Menteri Pertanian Suswono mepaparkan tantangan dalam pembangunan
pertanian ke depan yang tidaklah mudah dan sangat dipengaruhi kondisi
perekonomian nasional yang belum menggembirakan.
Selain itu,
Saat ini pemerintah sedang melaksanakan penghematan anggaran,
direncanakan pemotongan anggaran Kementerian Pertanian sebesar Rp. 1,44
Trilyun pada tahun 2013. Sementara itu, berdasarkan pagu indikatif tahun
2014 anggaran Kementerian Pertanian juga mengalami penurunan yang cukup
besar (17,6%) dibandingkan tahun 2013, dimana pada pagu indikatif
tahun 2014 anggaran pembangunan pertanian ditetapkan sebesar Rp 15,40
Trilyun.
Di hadapan 1.239 orang peserta Musrenbangtan Tahun 2013,
Mentan menyampaikan arahan kebijakan dan program Kementan tahun 2014.
Dengan kondisi keterbatasan yang ada, agar dalam merancang kegiatan
tahun 2014, kita dituntut untuk lebih fokus dan memprioritaskan pada
pencapaian target-target nasional, yaitu: (1) penuhi kebutuhan program
untuk pencapaian swasembada padi, jagung, kedelai, tebu dan sapi; (2)
arahkan untuk pencapaian percepatan diversifikasi pangan, peningkatan
nilai tambah, daya saing dan ekspor; (3) jangan kurangi sasaran
Prioritas Nasional 2014 antara lain kegiatan SL-PTT, SRI, cetak sawah,
optimasi lahan, pengembangan irigasi, perluasan areal kedelai, bongkar
dan rawat ratoon tebu; dan (4) tetap mendukung program tematik nasional
seperti kegiatan pengembangan Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular;
pengembangan koridor ekonomi; percepatan pengentasan kemiskinan,
pencapaian target MDG’s; pembangunan daerah tertinggal dan wilayah
perbatasan, serta percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat.
Link Sumber : Perencanaan Setjen Deptan
Selamat datang di Dangau Petani Kreatif. Blog ini berisikan informasi kreatif seputar pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan dan Ketahanan Pangan. Semoga materi blog ini memberikan manfaat bagi kita semua. Aamiin Yaa Rabbal 'alamin.
Jumat, 28 Maret 2014
Kamis, 27 Maret 2014
PERAN KELOMPOKTANI/GAPOKTAN DALAM PENGEMBANGAN LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT
Untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan akan pangan bagi seluruh penduduk
di suatu wilayah, maka ketersediaan pangan menjadi sasaran utama dalam
kebijakan pangan bagi pemerintahan suatu negara. Ketersediaan pangan
tersebut dapat dipenuhi dari tiga sumber, yaitu: (1) produksi dalam
negeri; (2) pemasukan pangan; dan (3) cadangan pangan. Bila terjadi
kondisi rawan pangan yaitu kesenjangan antara produksi dengan kebutuhan
pangan di suatu wilayah dapat diatasi dengan melepas cadangan pangan,
oleh sebab itu cadangan pangan merupakan salah satu komponen penting
dalam ketersediaan pangan.
Pemberdayaan dan perlindungan masyarakat dari kerawanan pangan dilakukan melalui upaya Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat, yaitu dengan memfasilitasi pembangunan fisik lumbung, pengisian cadangan pangan dan penguatan kelembagaan kelompoktani/gapoktan (gabungan kelompoktani).
Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan volume stok cadangan pangan di kelompok lumbung pangan untuk menjamin akses dan kecukupan pangan bagi anggotanya terutama yang mengalami kerawanan pangan; (2) meningkatkan kemampuan pengurus dan anggota kelompok dalam pengelolaan cadangan pangan; (3) meningkatkan fungsi kelembagaan cadangan pangan masyarakat dalam penyediaan pangan secara optimal dan berkelanjutan.
