Jumat, 13 Desember 2019

DRYER UV, SOLUSI PENGERINGAN PADI MUSIM PENGHUJAN


Musim penghujan menjadi salah satu kendala terhadap kegiatan pasca panen komoditi padi sawah. Komoditi yang menjadi induk dari komoditi pangan tanah air ini mengalami permasalahan pelik sejak hujan hampir turun setiap hari. Proses pengeringan yang konvensional dengan mengharapkan sinar matahari terganggu sehingga mengakibatkan rangkaian kegiatan produksi beras pun melambat dan memakan waktu cukup panjang. Termasuk di wilayah dengan luasan padi sawah yang cukup besar seperti Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

Namun di tahun 2019, Kementan melalui Ditjen Pangan dan Dinas TPHP Sumbar serta Dinas Pertanian Kabupaten Agam membantu alat pengeringan alternative yang cukup menjadi solusi terhadap permasalahan tersebut. Kelompok Tani Fajar Indah, Nagari Kapau Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam adalah salah satu kelompok yang beruntung menerima bantuan tersebut dan merasakan manfaat dari keberadaan bangunan Dryer UV ini. Hal ini diungkapkan Alwel Kamis (12/12/2019) di sela kunjungan PT ASABI ke lokasi Dryer UV, Ketua Kelompok Fajar Indah mengakui telah merasakan efektifitas dan efisiensi penggunaan Dryer UV di tengah kondisi cuaca yang sering hujan ini. Sementara Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Agam memberikan dukungan penuh demi mengatasi kendala produksi usaha tani di tingkat petani dengan menyampaikan semua usulan/proposal yang disusun Kelompok Tani bersama Penyuluh Pertanian di lapangan berdasarkan identifikasi kebutuhan di tingkat petani.



Dok. BPP Kecamatan Tilatang Kamang (2019)

Diperkenalkan PT Agricon Sentra Agribisnis Indonesia (ASABI) yang bekerjasama dengan Kementrian Pertanian, Rumah Pengering Suryakancana (sebutan untuk pengering) ini memanfaatkan efek rumah kaca dengan fasilitas plastic UV untuk membuat kondisi pengeringan tetap stabil dalam menghantar panas sehingga mampu membantu kegiatan pengeringan meskipun dalam kondisi hujan. Kelebihan Dryer UV sebagai rumah pengering ini yakni lebih efektif dan efisien. Selain itu bangunan ini ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan baku listrik dan lebih ekonomis bebas hama tikus dan serangga serta mudah pemeliharaannya.

Jika gabah yang dijemur, maka kualitasnya menjadi lebih baik. Misalnya, saat panen kadar air gabah mencapai 24 persen. Untuk mengeringkan hingga kadar air 14 persen hanya perlu 2-3 hari sudah kering. Perbedaan suhu di luar bangunan dan di dalam Rumah Pengering Suryakancana berkisar antara 5-10 derajat. Jadi, dengan bantuan Rumah Pengering Suryakancana, proses pengeringan dapat tetap berjalan walaupun cuaca hujan. Pada saat kondisi cuaca cerah pengeringan dapat dilakukan selama 2-3 hari.

Dengan manfaat yang cukup besar ini, mudah-mudahan ke depan Kementrian Pertanian melalui Ditjen Pangan dapat menyalurkan kembali bantuan pengering seperti Dryer UV untuk unit-unit RMU yang dikelola Kelompok Tani sehingga kendala hujan tidak lagi memperlambat proses produksi beras.

Kamis, 26 September 2019

Mengenal Spodoptera frugiperda, Hama Baru pada Jagung

 oleh ICHSAN KURNIAWAN,SP

Spodoptera frugiperda atau Fall Armyworm (FAW) adalah hama jenis baru di Indonesia. Hama ini menyerang tanaman jagung. Dikenal dengan sebutan ulat grayak (Spodoptera frugiperda J.E. Smith) atau Fall Armyworm, hama ini muncul mulai tahun 2018. Pada tahun tersebut, FAW masuk Benua Asia di kawasan India, Myanmar, dan Thailand. Sekitar bulan Maret tahun 2019 serangan dilaporkan dengan tingkat berat justru memasuki Provinsi Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten Pasaman Barat, selanjutnya menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Di Kabupaten Agam sendiri, hama ini juga muncul berdekatan dengan kemunculannya pertama kali di Sumbar. Penulis yang bertugas di Kecamatan Tilatang Kamang, pertama kali menemukan kasus bersama Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) setelah mendapatkan laporan sekitar awal September 2019 dan langsung melakukan pengamatan serangan di lapangan.

