Selasa, 25 September 2012

BP4K2P Agam : Bantu Tingkatkan Pengetahuan Petani


Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berupaya pengembangkan wawasan  melalui program kegiatan ketahanan pangan, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan para petani dan kelompok tani diwilayah itu.

"Salah satunya melalui program kegiatan Dinas Pertanian dalam Pengembangan Ketahanan Pangan (P2KP) yang berjumlah 16 unit  diperuntukan kepada para petani di 16 kecamatan," kata Kepala BP4K2P Agam Helios Rynondeva pada reporter Agam Media Center, Selasa (25/9).

Menurutnya, kegiatan ketahanan pangan yang dilaksanakan tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan para petani.

Selain itu, pihaknya juga membantu petani dan kelompok tani, melakukan penyuluhan usia dini untuk Sekolah  Dasar  (SD) dan Madrasah Itidayah (MI).

Sedangkan, untuk kegiatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) berjumlah sebanyak lima unit yang berlokasi di lima kecamatan untuk lima nagari.

Sementara itu, pihaknya juga memprogramkan lumbung pangan untuk ketahanan pangan di empat kecamatan  untuk empat nagari.

"Semua kegiatan ini didampinggi oleh PPL," tambahnya.

Pihaknya berharap dengan adanya tenaga PPL pendamping dapat membantu para petani dan kelompok tani setempat dalam melaksanakan program peningkatan pembangunan di wilayah tersebut.

Sumber : Bagian Humas Setda Agam

Jumat, 21 September 2012

BP4K2P Agam Terus Optimalkan Tenaga Penyuluh


Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, terus optimalkan tenaga penyuluh dalam menerapkan kegiatan dilapangan ke para petani.

"Kami terus mengoptimalkan tenaga penyuluh demi melakukan pembinaan kepada petani," kata Kepala BP4K2P Kabupaten Agam, ir. Helios Rynondeva, kepada Reporter Agam Media Center, Jumat (20/9).

Kata dia, saat ini sebanyak 151 tenaga penyuluh yang tersebar di 82 nagari di 16 kecamatan. Dengan jumlah 151 penyuluh pihaknya masih kesulitan memberikan informasi terkait teknologi pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan ke petani karena luasnya daerah.

Dari 151 orang petugas penyuluh tersebut, sebanyak 110 orang yang berasal dari PNS dan 41 orang berasal tenaga honorer.

Untuk mengatasi ini, pihaknya akan mengusulkan penambahan pegawai penyuluh tersebut.

Sumber :Bagian Humas Setda Agam

Jumat, 17 Agustus 2012

Wilayah Jorong Kampuang Ateh, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, KAbupaten Agam

dari Wikimap :
 
Jorong yang mempunyai keadaan wilayah paling bergelombang diantara jorong lain di Nagari Sungai Landia
Coordinates:   -0°18'46"N   100°17'37"E 
 
Sumber : Wikimap

Kamis, 16 Agustus 2012

Selasa, 07 Agustus 2012

Agribisnis dan Subsistemnya


Pada dasarnya agribisnis merupakan suatu sistem dimana sistem tersebut dapat didefinisikan sebagai sekumpulan unsur-unsur (subsistem-subsistem ) yang saling berhubungan melalui berbagai bentuk interaksi dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang tedrtentu. Karakteristik atau ciri-ciri suatu sistem sendiri adalah sebagai berikut :
1. Terdiri atas unsur-unsur/komponen-komponen/subsistem-subsistem yang membentuk satu kesatuan.
2.   Ada tujuan dan saling ketergantungan antara subsistem.
3.     Ada interaksi antar subsistem.
4.  Mengandung mekanisme, kadang-kadang disebut juga sebagai transformasi.


Ada lingkungan yang mengakibatkan dinamika sistem (cuaca, lingkungan ekonomi, sosial-budaya, hukum dan politik, perkembangan teknologi, persaingan, kekuatan eksternal lainnya). 