Upaya Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat dilaksanakan melalui : (1) pemberdayaan kelompoktani/gapoktan untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia dalam pengelolaan cadangan pangan; (2) optimalisasi sumberdaya yang tersedia; dan (3) penguatan kapasitas kelembagaannya. Dengan pemberdayaan tersebut diharapkan dapat dikembangkan cadangan pangan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
Organisasi dan pembinaan
Pengorganisasian dan pembinaan Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat dilaksanakan mulai dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten yang berada di bawah koordinasi Badan Ketahanan Pangan/instansi yang menangani ketahanan pangan.
Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat dilakukan selama tiga tahun melalui 3 (tiga) tahapan, yaitu tahap penumbuhan, tahap pengembangan, dan tahap kemandirian.
Tahap Penumbuhan, mencakup kegiatan : (1) identifikasi desa dan kelompoktani (2) Sosialisasi; (3) seleksi (4) penetapan; (5) pembangunan fisik lumbung yang difasilitasi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pertanian yang dibangun di atas lahan milik kelompok atau lahan yang sudah dihibahkan kepada kelompok. (6) inventarisasi.
Tahap pengembangan, mencakup kegiatan: (1) verifikasi; (2) penetapan lokasi dan kelompoktani ; (3) sosialisasi kegiatan; (4) pelatihan; (5) penyusunan RUK ( Rencana Usaha kelompok); (6) penyaluran Dana Bantuan Sosia untuk pengisian cadangan pangan; (7) pengisian cadangan pangan; (8) penguatan kelembagaan kelompoktani; (9) penguatan cadangan pangan; (10) pembinaaan.
Tahap Kemandirian, mencakup kegiatan: (1) penyaluran dana Bantuan Sosial untuk penguatan modal; (2) pemantapan kelembagaan lumbung pangan; (3) pemantapan cadangan pangan;(4) pelatihan dalam rangka menunjang keberlanjutan; (5) pendampingan
Pelaksanaan
Kelompoktani/gapoktan sebagai pelaksana pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) melaksanakan pertemuan rutin kelompok secara berkala dan terjadwal, minimal satu bulan sekali, dengan membuat daftar hadir peserta rapat dan notulen rapat; (2) membuat aturan dan sanksi tertulis yang disepakati dan mengikat seluruh anggota kelompok sebagai organisasi kelembagaan lumbung pangan yang dituangkan dalam AD/ART; (3) menyusun RUK dan rencana pelaksanaan kegiatan secara musyawarah mufakat yang melibatkan seluruh anggota; (4) melaksanakan seluruh kegiatan secara swakelola dan swadaya masyarakat dalam pengadaan cadangan pangan. Dalam pembelian cadangan pangan gabah/beras/pangan spesifik lain dapat bersumber dari hasil panen anggotanya atau desa sekitarnya; (5) melakukan pengembangan cadangan pangan melalui iuran kelompok yang besarnya disepakati oleh kelompok; (6) membangun kerja sama pengelolaan lumbung pangan yang transparan dan akuntabel antara pengurus dan anggotanya; (7) memanfaatkan dana bantuan Sosial sesuai dengan RUK yang telah disepakati dan disetujui oleh kabupaten/provinsi dan dana bantuan sosial tersebut tidak dapat dialokasikan untuk kegiatan lainnya. Dana Bantuan Sosial yang belum dimanfaatkan harus tersimpan di rekening kelompok, bukan di rekening salah satu pengurus kelompok; (8) melakukan pengelolaan dan pengembangan cadangan pangan dengan aturan yang jelas dan tertulis termasuk besaran jasa pinjaman diatur sesuai dengan kesepakatan kelompok; (9) memiliki cadangan pangan yang selalu tersedia sepanjang tahun dalam lumbung kelompok sebagai iron stock. Jumlah/volume iron stock merupakan hasil