Sebagai jenis hama baru yang menyerang pertanaman jagung, ulat grayak atau Spodoptera frugiperda ini eksistensinya sudah menjadi ancman berat bagi para petani jagung di Negara kita. Hama ini mejadi momok menakutkan dikarenakan dapat merusak tanman jagung dalam waktu singkat. Hal ini membuat informasi melalui pengamatan langsung di pertanaman jagung atau sistem scounting sangatlah penting sekali yang selanjutnya akan melahirkan gerakan pencegahan dan pengendalian yang dilakukan secara dini.

Sejauh ini mayoritas pengendalian UGJ banyak mengandalkan insektisida. Di Afrika insektisida yang sering digunakan adalah lambda-cyhalothrin, cypermethrin, chlor- pyrifos ethyl, emamectin benzoate, ethyl palmitate, monocrotophos, malathion (Rwomushana et al. 2018). Pengendalian insektisida memang merupakan pengendalian jangka pendek yang dapat digunakan dengan cepat untuk mengatasi meluasnya persebaran hama ini dengan cepat. Namun penggunaan insektisida seyogyanya tidak dapat digunakan dalam jangka panjang secara terus menerus karena memiliki beberapa dampak negatif seperti: dapat membunuh serangga non-target, menyabkan resistensi, dan meningkatkan biaya produksi (Ruíz-Nájera et al. 2007; Day et al. 2017; Prasanna et al. 2018).


dok. Ichsan Kurniawan,SP BPP Tilatang Kamang (24 September, 2019)

Sampai saat ini, petani di Indonesia sangat mengandalkan penggunaan pestisida sintetik. Padahal beberapa penelitian telah menunjukan bahwa resistensi ternyata cepat sekali terbentuk di populasi UGJ. Kumela et al. (2018), menemukan bahwa hasil penggunaan pestisida pada UGJ teryata kurang efektif karena resistensi cepat terbentuk. Resistensi ini juga ditemukan terjadi pada populasi S. frugiperda dari Indonesia. Resistensi diakibatkan oleh mutasi gen yang berpotensi resisten terhadap insektisida piretroid, organofosfat dan karbamat (Boaventura et al. 2019). Di negara lain seperti Brazil dan Puerto Rico telah ditemukan mutasi gen yang berpotensi menimbulkan resistensi terhadap emamektrin benzoat, diamida, organofosfat, siponosin, benzoylureas (Boaventura et al. 2019), dan spinosad (Lira et al. 2019) serta insektisida dengan bahan aktif Bt (Bacillus thuringiensis) (Jakka et al. 2019).

Beberapa tanda dan gejala terjadinya serangan ulat grayak antara lain Pada tanaman terdapatnya tanda gesekan yang berbekas dari larva atau ulat, selain itu pada permukaan atas dari daun atau daerah di sekitaran pucuk tanaman, akan didapati serbuk kasar yang bentuknya menyerupai serbuk gergaji. Bagian pucuk tanaman jagung ini akan rusak, begitu juga dengan daun muda sehingga akan berakibat tanaman akhirnya mati. Peningkatan populasi yang cepat akan mengakibatkan serangan juga meluas ke bagian tongkol. Secara umum akan menyebabkan gagal tumbuh atau panen.

Mencari dan mengumpulkan kelompok telur dan dihancurkan dengan tangan adalah uspaya mekanis yang dapat dilakukan pada tanaman yang terserang. Monitoring lahan seminggu dua kali di masa vegetatif, terutama pada saat tingginya peletakan telur. Larva muda sebaiknya diambil sebelum melakukan penetrasi lebih jauh. Untuk pengendalian hayati dapat dilakukan dengan menjaga musuh alami tetap hidup. Begitu juga dengan predator dari Spodoptera ini yang diantaranya Cocopet (Dermaptera: Forficulidae), Kumbang Kepik (Coleoptera: Coccinellidae), Kumbang Tanah (Coleoptera: Carabidae),  Semut (Hymenoptera: Formicidae). Cara ini ditempuh dengan pelestarian Mikro Organisme Lokal atau pengkoleksian MOL seperti cendawan Beauviria bassiana dan Metharizium. Dalam pemakaian pestisida sesuai dengan literature dan hasil pleno pestisida di tingkat Pusat, maka pemakaian pestisida adalah dengan bahan aktif Emamektin benzoate Siantraniliprol Spinetoram dan Tiametoksam.

