaan auksin. Gambar 6 menunjukkan percobaan
sederhana tentang interaksi pengaruh auksin dan sitokinin. Kedua tanaman pada
Gambar 6 ini memiliki umur yang sama. Tanaman di sebelah kiri memiliki tunas
ujung (tunas terminal); sedangkan tanaman di sebelah kanan kuncup terminalnya
sudah dipotong. Pada tanaman di sebelah kiri, auksin yang diangkut dari kuncup
terminal ke batang memacu pertumbuhan memanjang batang sehingga tanaman menjadi
bertambah tinggi. Pada tanaman ini auksin menghambat pertumbuhan tunas samping
(tunas lateral/aksilar). Pada tanaman di sebelah kanan karena tidak memiliki
kuncup terminal, pengaruh menghambat dari auksin terhadap pertumbuhan tunas
aksilar tidak terjadi. Sitokinin yang ditransportasikan dari akar ke batang
mampu mengaktifkan pertumbuhan tunas-tunas samping sehingga tanaman memiliki
cabang yang banyak dan menjadi rimbun. Pengetahuan tentang penggunaan sitokinin
ini dimanfaatkan oleh petani yang memproduksi pohon natal untuk menghasilkan
cabang-cabang yang menarik pada pohon tersebut.
Sebagian besar tumbuhan
memiliki pola pertumbuhan yang kompleks yaitu tunas lateralnya tumbuh bersamaan
dengan tunas terminalnya. Pola pertumbuhan ini merupakan hasil interaksi antara
auksin dan sitokinin dengan perbandingan tertentu. Sitokinin diproduksi dari
akar dan diangkut ke tajuk, sedangkan auksin dihasilkan di kuncup terminal
kemudian diangkut ke bagian bawah tumbuhan. Auksin cenderung menghambat
aktivitas meristem lateral yang letaknya berdekatan dengan meristem apikal
sehingga membatasi pembentukan tunas-tunas cabang dan fenomena ini disebut
dominasi apikal. Kuncup aksilar yang terdapat di bagian bawah tajuk (daerah
yang berdekatan dengan akar) biasanya akan tumbuh memanjang dibandingkan dengan
tunas aksilar yang terdapat dekat dengan kuncup terminal. Hal ini menunjukkan
ratio sitokinin terhadap auksin yang lebih tinggi pada bagian bawah tumbuhan.
Interaksi antagonis antara
auksin dan sitokinin juga merupakan salah satu cara tumbuhan dalam mengatur
derajat pertumbuhan akar dan tunas, misalnya jumlah akar yang banyak akan
menghasilkan sitokinin dalam jumlah banyak. Peningkatan konsentrasi sitokinin
ini akan menyebabkan sistem tunas membentuk cabang dalam jumlah yang lebih
banyak. Interaksi antagonis ini umumnya
juga terjadi di antara ZPT tumbuhan lainnya.
2.3. Giberelin
Gambar 5 menunjukkan 2
kelompok tanaman padi yang sedang tumbuh. Kelompok di sebelah kiri adalah
tanaman padi dengan pertumbuhan normal; sedangkan tanaman di sebelah kiri
adalah tanaman padi dengan tinggi tanaman yang lebih besar tetapi memiliki daun
yang berwarna kuning. Tanaman padi ini telah terinfeksi oleh cendawan
Gibberella fujikuroi. Bibit padi yang telah terinfeksi akan rebah dan mati
sebelum sempat menjadi dewasa dan berbunga. Selama berabad-abad petani padi di
Asia mengalami kerugian akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh cendawan ini. Di
Jepang, pola pertumbuhan yang menyimpang ini disebut juga dengan “bakanae” atau
“foolish seedling disease” atau “penyakit rebah anakan/kecambah“ .
Pada tahun 1926, ilmuwan
Jepang (Eiichi Kurosawa) menemukan bahwa cendawan Gibberella fujikuroi
mengeluarkan senyawa kimia yang menjadi penyebab penyakit tersebut. Senyawa
kimia tersebut dinamakan Giberelin. Belakangan ini, para peneliti menemukan
bahwa giberelin dihasilkan secara alami oleh tanaman yang memiliki fungsi
sebagai ZPT. Penyakit rebah kecambah ini akan muncul pada saat tanaman padi
terinfeksi oleh cendawan Gibberella fujikuroi yang menghasilkan senyawa
giberelin dalam jumlah berlebihan.