perhitungan banyaknya jumlah anggota dan keluarganya dikalikan dengan kebutuhan konsumsi pangan selama 3 (tiga) bulan. Apabila iron stock sudah terpenuhi, pangan selebihnya dapat dikelola oleh kelompok untuk mendukung keperluan operasional pengelolaan lumbung. Kegiatan tersebut dapat berupa pelayanan simpan-pinjam atau jasa lain yang diatur dalam kesepakatan kelompok; (10) melakukan penggantian dan penyegaran cadangan pangan secara periodik sesuai dengan daya tahan simpan (beras mempunyai daya tahan simpan 3 bulan tanpa perlakuan sedangkan gabah mempunyai daya tahan simpan mencapai 1 (satu) tahun setelah dilakukan pengeringan dengan kadar air 14 - 18 %); (11) melakukan peningkatan kemampuan manajemen kelompok; (12) melakukan pencatatan dan pembukuan secara baik, rapi dan teratur, baik pembukuan keuangan maupun pembukuan arus keluar masuk cadangan pangan; (13) melaporkan kondisi cadangan pangan ke kabupaten/kota secara rutin setiap bulan
Sumber: Peraturan Menteri Pertanian nomor : 15/permentan/ot.140/2/2013 tentang pedoman pengembangan lumbung pangan masyarakat
Penulis : Marwati (Penyuluh, Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP, Kementan)
Pemberdayaan dan perlindungan masyarakat dari kerawanan pangan dilakukan melalui upaya Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat, yaitu dengan memfasilitasi pembangunan fisik lumbung, pengisian cadangan pangan dan penguatan kelembagaan kelompoktani/gapoktan (gabungan kelompoktani).
Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan volume stok cadangan pangan di kelompok lumbung pangan untuk menjamin akses dan kecukupan pangan bagi anggotanya terutama yang mengalami kerawanan pangan; (2) meningkatkan kemampuan pengurus dan anggota kelompok dalam pengelolaan cadangan pangan; (3) meningkatkan fungsi kelembagaan cadangan pangan masyarakat dalam penyediaan pangan secara optimal dan berkelanjutan.
Upaya Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat dilaksanakan melalui : (1) pemberdayaan kelompoktani/gapoktan untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia dalam pengelolaan cadangan pangan; (2) optimalisasi sumberdaya yang tersedia; dan (3) penguatan kapasitas kelembagaannya. Dengan pemberdayaan tersebut diharapkan dapat dikembangkan cadangan pangan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
Organisasi dan pembinaan
Pengorganisasian dan pembinaan Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat dilaksanakan mulai dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten yang berada di bawah koordinasi Badan Ketahanan Pangan/instansi yang menangani ketahanan pangan.
Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat dilakukan selama tiga tahun melalui 3 (tiga) tahapan, yaitu tahap penumbuhan, tahap pengembangan, dan tahap kemandirian.
Tahap Penumbuhan, mencakup kegiatan : (1) identifikasi desa dan kelompoktani (2) Sosialisasi; (3) seleksi (4) penetapan; (5) pembangunan fisik lumbung yang difasilitasi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pertanian yang dibangun di atas lahan milik kelompok atau lahan yang sudah dihibahkan kepada kelompok. (6) inventarisasi.
Tahap pengembangan, mencakup kegiatan: (1) verifikasi; (2) penetapan lokasi dan kelompoktani ; (3) sosialisasi kegiatan; (4) pelatihan; (5) penyusunan RUK ( Rencana Usaha kelompok); (6) penyaluran Dana Bantuan Sosia untuk pengisian cadangan pangan; (7) pengisian cadangan pangan; (8) penguatan kelembagaan kelompoktani; (9) penguatan cadangan pangan; (10) pembinaaan.