Semoga tulisan ini dapat membantu dalam mengendalikan atau bahkan kita dapat mencegah serangan hama ini meluas di Kabupaten Agam secara umum, khususnya di Kecamatan Tilatang Kamang yang dengan luasan tanam jagung cukup luas tersebar pada ketiga Nagari yakni Koto Tangah, Kapau dan Gadut.

Jumat, 08 Desember 2017

KELENGKAPAN ADMINISTRASI KELOMPOK TANI




Oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP


PENGERTIAN ADMINISTRASI
Administrasi merupakan segenap rangkaian usaha bersama yang dilaksanakan sekelompok orang dalam wadah organisasi untuk mencapai suatu tujuan” Dari uraian tersebut, secara garis besar administrasi meliputi :
Ø  adanya usaha bersama
Ø  adanya kelompok orang
Ø  adanya aktivitas
Ø  adanya tujuan
Sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah proses aktivitas daripada administrasi dan karena pimpinan dari organisasi adalah sekaligus merupakan pimpinan manajemen, maka dia juga yang mempunyai wewenang menggerakkan kemudi administrasinya.
Kelompok Tani adalah kumpulan petani yang mempunyai aktivitas dibidang pertanian yang tumbuh berdasarkan keakraban, keserasian, serta kesamaan kepentingan dalam memanfaatkan sumberdaya pertanian untuk bekerjasama meningkatkan produktivitas usahatani dan kesejahteraan anggotanya.
Lebih jauh Kelompok Tani juga dapat berperan sebagai :
1.    Kelas Belajar
Merupakan wadah bagi setiap anggotanya untuk berinteraksi guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam berusahatani yang lebih baik dan menguntungkan, serta berperilaku lebih mandiri untuk mencapai kehidupan yang lebih sejahtera
2.    Unit Produksi Usahatani
Merupakan satu kesatuan unit usahatani, untuk mewujudkan kerjasama dalam mencapai skala usaha ekonomi yang lebih menguntungkan
3.    Wahana Kerjasama
Merupakan tempat untuk memperkuat kerjasama diantara sesama Anggota dalam Kelompok Tani dan antara Kelompok Tani dengan Kelompok Tani lain maupun dengan pihak-pihak lainnya dalam rangka untuk menghadapi berbagai ancaman, tantangan dan hambatan serta gangguan.

B.   Pengertian Administrasi Kelompok Tani
Administrasi Kelompok Tani adalah seperangkat catatan atau dokumen yang menyangkut semua kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tersebut.
Perangkat administrasi kelompok yang baik dan benar diperlukan sebagai bahan informasi bagi kelompok maupun pihak lain yang berkaitan dengan kelompok itu, seperti : usaha, permodalan, jaringan kerjasama dan lain-lain. Perangkat administrasi itu dibedakan menjadi dua bagian pokok, yaitu administrasi kegiatan dan administrasi keuangan.
Sebuah organisasi Kelompok Tani yang kuat dan maju sudah sepatutnya mempunyai administrasi kelompok yang baik dan benar untuk menunjang semua aktivitas yang dilakukan kelompok tersebut. Perangkat kelengkapan administrasi Kelompok Tani yang semestinya dibuat, digunakan dan dimiliki Kelompok Tani
Administrasi merupakan faktor penting dalam pengelolaan kelompok tani- nelayan. Dengan administrasi yang baik maka kita dapat menjalankan roda organisasi kelompok tani – nelayan, baik menyangkut usaha kelompok maupun manajemennya.
            Administrasi yang dimaksud disini bukan administrasi modern yang membutuhkan perangkat keras maupun lunak seperti layak nya perusahaan besar, tetapi suatu administrasi yang sederhana yang sesuai dan dapat di kerjakan oleh petani-nelayan.
Manfaat Administrasi :
1.        Sebagai media kerjasama kelompok, Karena dalam pengelolaan administrasi memerlukan hubungan antara anggota yang satu dengan lainnya, antara pengurus dengan anggota.
2.        Sebagai ikatan moral agar kelompok tidak bubar, jika dalam pengelolaan administrasi kelompok terdapat ketentuan bahwa bila anggota kelompok keluar maka modal/tabungannya menjadi milik kelompok. Ini berarti membuat anggota berfikir panjang sebelum keluar dari kelompoknya.
3.        Mempunyai nilai demokrasi. Dalam rapat-rapat penentuan suatu keputusan, untuk dimasukkan dalam pembukuan dan pencatatan dapat dikembangkan sikap musyawarah mufakat.
4.        Untuk melihat perkembangan kelompok dalam segala hal seperti tabungan kelompok, jumlah anggota, kegiatan, kekayaan, pendidikan dan keterampilan.
5.        Sebagai sarana belajar bagi pengurus dan anggota kelompoktani-Nelayan dan hal pengelolaan administrasi.
Dok. Ichsan Kurniawan,SP (Keltan Sumber Rezeki, Ranah)