Pada saat ini dilaporkan
terdapat lebih dari 110 macam senyawa giberelin yang biasanya disingkat sebagai
GA. Setiap GA dikenali dengan angka yang terdapat padanya, misalnya GA6 .
Giberelin dapat diperoleh dari biji yang belum dewasa (terutama pada tumbuhan
dikotil), ujung akar dan tunas , daun muda dan cendawan. Sebagian besar GA yang
diproduksi oleh tumbuhan adalah dalam bentuk
inaktif, tampaknya memerlukan prekursor untuk menjadi bentuk aktif. Pada
spesies tumbuhan dijumpai kurang lebih 15 macam GA. Disamping terdapat pada
tumbuhan ditemukan juga pada alga, lumut dan paku, tetapi tidak pernah dijumpai
pada bakteri. GA ditransportasikan melalui xilem dan floem, tidak seperti
auksin pergerakannya bersifat tidak polar.
Asetil koA, yang berperan
penting pada proses respirasi berfungsi sebagai prekursor pada sintesis GA.
Kemampuannya untuk meningkatkan pertumbuhan pada tanaman lebih kuat
dibandingkan dengan pengaruh yang ditimbulkan oleh auksin apabila diberikan
secara tunggal. Namun demikian auksin dalam jumlah yang sangat sedikit tetap
dibutuhkan agar GA dapat memberikan efek yang maksimal.
Sebagian besar tumbuhan
dikotil dan sebagian kecil tumbuhan monokotil akan tumbuh cepat jika diberi GA,
tetapi tidak demikian halnya pada tumbuhan konifer misalnya pinus. Jika GA
diberikan pada tanaman kubis tinggi tanamannya bisa mencapai 2 m. Banyak
tanaman yang secara genetik kerdil akan tumbuh normal setelah diberi GA.
Efek giberelin tidak hanya
mendorong perpanjangan batang, tetapi juga terlibat dalam proses regulasi
perkembangan tumbuhan seperti halnya auksin (Gambar 4). Pada beberapa tanaman
pemberian GA bisa memacu pembungaan dan mematahkan dormansi tunas-tunas serta
biji.
Disintesis pada ujung batang
dan akar, giberelin menghasilkan pengaruh yang cukup luas. Salah satu efek utamanya
adalah mendorong pemanjangan batang dan daun. Pengaruh GA umumnya meningkatkan kerja auksin, walaupun
mekanisme interaksi kedua ZPT tersebut belum diketahui secara pasti. Demikian
juga jika dikombinasikan dengan auksin, giberelin akan mempengaruhi perkembangan buah misalnya
menyebabkan tanaman apel, anggur, dan terong menghasilkan buah walaupun tanpa
fertilisasi. Diketahui giberelin digunakan secara luas untuk menghasilkan buah
anggur tanpa biji pada varietas Thompson. Giberelin juga menyebabkan ukuran
buah anggur lebih besar dengan jarak antar buah yang lebih renggang di dalam
satu gerombol
Giberelin juga berperan
penting dalam perkecambahan biji pada banyak tanaman. Biji-biji yang
membutuhkan kondisi lingkungan khusus untuk berkecambah seperti suhu rendah
akan segera berkecambah apabila disemprot dengan giberelin. Diduga giberelin
yang terdapat di dalam biji merupakan penghubung antara isyarat lingkungan dan
proses metabolik yang menyebabkan pertumbuhan embrio. Sebagai contoh, air yang
tersedia dalam jumlah cukup akan menyebabkan embrio pada biji rumput-rumputan
mengeluarkan giberelin yang mendorong perkecambahan dengan memanfaatkan
cadangan makanan yang terdapat di dalam biji. Pada beberapa tanaman, giberelin
menunjukkan interaksi antagonis dengan ZPT lainnya misalnya dengan asam absisat
yang menyebabkan dormansi biji.