Tahap Kemandirian, mencakup kegiatan: (1) penyaluran dana Bantuan Sosial untuk penguatan modal; (2) pemantapan kelembagaan lumbung pangan; (3) pemantapan cadangan pangan;(4) pelatihan dalam rangka menunjang keberlanjutan; (5) pendampingan
(Dok. Penyuluhan oleh Ichsan Kurniawan,SP pada Keltan Napa di Daerah Perbukitan Kampuang Baruah)
Pelaksanaan
Kelompoktani/gapoktan sebagai pelaksana pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) melaksanakan pertemuan rutin kelompok secara berkala dan terjadwal, minimal satu bulan sekali, dengan membuat daftar hadir peserta rapat dan notulen rapat; (2) membuat aturan dan sanksi tertulis yang disepakati dan mengikat seluruh anggota kelompok sebagai organisasi kelembagaan lumbung pangan yang dituangkan dalam AD/ART; (3) menyusun RUK dan rencana pelaksanaan kegiatan secara musyawarah mufakat yang melibatkan seluruh anggota; (4) melaksanakan seluruh kegiatan secara swakelola dan swadaya masyarakat dalam pengadaan cadangan pangan. Dalam pembelian cadangan pangan gabah/beras/pangan spesifik lain dapat bersumber dari hasil panen anggotanya atau desa sekitarnya; (5) melakukan pengembangan cadangan pangan melalui iuran kelompok yang besarnya disepakati oleh kelompok; (6) membangun kerja sama pengelolaan lumbung pangan yang transparan dan akuntabel antara pengurus dan anggotanya; (7) memanfaatkan dana bantuan Sosial sesuai dengan RUK yang telah disepakati dan disetujui oleh kabupaten/provinsi dan dana bantuan sosial tersebut tidak dapat dialokasikan untuk kegiatan lainnya. Dana Bantuan Sosial yang belum dimanfaatkan harus tersimpan di rekening kelompok, bukan di rekening salah satu pengurus kelompok; (8) melakukan pengelolaan dan pengembangan cadangan pangan dengan aturan yang jelas dan tertulis termasuk besaran jasa pinjaman diatur sesuai dengan kesepakatan kelompok; (9) memiliki cadangan pangan yang selalu tersedia sepanjang tahun dalam lumbung kelompok sebagai iron stock. Jumlah/volume iron stock merupakan hasil perhitungan banyaknya jumlah anggota dan keluarganya dikalikan dengan kebutuhan konsumsi pangan selama 3 (tiga) bulan. Apabila iron stock sudah terpenuhi, pangan selebihnya dapat dikelola oleh kelompok untuk mendukung keperluan operasional pengelolaan lumbung. Kegiatan tersebut dapat berupa pelayanan simpan-pinjam atau jasa lain yang diatur dalam kesepakatan kelompok; (10) melakukan penggantian dan penyegaran cadangan pangan secara periodik sesuai dengan daya tahan simpan (beras mempunyai daya tahan simpan 3 bulan tanpa perlakuan sedangkan gabah mempunyai daya tahan simpan mencapai 1 (satu) tahun setelah dilakukan pengeringan dengan kadar air 14 - 18 %); (11) melakukan peningkatan kemampuan manajemen kelompok; (12) melakukan pencatatan dan pembukuan secara baik, rapi dan teratur, baik pembukuan keuangan maupun pembukuan arus keluar masuk cadangan pangan; (13) melaporkan kondisi cadangan pangan ke kabupaten/kota secara rutin setiap bulan
Sumber: Peraturan Menteri Pertanian nomor : 15/permentan/ot.140/2/2013 tentang pedoman pengembangan lumbung pangan masyarakat
Penulis : Marwati (Penyuluh, Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP, Kementan)
Sumber Link : Cyber Extention
Selasa, 04 Februari 2014
Teknik Perbanyakan Tanaman secara Vegetatif (Part 1 : Stek dan Cangkok)
By : ICHSAN KURNIAWAN,SP
1)
Stek
Stek adalah salah satu teknik
perbanyakan vegetatif yang tekniknya dilakukan melalui pemotongan organ-organ
tanaman misalnya akar, batang, maupun daun. Teknik ini cukup lumrah dilakukan
dalam pebanyakan secara vegetatif. Teknik ini juga disebut cutting.