C.   Administrasi Kegiatan
Administrasi Kegiatan adalah segala catatan yang dilakukan oleh kelompok berkaitan dengan kegiatan kelompok diluar urusan keuangan. Beberapa perangkat administrasi kegiatan yang diperlukan kelompok antara lain :
1.            Buku Induk Anggota
Buku induk anggota adalah dokumen tertulis yang berisi tentang biodata setiap petani yang menjadi anggota kelompok.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui nama-nama anggota, jumlah dan perkembangan anggotanya serta hal-hal lain yang berhubungan dengan data anggota kelompok.
Nomor anggota diberikan kepada setiap anggota sesuai dengan urutan pada saat petani menyatakan diri menjadi anggota kelompok.

2.            Buku Kegiatan Kelompok
Buku kegiatan kelompok adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok, misalnya rencana kegiatan kelompok, catatan pelaksanaan kegiatan, hasil monitoring dan evaluasi kegiatan kelompok, dan sebagainya.
Dokumen-dokumen tersebut bermanfaat bagi kelompok untuk mengingat kembali pengalaman-pengalaman yang dimiliki.
3.            Buku Tamu
Buku tamu adalah dokumen tertulis yang berisi catatan tentang pihak-pihak luar yang pernah berkunjung ke dalam kelompok.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui seberapa jauh perhatian maupun bimbingan yang pernah diberikan oleh pihak luar terhadap kelompok yang bersangkutan. Buku tamu diisi setiap kali ada pihak luar kelompok yang dating untuk suatu keperluan.
Didalamnya selain berisikan waktu dan nama serta instansi, juga memuat maksud/ tujuan dan kesan/ saran. Maksud/ tujuan adalah untuk apa seseorang tersebut datang kepada kelompok, ini bermanfaat untuk melihat seberapa jauh kelompok memperoleh pembinaan dari pihak luar yang relevan. Sedangkan kesan/ saran adalah apa yang menurut seseorang tersebut menarik perhatian dalam kelompok yang dikunjungi, kesan-kesan ini bisa positif dan bisa juga negatif. Kolom saran juga baik kalau diisi tentang usulan-usulan perbaikan dari orang yang berkunjung terhadap kelompok, karena usulan yang bersifat konkrit dan jelas, penting bagi kelompok untuk ditindak lanjuti sebagai bahan pembahasan dalam pertemuan pengurus/ anggota.
4.            Buku Notulen Rapat
Buku notulen rapat adalah berisi catatan tentang hal-hal yang telah dibahas dalam setiap pertemuan kelompok, baik pertemuan pengurus maupun pertemuan anggota.
Catatan pertemuan ini penting untuk mengetahui segala persoalan ataupun hal-hal lain yang pernah dibicarakan. Catatan ini juga bermanfaat bagi kelompok untuk melihat pengalaman-pengalamannya yang lalu baik berupa keberhasilan maupun kelemahan serta persoalan-persoalan yang dihadapi kelompok dan cara mengatasinya.
Bagi pihak luar, catatan ini juga bermanfaat untuk mengetahui persoalan yang pernah dibicarakan di dalam kelompok sehingga dapat membantu pihak luar dalam memberikan bimbingan selanjutnya.
Hasil pertemuan dicatat secara garis besar ataupun kesimpulan yang menurut anggota dianggap penting, tidak perlu semua kalimat/ perkataan yang disampaikan semua peserta dicatat sebagai hasil pertemuan.
5.            Buku Produktivitas dan Hasil Produksi
Buku produktivitas dan hasil produksi adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala hasil tingkat produktivitas panenan dan produksi usahatani seluruh komoditi yang diusahakan para petani yang dilaksanakan di wilayah kelompok tersebut, misalnya produktivitas dan produksi usahatani padi sawah, palawija, hortikultura maupun komoditi peternakan.
Dokumen-dokumen tersebut bermanfaat bagi kelompok untuk mengingat kembali pengalaman-pengalaman tentang grafik fluktuasi tingkat produktivitas dan produksi berbagai komoditi dari musim ke musim.
6.            Buku Agenda Surat Masuk dan Surat Keluar
Buku agenda surat masuk dan surat keluar  adalah dokumen tertulis yang berisi catatan tentang surat-surat yang dibuat kelompok untuk para anggota maupun pihak luar serta surat-surat yang diterima kelompok dari pihak-pihak luar yang pernah dikirim ke kelompok.
7.            Buku Ekspedisi
Buku ekspedisi adalah dokumen tertulis yang memuat tentang bukti pengiriman dokumen seperti surat maupun dokumen/ barang lainnya yang dikirim kepada para anggota maupun kepada pihak-pihak luar.
8.            Buku Kepemilikan Sarana/ Prasarana Anggota
Buku kepemilikan sarana/ prasarana anggota adalah dokumen tertulis yang berisi tentang jenis-jenis sarana dan prasarana pertanian seperti alat-alat dan mesin pertanian yang dimiliki anggota kelompok.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui nama-nama anggota yang memiliki alat-alat dan mesin pertanian sehingga dapat direkapitulasi jumlah saana dan prasarana pertanian di kelompok tersebut.
9.            Buku Luas Lahan Garapan
Buku luas lahan garapan dan usahatani anggota adalah dokumen tertulis yang berisi tentang luasan areal lahan garapan anggota kelompok berupa lahan darat pekarangan, tegalan, kebun serta jenis-jenis usahatani yang dijalankan para anggota .
Buku ini berguna untuk mengetahui luasan areal garapan dan jenis usahatani anggota sehingga kelompok dapat mengklasifikasi anggotanya berdasarkan jenis usahatani para anggota.
10.          Buku Pengurus
Buku pengurus adalah dokumen tertulis yang berisi tentang biodata setiap petani yang menjadi pengurus kelompok.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui nama-nama pengurus di setiap periode kepengurusan yang disepakati.