2.4. Asam absisat (ABA)
Musim dingin atau masa kering
merupakan waktu dimana tanaman beradaptasi menjadi dorman (penundaan
pertumbuhan). Pada saat itu, ABA yang dihasilkan oleh kuncup menghambat
pembelahan sel pada jaringan meristem apikal dan pada kambium pembuluh sehingga
menunda pertumbuhan primer maupun sekunder. ABA juga memberi sinyal pada kuncup
untuk membentuk sisik yang akan melindungi kuncup dari kondisi lingkungan yang
tidak menguntungkan. Dinamai dengan asam absisat karena diketahui bahwa ZPT ini
menyebabkan absisi/ rontoknya daun tumbuhan pada musim gugur. Nama tersebut
telah popular walaupun para peneliti tidak pernah membuktikan kalau ABA
terlibat dalam gugurnya daun.
Pada kehidupan suatu
tumbuhan, merupakan hal yang menguntungkan untuk menunda/menghentikan
pertumbuhan sementara. Dormansi biji sangat penting terutama bagi tumbuhan
setahun di daerah gurun atau daerah semiarid, karena proses perkecambahan
dengan suplai air terbatas akan mengakibatkan kematian. Sejumlah faktor
lingkungan diketahui mempengaruhi dormansi biji, tetapi pada banyak tanaman ABA
tampaknya bertindak sebagai penghambat utama perkecambahan. Biji-biji tanaman
setahun tetap dorman di dalam tanah sampai air hujan mencuci ABA keluar dari
biji. Sebagai contoh, tanaman dune primroses (bunga putih) dan tanaman matahari
(bunga kuning) di gurun Anza - Borrego (California), biji- bijinya akan
berkecambah setelah hujan deras .
Sebagamana telah dibahas di
atas bahwa giberelin juga berperan dalam perkecambahan biji. Pada banyak
tumbuhan, rasio ABA terhadap giberelin menentukan apakah biji akan tetap dorman
atau berkecambah. Hal yang sama juga terdapat pada kasus dormansi kuncup yang
pertumbuhannya dikontrol oleh keseimbangan konsentrasi antar ZPT. Sebagai
contoh pada pertumbuhan kuncup dorman tanaman apel, walaupun konsentrasi ABA
pada kenyataannya lebih tinggi, tetapi gibberellin dengan konsentrasi yang tinggi
pada kuncup yang sedang tumbuh menunjukkan pengaruh yang sangat kuat pada
penghambatan pertumbuhan tunas dorman.
Selain perannya pada
dormansi, ABA berperan juga sebagai “ stress plant growth hormon” yang membantu
tanaman tersebut menghadapi kondisi yang tidak menguntungkan, misalnya pada
saat tumbuhan mengalami dehidrasi, ABA diakumulasikan di daun dan menyebabkan
stomata menutup. Hal ini walaupun mengurangi laju fotosintesis, tumbuhan akan
terselamatkan dari kehilangan air lebih banyak melalui proses transpirasi.
2.5. Etilen
Di awal abad 20, buah jeruk
dan anggur diperam di dalam gudang yang dilengkapi dengan kompor minyak tanah.
Semula petani buah mengira bahwa hawa panas itu yang mematangkan buah, tetapi dugaan tersebut
tidak terbukti ketika mereka mencoba metode baru menggunakan kompor yang
dilengkapi dengan pembersih (tanpa polusi) yang menghasilkan buah-buah yang
tidak cepat matang. Ahli biologi tumbuhan menduga bahwa pematangan buah yang
disimpan di dalam gudang tersebut sebenarnya berkaitan dengan produksi etilen
yaitu gas hasil pembakaran minyak tanah. Sekarang diketahui bahwa tumbuhan
secara alami menghasilkan etilen yang merupakan ZPT yang berperan memacu
penuaan termasuk pematangan buah.
2.5.1. Pematangan Buah
Pematangan buah merupakan
suatu variasi dari proses penuaan melibatkan konversi pati atau asam-asam
organik menjadi gula, pelunakan dinding-dinding sel, atau perusakan
membran sel yang berakibat pada
hilangnya cairan sel sehingga jaringan mengering. Pada tiap-tiap kasus, pematangan
buah distimulasi oleh gas etilen yang berdifusi ke dalam ruang-ruang antarsel
buah. Gas tersebut juga dapat berdifusi melalui udara dari buah satu ke buah
lainnya, sebagai contoh satu buah apel ranum akan mampu mematangkan keseluruhan
buah dalam satu lot. Buah akan matang lebih cepat jika buah tersebut disimpan
di dalam kantung plastik yang mengakibatkan gas etilen terakumulasi.