Dalam teknik ini, bagian tanaman
yang dipotong yang distek, salah satu organ tanaman dipotong dan ditanam pada
media pertanamanbeberapa komoditi yang cukup sering distek yakni yang tergolong
hortikultura (buah-buahan dan bunga-bungaan) misalnya anggur (Vitis
vinivera), markisa (Passiflora edulis), jeruk nipis (Citrus
aurantifolia), apel (Malus sylvestris), vanili (Vanila
planifolia), boungenville dan lain-lain.
Tahapan teknik yang dilakukan dalam stek tanaman ini adalah :
1)
kita tentu harus menyiapkan
tempat/ wadah persemaian
2)
mengisi wadah dengan media berupa tanah
atau campuran pasir dan humus dengan perbandingan 2:1 atau 3 : 1.
3)
Menentukan bagian tanaman yang
akan distek (seperti telah dijelaskan di atas, misal batang, akar atau daun)
4)
Pemilihan organ tentu dilakukan
dengan memilih bagian organ misalnya cabang taniman yang bebas dari penyakit.
5)
potong cabang yang telah ditentukan
tadi panjangnya berkisar 10-20 cm tergantung panjang ruasnya dan dapat
disertakan dengan helaian daun pada ruas yang tidak terlalu banyak jumlahnya. Potongan
bagian bawah diruncingkandemi memperluas tempat tumbuhnya akar.
6) potongan-potongan atau ruas tanaman tadi sudah dapat ditancapkan pada wadah
persemaian yang telah disediakan tadi dan wadah tersebut dapatditutup dengan
plastik bening demi menjaga kelembaban di sekitar persemaian.
2).
Cangkok
Teknik cangkok (layerage) atau ada
juga yang menyebut air layerage
dilakukan untuk memperbanyak umumnya tanaman buah dan hias. Tanaman yang biasa
dicangkok umumnya tidak dapat/ sulit dilakukan dengan stek atau perbanyakan
generatif karena faktor kondisi percabangan atau faktor lain yang membuat
tanaman tersebut sulit untuk distek misalnya seperti mangga (Mangifera
indica), sukun (Artocarpus communis), alpukat (Persea
americana) dan lain-lain.
Teknik cangkok dapat dilakukan melalui step berikut:1) Seperti teknik perbanyakan vegetatif lain tujuannya yakni mendapatkan sifat unggul suatu tanaman misal rasa manis atau buah besar/ lebat, maka yang pertama dilakukan adalah memilih tanaman yang tentu memiliki sifatkhas/ unggul
2) Memilih cabang yang masih sehat dan tidak terlalu tua.
3) Buatlah keratan dengan panjang antara 3-5 cm tergantung besarnya diameter cabang. Keratan ini diharapkan untuk dapat melepaskan lapisan kambium yang melekat pada cabang.
4) Lepaslah kambium dan kemudian tutup bagian cabang tersebut dengan media yang berupa bubuk sabut kelapa yang telah disiapkan sebagai wadah dengan isi media tanam berupa campuran pupuk kandang/ kompos
6) Rungkus media c.rngkokan dengan sabut kelapa, ijuk, atau plastic yang dilubangi.
7) Basahilah cangkokan tersgb11t1ia p hari dengan air agar tetap lembab.
8) Biarkan beberapa n'aktu l.rmanva sampai terlihat adanya pertumbuhan akar di sekitar tanah penutup luka cabang tanamin yang dicangkok tersebut.
9) Potonglah cabang tadi di sebelah barvah keratan atau akar untuk di tanam terpisah dari induknva.
Rabu, 23 Oktober 2013
Baa, Baa, Black Sheep
Baa, baa, black sheep
Baa, baa, black sheep
Have you any wool?
Yes sir, yes sir,
Three bags full
One for my master,
One for my dame,
One for the little boy
Who lives down the lane
Baa, baa, black sheep
Have you any wool?
Yes sir, yes sir,
Three bags full
Baa, baa, black sheep
Have you any wool?
Yes sir, yes sir,
Three bags full
One for my master,
One for my dame,
One for the little boy
Who lives down the lane
Baa, baa, black sheep
Have you any wool?