11.          Buku Daftar Hadir
Buku daftar hadir adalah dokumen tertulis yang berisi kehadiran setiap petani yang menjadi anggota kelompok dalam setiap kali kelompok mengadakan kegiatan.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui nama-nama anggota yang menghadiri berbagai kegiatan kelompok.

D.   Administrasi Keuangan
Administrasi Keuangan adalah segala catatan yang dilakukan oleh kelompok berkaitan dengan keuangan kelompok, selain buku-buku administrasi kegiatan kelompok. Beberapa perangkat administrasi keuangan yang diperlukan kelompok antara lain :
1.    Buku Kas
Buku kas adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok yang menyangkut keluar masuknya keuangan kelompok.
Biasanya format buku berisikan tentang tanggal dan bulan pelaksanaan, nomor bukti kas, uraian penerimaan maupun pengeluaran uang dan saldo kas.
2.    Buku Iuran Anggota
Buku iuran anggota adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang masuknya iuran dalam bentuk uang tunai maupun natura kedalam kas kelompok. Besar kecilnya iuran ditentukan berdasarkan keputusan musyawarah anggota kelompok. Iuran anggota adalah penting artinya bagi kelangsungan organisasi Kelompok Tani karena dapat digunakan untuk membiayai semua kegiatan kelompok.
3.    Buku Tabungan Anggota
Buku tabungan anggota adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang masuknya tabungan dalam bentuk uang tunai maupun natura kedalam kas kelompok. Besar kecilnya iuran ditentukan berdasarkan keputusan musyawarah serta kesanggupan anggota kelompok untuk menyisihkan sebagian hasil usahataninya sebagai tabungan anggota yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali. Tabungan anggota dapat berupa tabungan lebaran atau yang diperuntukan bagi keperluan anak sekolah.
4.    Buku Inventaris
Buku inventaris adalah dokumen tertulis yang berisi tentang jenis barang, sarana dan prasarana pertanian seperti alat-alat dan mesin pertanian yang dimiliki kelompok baik yang berasal dari pembelian yang dilakukan oleh Kelompok Tani maupun dari bantuan pemerintah.
Buku ini bermanfaat untuk mengetahui alat-alat dan mesin pertanian yang dimiliki oleh Kelompok Tani.
5.    Buku Penjualan
Buku penjualan  adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan penjualan hasil produksi usahatani yang dihasilkan Kelompok Tani yang dilaksanakan oleh anggota kelompok.
Buku penjualan akan bermanfaat untuk mengetahui perkembangan penjualan hasil produksi usahatani, termasuk perkembangan harga jual tiap-tiap komoditi usahatani yang dijual.
6.    Buku Pembelian
Buku pembelian  adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan pengeluaran uang yang dipergunakan untuk membeli barang berupa alat dan mesin pertanian serta bahan baku usahatani berupa sarana prduksi pertanian seperti pupuk, pestisida dsb.