Pada skala komersial berbagai
macam buah misalnya tomat sering dipetik ketika masih dalam keadaan hijau dan
kemudian sebagian dimatangkan dengan mengalirkan gas etilen (Gambar 11). Pada
kasus lain, petani menghambat proses pematangan akibat gas etilen alami.
Penyimpanan buah apel yang dialiri dengan gas CO2 yang selain berfungsi
menghambat kerja etilen, juga mencegah akumulasi etilen. Dengan teknik ini buah
apel yang di panen pada musim gugur dapat disimpan untuk dijual pada musim
panas berikutnya.
2.5.2. Pengguguran Daun
Seperti halnya pematangan
buah, pengguguran daun pada setiap musim gugur yang diawali dengan terjadinya
perubahan warna, kemudian daun mengering dan gugur adalah juga merupakan proses
penuaan. Warna pada daun yang akan gugur merupakan kombinasi pigmen-pigmen baru
yang dibentuk pada musim gugur, kemudian pigmen-pigmen yang telah terbentuk
tersebut tertutup oleh klorofil. Daun kehilangan warna hijaunya pada musim
gugur karena daun-daun tersebut berhenti mensintesis pigmen klorofil.
Peranan etilen dalam memacu
gugurnya daun lebih banyak diketahui daripada peranannya dalam hal perubahan
warna daun yang rontok dan pengeringan daun. Pada saat daun rontok, bagian
pangkal tangkai daunnya terlepas dari batang. Daerah yang terpisah ini disebut
lapisan absisi yang merupakan areal sempit yang tersusun dari sel-sel parenkima
berukuran kecil dengan dinding sel yang tipis dan lemah.
Setelah daun rontok, daerah
absisi membentuk parut/luka pada batang. Sel-sel yang mati menutupi parut untuk
membantu melindungi tumbuhan terhadap patogen.
Gugurnya daun dipacu juga
oleh faktor lingkungan, termasuk panjang hari yang pendek pada musim gugur dan
suhu yang rendah. Rangsangan dari faktor lingkungan ini menyebabkan perubahan keseimbangan antara etilen dan
auksin. Auksin mencegah absisi dan tetap mempertahankan proses metabolisme
daun, tetapi dengan bertambahnya umur daun jumlah etilen yang dihasilkan juga
akan meningkat. Sementara itu, sel-sel yang mulai menghasilkan etilen akan
mendorong pembentukan lapisan absisi. Selanjutnya etilen merangsang lapiasan
absisi terpisah dengan memacu sintesis
enzim yang merusak dinding-dinding sel pada lapisan absisi. Gugur daun pada
musim gugur merupakan adaptasi tumbuhan untuk mencegah kehilangan air melalui
penguapan pada musim salju karena pada saat itu akar tidak mampu menyerap air
pada tanah yang membeku.
3. Aplikasi ZPT pada bidang
pertanian
Seperti yang telah dibahas
dimuka, ZPT sintetik sangat banyak digunakan pada pertanian modern. Tanpa ZPT
sintetik untuk mengendalikan gulma, atau untuk mengendalikan pertumbuhan dan
pengawetan buah-buahan, maka produksi bahan makanan akan berkurang sehingga
harganya akan menjadi mahal. Disamping itu, muncul keprihatinan bahwa
penggunaan senyawa sintetik secara berlebihan pada produksi pangan akan
menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan serius. Sebagai conto dioksin,
senyawa kimia sampingan dari sintesa 2, 4-D yang digunakan sebagai herbisida
selektif untuk membasmi gulma berdaun lebar dari tumbuhan dikotil. Walaupun 2,
4-D tidak beracun terhadap mamalia, namun dioksin dapat menyebabkan cacat
lahir, penyakit hati, dan leukimia pada hewan percobaan.
Merangsang Gairah Petani Tebu Nagari Sungai Landia
oleh : ICHSAN KURNIAWAN
Gairah petani tebu
Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto makin hari kian surut. Hampir setiap
tahun ada petani tebu yang mengalihkan lahan tebu mereka ke komoditi lain yang
dianggap lebih menjanjikan secara hitung-hitungan ekonomis.