Yes sir, yes sir,
Three bags full
Selasa, 08 Oktober 2013
Old MacDonald Had a Farm
Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had a cow
E-I-E-I-O
With a moo moo here
And a moo moo there
Here a moo, there a moo
Everywhere a moo moo
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-O
Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had a pig
E-I-E-I-O
With a oink oink here
And a oink oink there
Here a oink, there a oink
Everywhere a oink oink
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-O
Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had a duck
E-I-E-I-O
With a quack quack here
And a quack quack there
Here a quack, there a quack
Everywhere a quack quack
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-O
Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had a horse
E-I-E-I-O
With a neigh neigh here
And a neigh neigh there
Here a neigh, there a neigh
Everywhere a neigh neigh
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-O
Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had a lamb
E-I-E-I-O
With a baa baa here
And a baa baa there
Here a baa, there a baa
Everywhere a baa baa
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-O
Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had some chickens
E-I-E-I-O
With a cluck cluck here
And a cluck cluck there
Here a cluck, there a cluck
Everywhere a cluck cluck
With a baa baa here
And a baa baa there
Here a baa, there a baa
Everywhere a baa baa
With a neigh neigh here
And a neigh neigh there
Here a neigh, there a neigh
Everywhere a neigh neigh
With a quack quack here
And a quack quack there
Here a quack, there a quack
Everywhere a quack quack
With a oink oink here
And a oink oink there
Here a oink, there a oink
Everywhere a oink oink
With a moo moo here
And a moo moo there
Here a moo, there a moo
Everywhere a moo moo
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-OOOOOOO.........
E-I-E-I-O
And on his farm he had a cow
E-I-E-I-O
With a moo moo here
And a moo moo there
Here a moo, there a moo
Everywhere a moo moo
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-O
Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had a pig
E-I-E-I-O
With a oink oink here
And a oink oink there
Here a oink, there a oink
Everywhere a oink oink
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-O
Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had a duck
E-I-E-I-O
With a quack quack here
And a quack quack there
Here a quack, there a quack
Everywhere a quack quack
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-O
Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had a horse
E-I-E-I-O
With a neigh neigh here
And a neigh neigh there
Here a neigh, there a neigh
Everywhere a neigh neigh
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-O
Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had a lamb
E-I-E-I-O
With a baa baa here
And a baa baa there
Here a baa, there a baa
Everywhere a baa baa
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-O
Old MACDONALD had a farm
E-I-E-I-O
And on his farm he had some chickens
E-I-E-I-O
With a cluck cluck here
And a cluck cluck there
Here a cluck, there a cluck
Everywhere a cluck cluck
With a baa baa here
And a baa baa there
Here a baa, there a baa
Everywhere a baa baa
With a neigh neigh here
And a neigh neigh there
Here a neigh, there a neigh
Everywhere a neigh neigh
With a quack quack here
And a quack quack there
Here a quack, there a quack
Everywhere a quack quack
With a oink oink here
And a oink oink there
Here a oink, there a oink
Everywhere a oink oink
With a moo moo here
And a moo moo there
Here a moo, there a moo
Everywhere a moo moo
Old MacDonald had a farm
E-I-E-I-OOOOOOO.........
Jumat, 16 Agustus 2013
Mary Had a Little Lamb
Mary had a little lamb,
Little lamb, little lamb,
Mary had a little lamb,
Its fleece was white as snow
And everywhere that Mary went,
Mary went, Mary went,
Everywhere that Mary went
The lamb was sure to go
It followed her to school one day
School one day, school one day
It followed her to school one day
Which was against the rules.
It made the children laugh and play,
Laugh and play, laugh and play,
It made the children laugh and play
To see a lamb at school
And so the teacher turned it out,
Turned it out, turned it out,
And so the teacher turned it out,
But still it lingered near
And waited patiently about,
Patiently about, patiently about,
And waited patiently about
Till Mary did appear
"Why does the lamb love Mary so?"