Pengertian agribisnis sebagai suatu sistem dikemukakan  oleh pencetus agribisnis, yaitu Davis dan Goldberg (1957) sebagai berikut :
"Agribusiness is the sum total of all operations involved in the manufacture and distribution of farm supplies; production activities on the farm; and the storage, processing and distribution of farm comodities and items made form them" (Agribisnis adalah jumlah total dari seluruh kegiatan yang melibatkan pembuatan dan penyaluran sarana usahatani; kegiatan produksi di unit usahatani; penyimpanan, pengolahan dan distribusi komoditas usahatani dan berbagai produk yang dibuat darinya).



Berikut ini kami sajikan secara singkat masing-masing subsistem agribisnis ini dari hulu sampai hilir :

1.    Subsistem Pasokan Input  
Subsistem pasokan input atau sektor masukan ini adalah mewadahi semua pengusaha, baik skala kecil, menengah maupun besar yang menyediakan atau memasok input bagi para petani di subsistem usahatani (on-farm atau agro-production). Mereka adalah para pemasok benih/bibit tanaman, ternak dan ikan; produsen pupuk, pestisida, makanan ternak/ikan, alat dan mesin pertanian, vaksin hewan, bahan bakar; para pemasok tenaga kerja (hewan dan manusia) dan sektor pembiayaan misalnya Bank Pertanian, koperasi kredit, dan sebagainya. Subsistem pemasok input mempunyai peranan penting dalam meningkatkan efisiensi usahatani (penggunaan mesin­-mesin pertanian yang dapat menghemat pemakaian tenaga kerja manusia, terutama di daerah kekurangan penduduk) dan produktivitas hasil (penggunaan bibit unggul dan pupuk buatan), serta perluasan usahatani (melalui peminjaman modal dari lembaga pembiayaan usahatani). Di AS misalnya, pada tahun 1986 para petani membeli sekitar 70 persen dari semua input yang mereka gunakan dalam proses produksi di tingkat usahatani. Di Indonesia angka tersebut mungkin tidak jauh berbeda khususnya untuk para petani modern (petani berdasi) dan usahatani dalam bentuk perkebunan (estate), tetapi mungkin lebih rendah untuk petani kecil atau petani pada umumnya. Karena itu, sektor input yang efisien, yang mampu memasok input dalam jumlah dan waktu yang tepat merupakan fakta penentu untuk meningkatkan atau paling tidak mempertahankan peningkatan efisiensi produksi yang telah dicapai pada saat sebelumnya. Di Indonesia, para petani tidak jarang menghadapi kesulitan dalam memperoleh input utama seperti pupuk, pakan, pestisida/obat-obatan veteriner dan kredit usahatani yang menyebabkan tidak optimalnya hasil dan pendapatan yang diperoleh petani. Pupuk dan pestisida adakalanya sulit diperoleh pada tempat dan waktu yang dibutuhkan dan pencairan kredit yang datangnya terlambat.Di Indonesia institusi pemerintah yang bertanggung jawab untuk memajukan sektor ini terdiri atas: Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Departemen Keuangan dan mungkin juga Departemen Koperasi dan UKM.
2. Subsistem Usahatani
 Ini adalah sektor pusat (inti) dalam agribisnis. Apabila ukuran, tingkat output, dan efisiensi sektor ini meningkat pesat, sektor lain (off-farm) juga akan ikut berkembang baik. Baik buruknya keadaan sektor ini akan berdampak langsung terhadap situasi keuangan sektor hulu (sektor input) dan sektor hilir (pengolahan dan distribusi/pemasaran). Di Indonesia subsistem ini barangkali yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Di sini berhimpun jutaan petani kecil/gurem, ribuan petani menengah dan ratusan petani skala besar. Di Indonesia tugas untuk memajukan subsistem ini berada di bawah tanggung jawab beberapa departemen yaitu: Departemen Pertanian (komoditas pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan), Departemen Kehutanan (tanaman hutan, lebah madu) dan Departemen Kelautan dan Perikanan (hasil laut dan ikan). Dalam sistem agribisnis, subsistem inilah barangkali yang kinerjanya belum begitu memuaskan (bahkan mungkin yang paling rendah) dibandingkan tiga subsistem yang lainnya.