Untuk Nagari Sungai
Landia, sebenarnya produk tebu olahan berupa saka cukup memberikan kontribusi
terhadap bidang perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apalagi
produk saka ini juga sampai dibawa ke daerah lain untuk dipasarkan. Namun
permasalahan yang ada saat ini yakni masyarakat pembudidaya tebu ini merasa
hasil kilangan, tenaga dan penjualan cenderung labil dan tak seimbang. Tak
berpihak kepada petani. Pengolahan yang masih dengan kilangan tradisional
dianggap tak efektif, efisien, menguras tenaga dan tak bisa untuk menghasilkan
produk olahan berkualitas dan mampu bersaing di pasaran. Belum lagi tak adanya
perlindungan harga di pasaran karena pedagang pengumpul menetapkan harga
pembelian tingkat petani dengan harga rendah.
| Foto by Walinagari Sungai Landia |
Hal inilah yang
makin lama kian menmbuat lesu aktivitas pertanian tebu nagari ini. Petani
cenderung menganggap budidaya dan pengolahan saka secara tradisional tersebut
tak ballance dengan penghasilan yang
didapatkan. Dan akhirnya banyak petani yang lebih memilih mengalihkan tanaman
kepada komoditi lain.
Walingari beserta
penyuluh dan jajaran UPT BP4K2P bekerjasama dalam bagaimana membangkitkan
kembali gairah petani tebu tersebut. Sebagai kepala pemerintahan, Walinagari
sangat antusias terhadap kebangkitan kembali komoditi ini seperti nagari lain
yang juga mengunggulkannya. Sebut saja di antaranya Lawang dan Bukik Batabuah.
Sebagai bukti keseriusannya, komoditi ini benar-benar menjadi prioritas. Dalam
hasil Musrenbang Nagari tahun lalu, pembukaan lahan tebu seluas +
50 Ha serta pengadaan mesin kilang tebu paling kurang 10 unit menjadi poin
khusus bidang ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
“Bekerjasama dengan PPL, mulai akhir tahun
2010 lalu, permohonan bantuan mesin kilang tebu sudah diajukan, dialamatkan ke
Mentri Pertanian melalui Dinas Perkebunan dan Kehutanan Agam. Mudah-mudahan ini
dikabulkan dan terealisasi. Kami dengan penyuluh tahun ini sudah komit, selain
meningkatkan peran sektor tanaman pangan dan hortikultura, mengembalikan
tanaman tebu yang sudah menjadi komoditi warisan ini juga sangat
diprioritaskan. Pelatihan dan studi banding pun mudah-mudahan bisa diarahkan
untuk komoditi ini sehingga gairah dan minat petani tebu nagari ini bisa
kembali.” Ungkap Refli Suhemi, Walinagari Sungai Landia.
Merangsang gairah petani tebu ini, Walinagari sendiri juga memulai
dengan gerakan menanam komoditi ini. “Akhir tahun lalu saya pribadi yang mulai
membuka lahan tebu baru. Rencananya akan ditanam + 1000 batang, tapi
baru terealisasi sekitar 600 batang. Ini semata mata untuk membuktikan kepada
petani kami tak hanya pandai menganjurkan ini itu, tapi langsung menunjukkan
buktinya. Mudah-mudahan gerakan ini juga
diikuti petani lain.”
Belajar dari Pelaku Agribisnis Dadakan di Pasa Pabukoan
Oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP
Ketika bulan Ramadhan memang bulan yang penuh
rahmat. Betapa tidak, selain secara rohani merupakan salah satu bulan sakral
yang menyediakan kesempatan/ momen meningkatkan derajat diri di mata Allah,
memperbaiki hubungan sesama manusia (hambluminannas) serta mensucikan diri dari
segala dosa yang pernah dilakukan di masa dahulu. Ketika bulan suci datang, selain
hal tersebut bulan ini juga memberikan rahmat lain. Kehadiran pasa
pabukoan di bulan Ramadhan telah membuka peluang bisnis dadakan,
termasuk bidang agribisnis. Pasa pabukoan sendiri yakni pasar dadakan yang
menjual beragam jajanan baik segar maupun olahan. Istilah pasa pabukoan sendiri
merupakan istilah urang awak (orang Minang) dalam menyebut pasar kaget ini yang
ditemui merata di mana pun di Indonesia.