Love Mary so? Love Mary so?
"Why does the lamb love Mary so?"
The eager children cry
"Why, Mary loves the lamb, you know."
Loves the lamb, you know, loves the lamb, you know
"Why, Mary loves the lamb, you know."
The teacher did reply
Little lamb, little lamb,
Mary had a little lamb,
Its fleece was white as snow
And everywhere that Mary went,
Mary went, Mary went,
Everywhere that Mary went
The lamb was sure to go
It followed her to school one day
School one day, school one day
It followed her to school one day
Which was against the rules.
It made the children laugh and play,
Laugh and play, laugh and play,
It made the children laugh and play
To see a lamb at school
And so the teacher turned it out,
Turned it out, turned it out,
And so the teacher turned it out,
But still it lingered near
And waited patiently about,
Patiently about, patiently about,
And waited patiently about
Till Mary did appear
"Why does the lamb love Mary so?"
Love Mary so? Love Mary so?
"Why does the lamb love Mary so?"
The eager children cry
"Why, Mary loves the lamb, you know."
Loves the lamb, you know, loves the lamb, you know
"Why, Mary loves the lamb, you know."
The teacher did reply
Selasa, 06 Agustus 2013
The Farmer In The Dell
The farmer in the dell
The farmer in the dell
Heigh ho the derry-o
The farmer in the dell
The farmer takes a wife
The farmer takes a wife
Heigh ho the derry-o
The farmer takes a wife
The wife takes the child
The wife takes the child
Heigh ho the derry-o
The wife takes the child
The child takes the cow
The child takes the cow
Heigh ho the derry-o
The child takes the cow
The cow takes the pig
The cow takes the pig
Heigh ho the derry-o
The cow takes the pig
The pig takes the dog
The pig takes the dog
Heigh ho the derry-o
The pig takes the dog
The dog takes the cat
The dog takes the cat
Heigh ho the derry-o
The dog takes the cat
The cat takes a mouse
The cat takes a mouse
Heigh ho the derry-o
The cat takes a mouse
The mouse takes the cheese
The mouse takes the cheese
Heigh ho the derry-o
The mouse takes the cheese
The cheese stands alone
The cheese stands alone
Heigh ho the derry-o
The cheese stands alone
Heigh ho the derry-o
The cheese stands alone
The farmer in the dell
Heigh ho the derry-o
The farmer in the dell
The farmer takes a wife
The farmer takes a wife
Heigh ho the derry-o
The farmer takes a wife
The wife takes the child
The wife takes the child
Heigh ho the derry-o
The wife takes the child
The child takes the cow
The child takes the cow
Heigh ho the derry-o
The child takes the cow
The cow takes the pig
The cow takes the pig
Heigh ho the derry-o
The cow takes the pig
The pig takes the dog
The pig takes the dog
Heigh ho the derry-o
The pig takes the dog
The dog takes the cat
The dog takes the cat
Heigh ho the derry-o
The dog takes the cat
The cat takes a mouse
The cat takes a mouse
Heigh ho the derry-o
The cat takes a mouse
The mouse takes the cheese
The mouse takes the cheese
Heigh ho the derry-o
The mouse takes the cheese
The cheese stands alone
The cheese stands alone
Heigh ho the derry-o
The cheese stands alone
Heigh ho the derry-o
The cheese stands alone
Langganan:
Postingan (Atom)
Pemerintah Nagari Koto Gadang Perkuat Kelembagaan Tani
Rabu (4/2) Pemerintahan Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam melaksanakan pembinaan Kelompok Tani dan Perkumpulan Petani Pem...
-
oleh : ICHSAN KURNIAWAN,SP Pada tahun 2014 pertanian organik mulai diminati di Nagari Sungai Landia. Beberapa kelompok tani mulai eksis de...
-
Oleh : ICHSAN KURNIAWAN Pacar air. Begitulah sebutan tanaman yang tegak dengan batangnya yang berair. Daunnya berbentuk mata tombak hi...