E.    Perangkat Kelengkapan Administrasi Lainnya
Selain buku-buku dan dokumen penting lain yang harus dimiliki Kelompok Tani, Kelompok Tani yang kuat dan sudah maju diharapkan juga memiliki perangkat kelengkapan administrasi lainnya, yakni berupa :
1.    Sekretariat Kelompok Tani
2.    Papan Nama (Plank) Kelompok Tani
3.    Stempel Kelompok Tani
4.    Arsip Surat Masuk dan Surat Keluar
5.    Arsip Dokumen Berita Acara Pembentukan Kelompok Tani
6.    Arsip Dokumen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kelompok Tani
7.    Arsip Dokumen Berita Acara Benah Kelompok Tani
8.    Rencana Kerja Kelompok atau Rencana Definitif Kelompok Tani (RDK)
9.    Rencana Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK)
10.  Rencana Usaha Anggota (RUA)
11.  Arsip Dokumen Biodata Anggota Kelompok Tani
12.  Dokumen berupa papan data (Monografi)  Kelompok Tani
13.  Peta Wilayah Kelompok Tani

BUKU TAMU
NO.
HARI TANGGAL
NAMA
INSTANSI / ALAMAT
JABATAN
MAKSUD TUJUAN
KESAN / PESAN
TANDA TANGAN
1
2
3
4
5
6
7
8









BUKU DAFTAR ANGGOTA
NO.
NAMA
TGL LAHIR / UMUR
L/P
PEKERJAAN
ALAMAT
TGL. MASUK ANGGOTA
TTD
1
2
3
4
5
6
7
8









BUKU SUSUNAN PENGURUS

PERIODE TAHUN ....... SAMPAI DENGAN .........
NO.
NAMA
TGL LAHIR
L/P
PEKERJAAN
ALAMAT
JABATAN
TGL DIANGKAT
BERHENTI
TGL
ALASAN
TTD
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11













BUKU NOTULEN RAPAT
NO.
HARI
/ TGL
TEMPAT
POKOK BAHASAN / AGENDA RAPAT
PESERTA
JML PESERTA
HASIL KESEPAKATAN
1
2
3
4
5
6
7
 
 
 







BUKU SARAN-SARAN ANGGOTA
NO.
TGL
NAMA ANGGOTA
ALAMAT
PEKERJAAN
SARAN-SARAN
TTD ANGGOTA
PENGURUS
TANGGAPAN
TTD
1
2
3
4
5
6
7
8
9










BUKU DAFTAR HADIR
( ........JENIS KEGIATAN...........)
NO.
NAMA
ALAMAT
JABATAN
DI POKTAN
TANDA
TANGAN
1
2
3
4
5
 
 
 





BUKU AGENDA SURAT
S U R A T M A S U K
S U R A T K E L U A R
NO.
HARI / TANGGAL
ALAMAT
PENGIRIM
PRIHAL
NO.
HARI / TANGGAL
ALAMAT/TUJUAN
PRIHAL








BUKU EKSPEDISI
NO.
TGL PENGIRIMAN
NO SURAT
ALAMAT
PRIHAL
T. TANGAN
KETERANGAN
1
2
3
4
5
6
7







BUKU KEGIATAN
NO.
HARI TANGGAL
RENCANA KEGIATAN
HASIL PELAKSANAAN
1
2
3
4
 
 
 



BUKU KAS
BULAN : ............ TAHUN : ................
NO.
HARI
/ TANGGAL
 
URAIAN
KETERANGAN
PENERIMAAN
PENGELUARAN
SISA
 
 
 





BUKU INVENTARIS
NO.
NAMA BARANG
JUMLAH (UNIT)
PERKIRAAN NILAI
(HARGA RP.)
KEADAAN
KETERANGAN
BAIK
RUSAK







BUKU ANJURAN INSTANSI LAIN
NO.
TGL
NAMA
JABATAN
INSTANSI/
ALAMAT
ANJURAN
TTD


1
2
3
4
5
6
7











Pemerintah Nagari Koto Gadang Perkuat Kelembagaan Tani

Rabu (4/2) Pemerintahan Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam melaksanakan pembinaan Kelompok Tani dan Perkumpulan Petani Pem...