Seperti kita ketahui bahwa agribisnis tersebut
didefinisikan sebagai semua aktifitas mulai dari
pengadaan sarana produksi sampai dengan pemasaran produk yang dihasilkan oleh
usahatani dan nelayan serta agroindustri yang saling terkait satu sama lain. Jadi azaz agribisnis sendiri mulai dari
penyediaan sarana produksi, kegiatan usaha tani sendiri, pengolahan hasil
hingga penyediaan jasa layanan.
Bila kita perhatikan, di pasa pabukoan memang
macam ragam jualan yang disajikan. Walaupun pasa pabukoan memang lebih identik
dengan jenis-jenis bubur misalnya saja cindua, bubua campua, kampiun, dalimo dan
lain-lain. Namun saat ini yang namanya pasa pabukoan telah menawarkan lebih dari
sekedar bubur-buburan. Varian panganan pilihan mulai dari samba (lauk),
gorengan, kue-kuean hingga aneka minuman seperti jus buah juga ikut nimbrung.
Disini lah peluang agribisnis dadakan bisa kita
lihat cukup terbuka karena bisa dipastikan pasa pabukoan ini jarang sekali
lengang. Banyak pilihan peluang yang bisa dilirik berkait dengan sektor
pertanian atau peternakan yang selama ini masih dilakukan pedagang tulen. Artinya
selama ini jarang sekali keluarga petani atau peternak juga melakukan kegiatan off-farm
(khususnya pengolahan hasil). Petani atau keluarga tani kita cenderung berkutat
pada proses menghasilkan produk pertanian sampai panen saja (on-farm).
Pola ini yang menjadi tuntutan dalam mensejahterakan petani saat ini bahwa
petani dituntut punya naluri bisnis, bukan hanya sebagai pelaku usaha tani.
Kita ambil contoh saja pedagang buah keliling yang
hanya mengambil keuntungan jualan dengan melakukan jasa pengupasan dan pemotongan terhadap buah seperti
nenas, sawo atau pepaya. Buah misalnya pepaya yang sedianya dibeli seharga
tujur ribu rupiah, nilainya di tangan pedagang buah keliling bisa menjadi enam
belas hingga dua puluh ribu rupiah. Hal yang sama juga bisa kita dapati pada
pedagang jus buah. Hanya dengan memberikan sentuhan tambahan terhadap buah
seperti wortel, pepaya maupun jeruk, nilai ekonomisnya bisa meningkat dua
sampai tiga kali lipat.
Kalau kita cermati, di luar bulan ramadhan sendiri
sebenarnya mulai maraknya pedagang makanan olahan hasil pentanian tersbut.
Beragam produk yang ditawarkan bisa kita lihat di pasar-pasar dan ini juga
tergantung kreatifitas masing-masing. Sebut saja beragam produk tersebut
seperti pisang keju, jamur crispy, tiram goreng (tireng) dan beragam minuman
seperti tebu panggang atau pun macam-macam jus buah.
Terlepas dari bulan Ramadhan atau tidak,
sebenarnya peluang tersebut tetap terbuka. Namun memang menuntut kemauan dan
kekreatifitasan keluaraga petani dalam melakoninya.
Dan hal ini sejalan dengan harapan pemerintah Provinsi
Sumatera Barat khususnya Kabupaten Agam melalui banyak program terkait
pertanian seperti Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP), Pengembangan Usaha
Agribisnis Pedesaan (PUAP), Peningkatan Kesejahteraan Pelaku Usaha Mikro dan
Kecil dan lainnya yang juga disinkronkan dengan beberapa dinas terkait bahwa semua
lebih dititik beratkan bagaimana merangsang gairah petani dalam kegiatan agribisnis
secara menyeluruh dan tidak terpaku hanya pada on-farm. Dengan penambahan jam
kerja efektif petani kita dari 3,5 jam/hari menjadi 8 jam/hari dengan minimal 3
jenis usaha, maka diharapkan penghasilan petani dapat meningkat dan akhirnya
pensejateraan petani dapat diwujudkan.