3. Subsistem Pasca Panen.
Sektor ini bertanggung jawab atas pengubahan bentuk bahan baku yang dihasilkan sektor usahatani menjadi produk konsumsi akhir pada tingkat pengecer. Di AS inilah sektor terbesar di antara subsistem yang lainnya. Di Indonesia sektor ini mungkin nomor dua terbesar, setelah sektor usahatani. Sektor ini rnenghasilkan nilai tambah paling besar dibandingkan subsistem lainnya. lndustri pangan olahan, jamu dan kosmetika, serta industri tekstil di Indonesia banyak dikuasai dan dikendalikan oleh beberapa perusahaan besar baik perusahaan domestik maupun perusahaan asing/multinasional. Karena menghasilkan nilai tambah terbesar maka sektor ini diyakini dapat menjadi sektor penarik bagi sektor usahatani. Maka prioritas pengembangan sektor industri di Indonesia pada saat ini kiranya lebih tepat pada pembenahan sektor agroindustri ini, bukan pada sektor industri hi-tech seperti pesawat terbang, elektronika dan semacamnva.

2.    Subsistem Distribusi dan Pemasaran.
Distribusi dan pemasaran produk agribisnis yang efisien perlu diciptakan. Para pelaku di sektor distribusi dan pemasaran melibatkan para pedagang besar dan pedagang eceran. Para pedagang besar produk primer membeli produk dari pedagang pengumpul atau langsung dari para petani dan menjualnya kembali kepada para pedagang eceran atau kepada perusahaan agroindustri. Untuk pemasaran produk-produk olahan banyak melibatkan para pedagang besar dan ribuan atau bahkan jutaan pedagang eceran di Indonesia usaha di sektor distribusi ini banyak menyediakan lapangan kerja.

Selasa, 05 Juni 2012

Fungsi Hara Makro dan Mikro pada Tanaman

by : ICHSAN KURNIAWAN

Tanaman sangat membutuhkan hara dalam pertumbuhan dan perkembangan baik pada masa generatif maupun masa vegetatif. Secara umum ada dua macam unsur hara yakni hara mikro dan hara makro.

Apa fungsi hara makro dan mikro pada tanaman. Lalu unsur-unsur dan zat apa saja yang sebenarnya tergolong pada mikro dan makro tersebut?. Berikut gambaran penggolongan dan fungsi-fungsi beberapa unsur hara esensial yang dibutuhkan tanaman seperti kami sajikan pada tabel di bawah ini. Semoga bermanfaat.


No
Unsur
Manfaat

Unsur Makro

1
Nitrogen (N)
Penambahan dan pembesaran sel tanaman
2
Phospor (P)
Membentuk tenaga dan pembuahan
3
Kalium (K)
Ketahanan terhadap penyakit dan penyerapan air
4
Kalsium (Ca)
Penyusun dinding sel, mencegah kerebahan
5
Magnesium (Mg)
Penyusun hijau daun
6
Belerang/Sulfur (S)
Menyusun senyawa untuk metabolisme
7
Hidrogen (H)
Menyusun kerangka tanaman
8
Oksigen (O)
Menyusun kerangka tanaman
9
Karbon (C)
Menyusun kerangka tanaman

Unsur Mikro

10
Besi (Fe)
Penyusun senyawa untuk metabolisme
11
Klor (Cl)
Mengaktifkan fungsi senyawa metabolisme
12
Molibdenum (Mo)
Mencegah kekeringan daun dan kematian pucuk
13
Tembaga (Cu)
Mencegah kematian pucuk
14
Seng (Zn)
Ketahanan daun agar tak gugur
15
Mangan (Mn)
Mencegah bercak daun
16
Boron (Bo)
Mencegah penggulungan daun

Pemerintah Nagari Koto Gadang Perkuat Kelembagaan Tani

Rabu (4/2) Pemerintahan Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam melaksanakan pembinaan Kelompok Tani dan Perkumpulan Petani Pem...