Kelompok Sawah Liek Sungai Landia Kembangkan Produk Baru
oleh ICHSAN KURNIAWAN,SP
Kegiatan
penyuluhan pertanian tak hanya terpaku pada bagaimana penyampaian informasi dan
paket teknologi yang dianggap mampu dikembangkan pada wilayah kerja dapat
diterima oleh masyarakat tani daerah tersebut. Namun pelaksanaan penyuluhan
juga diarahkan pada perangsangan
terhadap kemandirian petani/ kelompok tani serta kemampuan dalam melahirkan
ide-ide inovatif dalam berusaha tani terutama dalam peningkatan kesejahteraan. Salah
satunya yakni merangsang pola pikir petani untuk tidak terpaku pada hanya
komoditi yang pernah dikembangkan di nagari tersebut sebelumnya, namun juga
jeli melihat peluang serta potensi pengembangan komoditi bernilai ekonomis di
wilayahnya.
Yuldi Efendi,
salah seorang petani anggota Kelompok Tani Sawah Liek, Jorong Ranah, Nagari Sungai
Landia mencoba terobosan lain dengan menanam labu besar dan labu siam. Komoditi
ini mungkin bukan komoditi baru karena kecamatan tetangga yakni Matur sudah
lebih dulu mengembangkannya bahkan khusus labu menjadi salah satu komoditi khas
dan unggulan. Namun untuk nagari Sungai Landia, labu adalah produk tani yang
jarang dikembangkan secara serius. “Untuk nagari ini, khusus labu biasa baru
kami yang coba kembangkan, memang belum dengan skop besar, tapi insyaallah lahan yang lebih luas telah kami
siapkan, karena melihat hasilnya sekarang, tampaknya komoditi ini cukup
menjanjikan.” jelas Yuldi di sela pertemuannya dengan penyuluh di lokasi
pertanaman labunya.
Walinagari Sungai Landia
menyambut baik dan memang sangat mengharapkan kebangkitan masyarakat tani di
daerahnya sehingga selain mampu melestarikan komoditi unggulan daerah, petani
juga mau mencoba berinovasi. Seperti diungkapkannya. “Ini yang sangat kita
harapkan” papar Refli Suhemi, yang juga aktif menggerakkan Kelompok Tani Jorong
Ranah ini. “Petani sukses adalah petani yang mau berpikir inovatif dan berani
mengambil resiko, tak hanya terpaku pada komoditi warisan urang saisuak. Dan satu hal lagi yang paling penting, terlepas
apapun komoditinya, hal utama adalah manfaatkanlah lahan yang ada. Jangan
dibiarkan merimba.”tambahnya.
Untuk menggugah dan
membangkitkan semangat petani, Walinagari sendiri juga membuktikan dengan
menanam labu siam di lahan pribadinya. “Saya pribadi juga menanam. Saya ingin menunjukkan
kepada masyarakat, bahwa ini berpeluang pasar yang baik untuk menambah
penghasilan. Sekarang saja, paling kurang lahan kami mengirim ke pasar Padang Lua
seratus lima puluh kilo per minggu.”ungkapnya lagi.
“Komoditi ini kan selalu
dibutuhkan pasar.” Jelasnya lagi menanggapi berbagai keluhan yang kadang muncul
pada masyarakat ketika dianjurkan menanam komoditi ini. Namun setelah Yuldi dan
Walinagari, enam orang lainnya mulai mengikuti menanam komoditi ini. Selain
itu, kelompok juga berencana mencoba komoditi lain.
Budidaya ini- baik
labu biasa maupun siam tak begitu rumit dan juga tidak menelan biaya besar
dirasa cukup untuk menjadikan alasan komoditi ini bisa dikatakan juga bernilai
ekonomis. Selain itu, komditi ini selalu dibutuhkan pasar.
Keberhasilan
tersebut diharapkan menjadi stimulan
bagi masyarakat tani lain dalam mengembangkannya. Selain itu juga menunjukkan
bahwa kemandirian serta ide kreatif dan inovatif tersebut memang sangat
dituntut dalam berusaha tani demi meningkatkan kesejahteraan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Pemerintah Nagari Koto Gadang Perkuat Kelembagaan Tani
Rabu (4/2) Pemerintahan Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam melaksanakan pembinaan Kelompok Tani dan Perkumpulan Petani Pem...
-
oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP Pada tahun 2014 pertanian organik mulai diminati di Nagari Sungai Landia. Beberapa kelompok tani mulai eksis de...
-
Penyuluhan Pertanian adalah suatu usaha atau upaya untuk mengubah perilaku petani dan keluarganya, agar mereka mengetahui dan mem...


